Peringati 100 Tahun Presiden Soeharto, Keluarga Gelar Doa Bersama di Masjid At Tin
Selasa, 08 Juni 2021 - 13:13 WIB
loading...
Hari Ini, Selasa 8 Juni 2021 merupakan satu abad atau 100 tahun kelahiran Presiden ke 2 Indonesia Jenderal Besar HM Soeharto. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Memperingati satu abad atau 100 tahun kelahiran Jenderal Besar HM Soeharto, Pihak keluarga akan menggelar doa bersama di Masjid At Tin, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur pada hari ini Selasa (8/6/2021) sore.
Ketua Harian Panitia Penyelenggara Doa Bersama Arissetyanto Nugroho menjelaskan, acara doa bersama ini akan dipimpin Ahmad Fauzi Lubis, sedangkan untuk pembacaan tahlil akan dipimpin Saifullah Ismail. Sementara Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar akan mengisi ceramah. ”Kami akan memanjatkan doa bersama untuk almarhum Pak Harto, membacakan Surat Yasin, tahmid, dan tahlil. Ratusan peserta diprediksi akan mengikuti acara tersebut baik secara offline dengan protokol kesehatan yang sangat ketat, dan juga diikuti secara online oleh ratusan masjid di berbagai wilayah, serta berbagai khalayak luas di seluruh Indonesia,” ucapnya. Baca juga: Menegangkan, Jenderal TNI Ini Jadi Perisai Hidup Demi Lindungi Nyawa Presiden RI dari Sniper
Dalam kegiatan tersebut juga akan diserahkan buku Profil 999 Masjid Pak Harto yang dilakukan oleh Panji Adhikumoro Soeharto untuk keluarga dan selanjutnya diberikan kepada sejumlah tokoh, antara lain Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. ”Momentum satu abad kelahiran Pak Harto ini merupakan momentum yang sangat istimewa bagi seluruh masyarakat Indonesia, khususnya bagi keluarga Jenderal Besar Haji Muhammad Soeharto. Bagaimanapun, 8 juni 2021 menjadi hari yang patut dikenang dan disyukuri oleh siapa pun yang mencintai dan menghormati presiden kedua Republik Indonesia tersebut,” ujarnya. Baca juga: Bandingkan dengan Jokowi, Pengamat Sebut Soeharto Tak Pernah Marah di Depan Publik
Semasa hidupnya, kata dia, almarhum Soeharto merupakan salah satu putera bangsa yang memberikan segala hal terbaik dari dirinya untuk Ibu Pertiwi tercinta. Sejak remaja, Soeharto memilih menjadi bagian dari anak zamannya, menjadi pejuang yang merebut dan mempertahankan kemerdekaan dengan mengangkat senjata. Bahkan, masa muda Soeharto dihabiskan dengan meniti karier sebagai prajurit yang menjaga nusa dan bangsanya dari berbagai ancaman.
”Hingga pada suatu titik penting hidupnya, Pak Harto diberi tanggung-jawab yang luar biasa berat, di antaranya memimpin Serangan Umum 1 Maret 1949, meredakan pemberontakan-pemberontakan di berbagai daerah, memimpin operasi Mandala Pembebasan Irian Barat, serta membawa bangsa ini keluar dari kemelut nasional pasca kudeta G30S/PKI,” kata dia.
Ketua Harian Panitia Penyelenggara Doa Bersama Arissetyanto Nugroho menjelaskan, acara doa bersama ini akan dipimpin Ahmad Fauzi Lubis, sedangkan untuk pembacaan tahlil akan dipimpin Saifullah Ismail. Sementara Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar akan mengisi ceramah. ”Kami akan memanjatkan doa bersama untuk almarhum Pak Harto, membacakan Surat Yasin, tahmid, dan tahlil. Ratusan peserta diprediksi akan mengikuti acara tersebut baik secara offline dengan protokol kesehatan yang sangat ketat, dan juga diikuti secara online oleh ratusan masjid di berbagai wilayah, serta berbagai khalayak luas di seluruh Indonesia,” ucapnya. Baca juga: Menegangkan, Jenderal TNI Ini Jadi Perisai Hidup Demi Lindungi Nyawa Presiden RI dari Sniper
Dalam kegiatan tersebut juga akan diserahkan buku Profil 999 Masjid Pak Harto yang dilakukan oleh Panji Adhikumoro Soeharto untuk keluarga dan selanjutnya diberikan kepada sejumlah tokoh, antara lain Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. ”Momentum satu abad kelahiran Pak Harto ini merupakan momentum yang sangat istimewa bagi seluruh masyarakat Indonesia, khususnya bagi keluarga Jenderal Besar Haji Muhammad Soeharto. Bagaimanapun, 8 juni 2021 menjadi hari yang patut dikenang dan disyukuri oleh siapa pun yang mencintai dan menghormati presiden kedua Republik Indonesia tersebut,” ujarnya. Baca juga: Bandingkan dengan Jokowi, Pengamat Sebut Soeharto Tak Pernah Marah di Depan Publik
Semasa hidupnya, kata dia, almarhum Soeharto merupakan salah satu putera bangsa yang memberikan segala hal terbaik dari dirinya untuk Ibu Pertiwi tercinta. Sejak remaja, Soeharto memilih menjadi bagian dari anak zamannya, menjadi pejuang yang merebut dan mempertahankan kemerdekaan dengan mengangkat senjata. Bahkan, masa muda Soeharto dihabiskan dengan meniti karier sebagai prajurit yang menjaga nusa dan bangsanya dari berbagai ancaman.
”Hingga pada suatu titik penting hidupnya, Pak Harto diberi tanggung-jawab yang luar biasa berat, di antaranya memimpin Serangan Umum 1 Maret 1949, meredakan pemberontakan-pemberontakan di berbagai daerah, memimpin operasi Mandala Pembebasan Irian Barat, serta membawa bangsa ini keluar dari kemelut nasional pasca kudeta G30S/PKI,” kata dia.
Lihat Juga :