3 Skenario Pasangan Koalisi PDIP dan Gerindra di Pilpres 2024
Selasa, 08 Juni 2021 - 11:21 WIB
loading...
Ada tiga skenario pasangan yang mungkin diusung koalisi PDIP-Gerindra yang dianggap tinggal menunggu waktu peresmian. Foto/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Beberapa waktu lalu, Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari memprediksi bahwa koalisi antara Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ( PDIP ) dengan Partai Gerindra untuk Pilpres 2024 sudah kawin gantung atau akan terjadi. Koalisi antara partai politik yang dipimpin Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto itu diyakininya hanya menunggu waktu peresmian untuk mengokohkannya.
Beberapa skenario pun muncul ke publik. Seperti Megawati Soekarnoputri berpasangan dengan Prabowo Subianto, Prabowo - Puan Maharani hingga Ganjar Pranowo berpasangan dengan Sandiaga Salahuddin Uno.
Baca juga: Ragukan Hasil Survei, Politikus PDIP Anggap Baik Wacana Jokowi Presiden 3 Periode
Pengamat Politik dan Direktur IndoStrategi Research and Consulting, Arif Nurul Imam menilai bahwa skenario koalisi PDIP - Gerindra sampai saat ini tentu masih bersifat simulasi. Dia melanjutkan, dari simulasi iru kemudian akan dilihat mana yang paling memungkinkan meraih kemenangan.
"Dari skenario Prabowo - Puan, Mega - Prabowo dan Ganjar - Sandi basis elektabilitas akan menjadi variabel penting," kata Arif Nurul kepada SINDOnews, Selasa (8/6/2021).
Beberapa skenario pun muncul ke publik. Seperti Megawati Soekarnoputri berpasangan dengan Prabowo Subianto, Prabowo - Puan Maharani hingga Ganjar Pranowo berpasangan dengan Sandiaga Salahuddin Uno.
Baca juga: Ragukan Hasil Survei, Politikus PDIP Anggap Baik Wacana Jokowi Presiden 3 Periode
Pengamat Politik dan Direktur IndoStrategi Research and Consulting, Arif Nurul Imam menilai bahwa skenario koalisi PDIP - Gerindra sampai saat ini tentu masih bersifat simulasi. Dia melanjutkan, dari simulasi iru kemudian akan dilihat mana yang paling memungkinkan meraih kemenangan.
"Dari skenario Prabowo - Puan, Mega - Prabowo dan Ganjar - Sandi basis elektabilitas akan menjadi variabel penting," kata Arif Nurul kepada SINDOnews, Selasa (8/6/2021).
Lihat Juga :