Sudahi Informasi Hoaks Seputar Pembatalan Haji
Selasa, 08 Juni 2021 - 05:51 WIB
loading...
A
A
A
Pada tahun ini, pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) memang telah membatalkan lagi keberangkatan haji. Pilihan ini, seperti dikatakan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas memang pahit, namun harus diambil. Soal pilihan ini dianggap tepat atau tidak memang itu debatable. Namun tentu langkah Kemenag tidak sembrono. Apalagi di belakang keputusan penting ini ada nasib jutaan calon jamaah haji, termasuk yang antreannya harus bertambah panjang.
Di luar persiapan seperti melakukan sejumlah skenario pemberangkatan, Kemenag sudah melakukan rapat rutin dengan DPR, MUI, tokoh masyarakat, asosiasi travel dan diplomasi kenegaraan sebelum mencetuskan pilihan ini. Dan ketika pilihan batal diambil, itu hakikatnya rumusan terbaik dari proses diskursif yang berjalan panjang. Dan, di atas segala alasan yang menyertainya, keselamatan jiwa calon jamaah haji kita adalah menjadi segalanya. Berangkat haji tentu tak sekadar bertolak ke Tanah Suci untuk menjalankan dari sisi syariat. Namun di dalamnya juga ada hal teknis yang tak bisa dianggap enteng. Apalagi, dengan waktu yang kian mepet saat ini. Mudarat paling ringan tentu menjadi pertimbangan utamanya.
Pilihan pahit itu juga tetap diambil termasuk jika dalam perkembangannya Saudi tetap memberikan kuota haji pada RI nanti. Minggu (6/6), Menteri Media Arab Saudi Majid Al-Qasabi sudah memberi kode bahwa dalam waktu dekat keputusan soal haji akan diambil. Merespons apapun kebijakan Saudi, kita harus berpikir luas. Jangan sampai demi membangun imej diri, ormas, atau kepentingan partai politiknya, orang seenaknya berkomentar dan menyebarkan informasi tanpa dasar jelas.
Saatnya, kini semua elemen bangsa untuk sejenak berpikir. Bahwa ada tujuan yang lebih mulia dan panjang di balik keputusan pemerintah. Toh, soal uang, baik itu terkait pengembalian ke jamaah dan pengelolaan setoran sudah ditegaskan aman seperti ditegaskan Menko PMK Muhadjir Effendy, Minggu (6/6).
Namun di balik semua ini, munculnya informasi tak valid in juga patut dijadikan evaluasi. Tak hanya pemerintah seperti Kemenag dan Kementerian Luar Negeri, tapi pihak terkait haji seperti DPR, BPKH, MUI, dan ormas harus memiliki tanggung jawab yang senapas. Sebab tak sekadar seksi dari sisi informasi, haji ini juga menyangkut nasib jutaan penduduk negeri.
Di luar persiapan seperti melakukan sejumlah skenario pemberangkatan, Kemenag sudah melakukan rapat rutin dengan DPR, MUI, tokoh masyarakat, asosiasi travel dan diplomasi kenegaraan sebelum mencetuskan pilihan ini. Dan ketika pilihan batal diambil, itu hakikatnya rumusan terbaik dari proses diskursif yang berjalan panjang. Dan, di atas segala alasan yang menyertainya, keselamatan jiwa calon jamaah haji kita adalah menjadi segalanya. Berangkat haji tentu tak sekadar bertolak ke Tanah Suci untuk menjalankan dari sisi syariat. Namun di dalamnya juga ada hal teknis yang tak bisa dianggap enteng. Apalagi, dengan waktu yang kian mepet saat ini. Mudarat paling ringan tentu menjadi pertimbangan utamanya.
Pilihan pahit itu juga tetap diambil termasuk jika dalam perkembangannya Saudi tetap memberikan kuota haji pada RI nanti. Minggu (6/6), Menteri Media Arab Saudi Majid Al-Qasabi sudah memberi kode bahwa dalam waktu dekat keputusan soal haji akan diambil. Merespons apapun kebijakan Saudi, kita harus berpikir luas. Jangan sampai demi membangun imej diri, ormas, atau kepentingan partai politiknya, orang seenaknya berkomentar dan menyebarkan informasi tanpa dasar jelas.
Saatnya, kini semua elemen bangsa untuk sejenak berpikir. Bahwa ada tujuan yang lebih mulia dan panjang di balik keputusan pemerintah. Toh, soal uang, baik itu terkait pengembalian ke jamaah dan pengelolaan setoran sudah ditegaskan aman seperti ditegaskan Menko PMK Muhadjir Effendy, Minggu (6/6).
Namun di balik semua ini, munculnya informasi tak valid in juga patut dijadikan evaluasi. Tak hanya pemerintah seperti Kemenag dan Kementerian Luar Negeri, tapi pihak terkait haji seperti DPR, BPKH, MUI, dan ormas harus memiliki tanggung jawab yang senapas. Sebab tak sekadar seksi dari sisi informasi, haji ini juga menyangkut nasib jutaan penduduk negeri.
(ynt)
Lihat Juga :