Menyulap Timbunan Limbah Jadi Bukit 'Teletubbies'
Senin, 07 Juni 2021 - 19:22 WIB
loading...
Bukit hijau yang menghampar luas di wilayah Klapanunggal Bogor, Jawa Barat ini ternyata berasal dari timbunan limbah bahan beracun dan berbahaya (B3). Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Siapa pun mungkin tidak ada yang pernah menyangka, apalagi membayangkan jika bukit hijau yang menghampar luas di wilayah Klapanunggal Bogor, Jawa Barat itu ternyata berasal dari timbunan limbah bahan beracun dan berbahaya (B3) .
Pemandangan bukit yang seperti dalam film anak-anak "Teletubbies" ini sebelumnya ceruk sisa penggalian baru kapur sebelum 1994.
Dinding sisa galian berwarna putih itu kini berubah menjadi hijau dengan sejumlah rumput dan pepohonan di permukaannya. Perusahaan pengolah limbah industri,PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI) membuatnya bisa menjadi seperti itu.
Manager Humas PT PPLI, Arum Pusposari menjelaskan mengubah kembali limbah-limbah B3 menjadi ramah lingkungan dan dapat dimanfaatkan kembali adalah komitmen dari perusahaan yang 95 persennya dikuasai oleh perusahaan Jepang DOWA Co Ltd dan 5 persen lainnya dimiliki oleh Pemerintah Indonesia.Baca juga: PPLI Ajak Pers Edukasi Publik Kenali Bahaya Limbah B3 melalui Lomba Jurnalistik
![Menyulap Timbunan Limbah Jadi Bukit 'Teletubbies']()
Di momen Hari Lingkungan Hidup pada 5 Juni 2021 kemarin, Arum menegaskan kembali untuk tetap menjaga kelestarian alam dan keseimbangan ekosistem.
"Bukit hijau yang kami sebut landfill ini adalah bukti nyata kami mengubah limbah B3 menjadi kembali ke alam. Sedangkan limbah yang masih bisa didaur ulang akan kita kembali manfaatkan seperti digunakan sebagai bahan bakar, biji plastik, atau air jernih yang tidak berbahaya kita alirkan Kembali ke sungai," ungkap wanita yang sudah berkiprah selama 15 tahun di perusahaan pengolah limbah B3 tersebut dalam keterangannya yang diterima SINDOnews, Senin (7/6/2021).
Dia mengungkapkan untuk membuat kuburan limbah B3 itu menjadi hijau sepenuhnya tidak bisa instan. "Butuh waktu 10 hingga 15 tahun untuk bisa sehijau ini," katanya.
Selain dikubur sisa limbah yang sudah distabilkan dan hilang sifat racunnya, tambah Arum limbah B3 yang sudah tidak bisa lagi diolah untuk pemanfaatan maka akan dibakar melalui incinerator.Baca juga: Soal Polemik Belanja Senjata Rp1.760 Triliun, Fadli Zon Sebut Terobosan
Pemandangan bukit yang seperti dalam film anak-anak "Teletubbies" ini sebelumnya ceruk sisa penggalian baru kapur sebelum 1994.
Dinding sisa galian berwarna putih itu kini berubah menjadi hijau dengan sejumlah rumput dan pepohonan di permukaannya. Perusahaan pengolah limbah industri,PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI) membuatnya bisa menjadi seperti itu.
Manager Humas PT PPLI, Arum Pusposari menjelaskan mengubah kembali limbah-limbah B3 menjadi ramah lingkungan dan dapat dimanfaatkan kembali adalah komitmen dari perusahaan yang 95 persennya dikuasai oleh perusahaan Jepang DOWA Co Ltd dan 5 persen lainnya dimiliki oleh Pemerintah Indonesia.Baca juga: PPLI Ajak Pers Edukasi Publik Kenali Bahaya Limbah B3 melalui Lomba Jurnalistik

Di momen Hari Lingkungan Hidup pada 5 Juni 2021 kemarin, Arum menegaskan kembali untuk tetap menjaga kelestarian alam dan keseimbangan ekosistem.
"Bukit hijau yang kami sebut landfill ini adalah bukti nyata kami mengubah limbah B3 menjadi kembali ke alam. Sedangkan limbah yang masih bisa didaur ulang akan kita kembali manfaatkan seperti digunakan sebagai bahan bakar, biji plastik, atau air jernih yang tidak berbahaya kita alirkan Kembali ke sungai," ungkap wanita yang sudah berkiprah selama 15 tahun di perusahaan pengolah limbah B3 tersebut dalam keterangannya yang diterima SINDOnews, Senin (7/6/2021).
Dia mengungkapkan untuk membuat kuburan limbah B3 itu menjadi hijau sepenuhnya tidak bisa instan. "Butuh waktu 10 hingga 15 tahun untuk bisa sehijau ini," katanya.
Selain dikubur sisa limbah yang sudah distabilkan dan hilang sifat racunnya, tambah Arum limbah B3 yang sudah tidak bisa lagi diolah untuk pemanfaatan maka akan dibakar melalui incinerator.Baca juga: Soal Polemik Belanja Senjata Rp1.760 Triliun, Fadli Zon Sebut Terobosan
(dam)
Lihat Juga :