Dibanding Prabowo-Puan, Publik Lebih Mengunggulkan Anies-AHY
Minggu, 06 Juni 2021 - 21:50 WIB
loading...
Dedi Kurnia lebih mengunggulkan pasangan Anies Baswedan dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) pada kontestasi pemilihan presiden (Pilpres) 2024 mendatang. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) sekaligus pengamat politik, Dedi Kurnia mengunggulkan pasangan Anies Baswedan dan Agus Harimurti Yudhoyono ( AHY ) pada kontestasi pemilihan presiden (Pilpres) 2024 mendatang.
Sebab, pasangan Prabowo Subianto dan Puan Maharani masih dilematis dengan berbagai faktor. Baca juga: Pemain Bulu Tangkis Solo Raya dan Banyumas Dukung Anies Baswedan di 2024
"Pertama, peluang Anies-AHY akan lebih mungkin terjadi jika Anies berhasil berebut Parpol dengan tokoh potensial lain yang sama-sama tidak terafiliasi dengan Parpol," ucap Dedi saat dihubungi MNC Portal, Minggu (6/6/2021).
Baca juga: PBB Berharap Babang Tamvan Cs Mampu Dongkrak Suara di Pemilu 2024
Kemudian Dedi menjelaskan peluang Prabowo-Puan, menurutnya masih dilematis. Hal itu terkait latar belakang partai politik keduanya.
"Sementara Prabowo-Puan, ini masih dilematis, satu sisi PDIP jauh lebih unggul dari Gerindra, juga terkait tren pemilih PDIP yang lebih condong pemilih Parpol, bukan pemilih tokoh, sehingga kehadiran Puan sebagai Cawapres bisa saja akan mengalami dialog yang panjang," terangnya.
Baca juga: Pertemuan Ridwan Kamil dengan AHY dan Airlangga Upaya PDKT Pilpres 202
Sebab, pasangan Prabowo Subianto dan Puan Maharani masih dilematis dengan berbagai faktor. Baca juga: Pemain Bulu Tangkis Solo Raya dan Banyumas Dukung Anies Baswedan di 2024
"Pertama, peluang Anies-AHY akan lebih mungkin terjadi jika Anies berhasil berebut Parpol dengan tokoh potensial lain yang sama-sama tidak terafiliasi dengan Parpol," ucap Dedi saat dihubungi MNC Portal, Minggu (6/6/2021).
Baca juga: PBB Berharap Babang Tamvan Cs Mampu Dongkrak Suara di Pemilu 2024
Kemudian Dedi menjelaskan peluang Prabowo-Puan, menurutnya masih dilematis. Hal itu terkait latar belakang partai politik keduanya.
"Sementara Prabowo-Puan, ini masih dilematis, satu sisi PDIP jauh lebih unggul dari Gerindra, juga terkait tren pemilih PDIP yang lebih condong pemilih Parpol, bukan pemilih tokoh, sehingga kehadiran Puan sebagai Cawapres bisa saja akan mengalami dialog yang panjang," terangnya.
Baca juga: Pertemuan Ridwan Kamil dengan AHY dan Airlangga Upaya PDKT Pilpres 202
Lihat Juga :