Potensi Tuna Besar, Menteri Trenggono Dorong Aktivitas Usaha di PPS Bungus Ditingkatkan
Jum'at, 04 Juni 2021 - 18:19 WIB
loading...
A
A
A
Untuk mendukung geliat subsektor perikanan tangkap di Sumbar, Trenggono juga meminta jajarannya membangun ekosistem pelabuhan menjadi lebih hidup. Salah satu yang perlu disiapkan adalah coldstorage untuk menampung ikan hasil tangkapan nelayan dan menjaga kualitasnya.
Volume produksi perikanan di PPS Bungus pada 2020 sebanyak 4.776.149 Kg dengan nilai Rp111,02 miliar. Sementara nilai ekspor ikan tuna dalam kurun waktu 2016-2019 sebesar Rp32,3 miliar.Baca juga: RI-Korea Teken Kesepakatan Pelindungan Awak Kapal Perikanan
Di samping melengkapi sarana dan prasarana pelabuhan, dia juga mendorong jajarannya memperkuat riset yang bertujuan menambah jumlah produksi dan kualitas produk perikanan yang dihasilkan. Sebagai informasi, di PPS Bungus juga terdapat UPT KKP yang fokus pada kegiatan riset. "Riset lebih riil untuk kepentingan ekonomi, bukan sebatas edukasi," tegasnya.
Dia juga mengimbau nelayan untuk menggunakan alat tangkap yang ramah lingkungan. Penangkapan ikan tuna dengan cara memancing menurutnya sudah tepat, karena fokus pada komoditas tertentu. "Prinsip kita itu ekonomi biru, untuk itu alat tangkapnya harus ramah lingkungan," tuturnya.
Dalam kunjungan kerja ini, Menteri Trenggono didampingi oleh para pejabat eselon 1 KKP dan staf/asisten khusus Menteri. Hadir juga Anggota Komisi IV DPR RI Hermanto dan Anggota DPD RI Emma Yohana dan Wali Kota Padang Hendri Septa.
Volume produksi perikanan di PPS Bungus pada 2020 sebanyak 4.776.149 Kg dengan nilai Rp111,02 miliar. Sementara nilai ekspor ikan tuna dalam kurun waktu 2016-2019 sebesar Rp32,3 miliar.Baca juga: RI-Korea Teken Kesepakatan Pelindungan Awak Kapal Perikanan
Di samping melengkapi sarana dan prasarana pelabuhan, dia juga mendorong jajarannya memperkuat riset yang bertujuan menambah jumlah produksi dan kualitas produk perikanan yang dihasilkan. Sebagai informasi, di PPS Bungus juga terdapat UPT KKP yang fokus pada kegiatan riset. "Riset lebih riil untuk kepentingan ekonomi, bukan sebatas edukasi," tegasnya.
Dia juga mengimbau nelayan untuk menggunakan alat tangkap yang ramah lingkungan. Penangkapan ikan tuna dengan cara memancing menurutnya sudah tepat, karena fokus pada komoditas tertentu. "Prinsip kita itu ekonomi biru, untuk itu alat tangkapnya harus ramah lingkungan," tuturnya.
Dalam kunjungan kerja ini, Menteri Trenggono didampingi oleh para pejabat eselon 1 KKP dan staf/asisten khusus Menteri. Hadir juga Anggota Komisi IV DPR RI Hermanto dan Anggota DPD RI Emma Yohana dan Wali Kota Padang Hendri Septa.
(dam)
Lihat Juga :