Waketum MUI Anwar Abbas Minta Arab Saudi Bersikap Tegas: Boleh Haji atau Tidak?
Jum'at, 04 Juni 2021 - 13:54 WIB
loading...
Waketum MUI Anwar Abbas. Foto/Istimewa/Tangkapan layar tvMu Channel
A
A
A
JAKARTA - Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) sekaligus Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas meminta Pemerintah Arab Saudi bersikap jelas dan tegas terkait boleh tidaknya jamaah haji Indonesia ke Tanah Suci tahun ini. Kemudian, Anwar meminta Pemerintah Arab Saudi juga menjelaskan berapa kuota haji 2021.
"Minta Pemerintah Saudi supaya bersikap jelas dan tegas mau membolehkan haji atau tidak dan akan membatasi jumlahnya atau tidak. Dan kalau dibatasi, berapa persen dari kuota yang ada selama ini. Waktu tinggal satu bulan, jadi sudah sangat sempit," kata Anwar Abbas kepada SINDOnews, Jumat (4/6/2021).
Diketahui, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama telah memutuskan tidak memberangkatkan jamaah haji tahun ini. Keputusan itu tertuang pada Keputusan Menteri Agama Nomor 660 Tahun 2021 tentang pembatalan pemberangkatan jamaah haji.
Baca juga: Kisah Lilis Mukhlisoh, Ditabrak Orang Hingga Tiga Kali Gagal Berangkat Ibadah Haji
"Pemerintah Indonesia mengambil sikap untuk membatalkan tentu terkait dengan tidak adanya kejelasan dari sikap Pemerintah Saudi," tutur Anwar Abbas.
"Minta Pemerintah Saudi supaya bersikap jelas dan tegas mau membolehkan haji atau tidak dan akan membatasi jumlahnya atau tidak. Dan kalau dibatasi, berapa persen dari kuota yang ada selama ini. Waktu tinggal satu bulan, jadi sudah sangat sempit," kata Anwar Abbas kepada SINDOnews, Jumat (4/6/2021).
Diketahui, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama telah memutuskan tidak memberangkatkan jamaah haji tahun ini. Keputusan itu tertuang pada Keputusan Menteri Agama Nomor 660 Tahun 2021 tentang pembatalan pemberangkatan jamaah haji.
Baca juga: Kisah Lilis Mukhlisoh, Ditabrak Orang Hingga Tiga Kali Gagal Berangkat Ibadah Haji
"Pemerintah Indonesia mengambil sikap untuk membatalkan tentu terkait dengan tidak adanya kejelasan dari sikap Pemerintah Saudi," tutur Anwar Abbas.
Lihat Juga :