Megawati Akui Bicara dengan Jokowi Agar Perkuat Riset Ruang Angkasa dengan Rusia

Rabu, 02 Juni 2021 - 16:44 WIB
loading...
Megawati Akui Bicara...
Presiden RI kelima, Megawati Soekarnoputri akan menerima Bintang Jasa Negara untuk Persahabatan (State Order of Friendship) dari Republik Federasi Rusia. Foto/SINDOnews/Rakhmatulloh
A A A
JAKARTA - Presiden RI kelima, Megawati Soekarnoputri menyampaikan adanya peluang kerja sama riset dan teknologi antara Indonesia dengan Rusia khususnya di bidang luar angkasa. Sebagai Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) ex officio sesuai penugasan dari presiden, Megawati menekankan terbukanya hubungan kerja sama tersebut.

Hal itu diungkap Megawati saat menyampaikan responsnya menerima penghargaan Order of Friendship dari Pemerintah Rusia, di kediamannya di Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat, Rabu (2/6/2021). Penghargaan itu langsung dari Presiden Federasi Rusia, Vladimir Putin yang menugaskan Dubes Rusia untuk Indonesia, Lyudmila Vorobieva, untuk menyerahkannya. Baca juga: Terima Bintang Jasa dari Rusia, Megawati Tak Bisa Tahan Haru Teringat Sang Ayah

Di hadapan Lyudmila, Megawati sempat menceritakan pengalamannya saat hubungan kedua negara dahulu diinisiasi oleh Presiden Soekarno dan Presiden Voroshilov. Sebagai anak muda saat itu, mereka diminta untuk bertemu dengan beberapa astronot yang telah datang ke Indonesia. Di antaranya adalah Yuri Gagarin, yang berhasil membuat anak muda Indonesia banyak bermimpi menjadi astronot.

Megawati mengaku dirinya sudah berbicara dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bahwa hubungan kerja sama dengan Rusia bisa ditingkatkan. Khususnya menyangkut kemajuan teknologi dan ruang angkasa.

"Hal yang berhubungan dengan ruang angkasa seharusnya terus kita proses antara Rusia dengan Indonesia," kata Megawati.

Megawati juga menitip agar Dubes Lyudmila menyampaikan kepada Putin bahwa Presiden Jokowi barus saja membentuk BRIN. Dirinya ditugaskan oleh presiden untuk menjadi Ketua Dewan Pengarah ex officio BRIN.

"Dan saya telah mengatakan kepada Presiden Jokowi, untuk suatu saat nanti kita bisa lebih mempererat seperti yang saya sampaikan tadi dalam hubungan riset dengan negara Rusia," kata Megawati.

Perempuan yang juga Ketua Umum DPP PDIP itu juga berjanji akan mengunjungi Rusia ketika pandemi COVID-19 sudah usai. Sebab, Megawati merasa ingin menerima penghargaan itu secara langsung di Moskow, tapi kondisi berkata lain yakni pandemi COVID-19 yang masih menghantui seluruh masyarakat dunia.

"Tetapi mungkin suatu saat, setelah pandemi ini selesai, saya akan berkunjung ke Rusia, mengucapkan sendiri secara pribadi atas kehormatan ini kepada Presiden Putin. Dan tentunya insya Allah dengan kunjungan tersebut banyak hal yang bisa kita bicarakan kembali," jelas Megawati. Baca juga: Megawati Akan Terima Bintang Jasa Negara untuk Persahabatan dari Presiden Rusia

Merespons hal itu, Dubes Lyudmila mengatakan dirinya akan menyampaikan semua hal tersebut secara langsung kepada Presiden Putin. "Yang mulia telah menyentuh soal yang penting dalam hubungan bilateral kita. Termasuk pembangunan hubungan bidang angkasa, riset, teknologi, dan teknologi tinggi," kata Lyudmila.

Dia mengatakan Pemerintah Federasi Rusia siap bermitra dengan Indonesia dalam berbagai bidang, termasuk bidang alutsista militer.Dubes Rusia itu juga mengaku bahwa Presiden Putin sedang menunggu waktu yang tepat untuk datang ke Indonesia.

Apalagi, Rusia sedang mengharapkan adanya deklarasi kemitraan strategi yang akan ditandatangani kedua negara di berbagai sektor strategis. Hal itu akan menandai prospek pembangunan kerja sama di berbagai bidang.

"Rusia menganggap Indonesia sebagai mitra dan sahabat yang lama dan ada hubungan erat antara negara kita yang dasarnya dibangun sejak Presiden Soekarno," tegas Lyudmila.

Di acara tersebut, hadir Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto, bersama putri Megawati yang juga Ketua DPR Puan Maharani. Lalu ikut hadir adalah Ketua DPP PDIP bidang luar negeri yang juga Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah, serta Ketua DPP PDIP bidang hukum yang juga Menkumham Yasonna Laoly.

Hasto menjelaskan bahwa pemberian gelar Order of Friendship dari Rusia untuk Presiden RI Kelima Megawati Soekarnoputri adalah bagian dari peringatan 70 tahun hubungan Indonesia-Rusia. Pihaknya mempercayai bahwa hal ini akan semakin mempererat hubungan di antara kedua negara. Sebab, Indonesia-Rusia memiliki hubungan kesejarahan yang cukup panjang. Baca juga: Narasi Petugas Partai Cara Megawati Pagari Kader Agar Tak Terseret Skenario Politik

"Hubungan dan sejarah panjang antara kedua negara dapat ditingkatkan," tukas Hasto.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Harga Minyak Dunia Sudah...
Harga Minyak Dunia Sudah Turun, PDIP Minta Pemerintah Evaluasi Harga Pertamax
Beda dengan PKB, Golkar...
Beda dengan PKB, Golkar Pilih Hormati Sikap PDIP sebagai Partai Penyeimbang
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
Megawati Tegaskan Prabowo...
Megawati Tegaskan Prabowo Bukan Musuh: Itu Teman Saya
PDIP Sebut Demonstrasi...
PDIP Sebut Demonstrasi Mahasiswa Alarm untuk Pemerintah
Rieke Diah Pitaloka...
Rieke Diah Pitaloka Dikritik Akademisi: Melihat Dukungan Manajemen Jangan Sempit
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Putin Terus Tebar Ancaman,...
Putin Terus Tebar Ancaman, 4 Negara ini Memiliki Bunker Nuklir Teraman di Eropa
Rekomendasi
Yenny Wahid: Dukungan...
Yenny Wahid: Dukungan Prabowo untuk Pelatnas Jangka Panjang Jadi Investasi Masa Depan Olahraga
Raja Charles Inggris...
Raja Charles Inggris Akan Ungkap Tagihan Pajak Pribadinya, Berapa Besar?
Pertamina Mandalika...
Pertamina Mandalika Racing Series Putaran 2, Asah Potensi Pembalap Muda Indonesia
Berita Terkini
Paradoks Tata Kelola...
Paradoks Tata Kelola Batu Bara di Indonesia
Potensi Gula Non-Tebu...
Potensi Gula Non-Tebu yang Dianaktirikan
PDIP: Jika Seluruh Fraksi...
PDIP: Jika Seluruh Fraksi di DPR Hanya Manut Eksekutif, Apa Bedanya dengan Era Orde Baru?
Penahanan dr Tifa: Babak...
Penahanan dr Tifa: Babak Baru atau Babak Terakhir
Dari Ploso, Gus Mashum...
Dari Ploso, Gus Mashum Faqih Ingatkan Adab Jadi Penuntun Musyawarah NU
Mahasiswa Tetap Turun...
Mahasiswa Tetap Turun ke Jalan meski Banyak Aktivis Masuk Pemerintahan, Ini Analisis Ubedilah Badrun
Infografis
AS Mulai Bagikan Info...
AS Mulai Bagikan Info Intel Ruang Angkasa Sensitif China-Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved