Wamenhan Minta Rapat Pembahasan Renstra Pertahanan Digelar Tertutup

Senin, 31 Mei 2021 - 15:58 WIB
loading...
Wamenhan Minta Rapat...
Wamenhan Letjen TNI M Herindra memohon agar rapat pembahasan Rencana Strategis (Renstra) Pertahanan dilakukan secara tertutup kepada Komisi I DPR. Foto/SINDOnews/Kiswondari
A A A
JAKARTA - Pada Senin (31/5/2021) siang ini, Komisi I DPR mengadakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan ), Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU), Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) dan Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) guna membahas Rencana Strategis (Renstra) Pertahanan , Minimum Essential Force (MEF) Tahap III tahun 2020-2024, isu Papua dan isu pertahanan lainnya.

Rapat itu sempat dibuka selama sekitar 9 menit, namun Wamenhan Letjen TNI M Herindra meminta agar pemerintah menutup rapat tersebut. Baca juga: Menhan Prabowo Dikabarkan Akan Borong Alutsista Rp1.760 Triliun

"Rapat hari ini dinyatakan dibuka dan bersifat terbuka kecuali nanti hal-hal yang mitra ingin disampaikan secara tertutup," ujar Wakil Ketua Komisi I DPR selaku pimpinan rapat, Abdul Kharis Almasyhari di Ruang Rapat Komisi I DPR, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (31/5/2021).

Kemudian, Wamenhan memohon agar rapat itu dilakukan secara tertutup kepada Komisi I DPR. "Selamat Idul Fitri 1442 H, semoga kita semua selalu mendapatkan lindungan dari Allah SWT. Pimpinan rapat, sebaiknya untuk rapat hari ini dilakasanakan secara atertutup kalau kami bisa memohon," pinta Herindra.

Namun, Kharis meminta agar setidaknya Wamenhan memaparkan hal-hal yang bisa disampaikan secara terbuka, baru kemudian disampaikan secara tertutup. "Ada yang bisa dijelaskan secara terbuka dulu, baru nanti sebagiannya tertutup?," tanya politikus PKS itu.

Namun, Wamenhan menegaskan bahwa ini menyangkut strategi pertahanan, sehingga tidak bisa dipaparkan secara terbuka. Kharis pun menanyakan persetujuan kawna-kawan Komisi I DPR agar rapat dilaksanakan secara tertutup.

Namun, Anggota Komisi I DPR dari Fraksi PDIP, Effendi Simbolon meminta agar hal yang bersifat tertutup baiknya dilaksanakan pada Rabu 2 Juni mendatang saat rapat dengan Menhan. Menurutnya, ini kepada taat azas saja karena Komisi I DPR tidak hanya mendengar penjelasan dari pihak-pihak saja tetapi juga perlu menanyakan dan mengambil keputusan politik.

"Kalau kita tanyakan Pak Wamen, susah juga posisinya. Kita harus mengambil keputusan politik di sini," kata Effendi.

Kemudian, Kharis menengahi bahwa bahan sudah disiapkan Wamenhan, jadi hal-hal yang tidak bisa dijawab pada hari ini bisa dilanjutkan lagi dalam Raker dengan Menhan Rabu besok. Sementara di sini ada KSAD, KSAU, KSAL dan Kabais sehingga bisa membantu menjawab dan mengurangi pembahasan pada Rabu besok. Baca juga: Legislator PDIP: Pengadaan Alutsista Baru Wacana, di mana Kerugian Negaranya?

"Hal yang tidak bisa dijawab Wamenhan, Kabais, bisa dijawab lagi ketika Pak Menhan dan Panglima hadir. Dengan demikian rapat akan kita selenggarakan secara tertutup, mohon pihak yang tidak semestinya ada di ruangan ini mohon meninggalkan ruangan," kata Kharis sembari menutup rapat.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Modernisasi Kapal Induk...
Modernisasi Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Penting untuk Perpanjang Usia Pakai
Setujui Usulan Tambahan...
Setujui Usulan Tambahan Anggaran Kemhan Rp195 Triliun, Komisi I Bakal Diteruskan ke Banggar
Disalatkan, Jenazah...
Disalatkan, Jenazah Ryamizard Ryacudu Akan Dimakamkan di TMPN Kalibata Besok
Ryamizard Ryacudu Wafat,...
Ryamizard Ryacudu Wafat, Kemhan: Dedikasi hingga Kontribusinya Akan Terus Dikenang
TNI Ikut Atasi Begal,...
TNI Ikut Atasi Begal, DPR: Harus Terukur dan Punya Dasar Hukum yang Jelas
Komisi I Ingatkan Pemerintah...
Komisi I Ingatkan Pemerintah Hati-hati Jadikan Bandara Kertajati sebagai Bengkel Pesawat Hercules
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Hamas Tak akan Serahkan...
Hamas Tak akan Serahkan Persenjataan, tapi Hanya Polisi yang Bawa Senjata di Gaza
Korea Utara Menguji...
Korea Utara Menguji Kapal Perusak Choe Hyon Baru
Rekomendasi
Mobil Buatan Amerika...
Mobil Buatan Amerika Serikat Dapat Ujian Besar di Pasar Jepang
Hadis-Hadis tentang...
Hadis-Hadis tentang Hari Asyura, dari Amalan hingga Keutamaannya
Bea Cukai Musnahkan...
Bea Cukai Musnahkan 44 Juta Rokok Ilegal, Potensi Kerugian Negara Capai Rp32,9 Miliar
Berita Terkini
Selesai Diperiksa Kasus...
Selesai Diperiksa Kasus Kuota Haji, Eks Dirjen PHU Hilman Latief: Diminta Keterangan Saja
Sidang Perdana Dokter...
Sidang Perdana Dokter Tifa Digelar 2 Juli 2026, Roy Suryo Tunggu Praperadilan
Beda dengan Roy Suryo,...
Beda dengan Roy Suryo, Dokter Tifa Tidak Ajukan Gugatan Praperadilan
Mahasiswa UBK Ngaku...
Mahasiswa UBK Ngaku Terima Uang Rp20 Juta, Politikus Gerindra: Saya Yakin Tidak Ada Sangkut Paut dengan Mas Gibran
Ducati hingga Tas Dior...
Ducati hingga Tas Dior Rampasan Kasus Korupsi K3 Bakal Dilelang KPK Desember 2026
Tilep Rp2 Miliar, Mantan...
Tilep Rp2 Miliar, Mantan Ketua PN Kudus Dipecat
Infografis
Sistem Pertahanan S-400...
Sistem Pertahanan S-400 India Dihancurkan oleh Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved