Kisruh TWK Pegawai KPK, AHY Minta Aparat Penegak Hukum Jadi Role Model

Senin, 31 Mei 2021 - 09:50 WIB
loading...
Kisruh TWK Pegawai KPK,...
Ketua Umum (Ketum) DPP Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Ketua Umum (Ketum) DPP Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyoroti soal kekisruhan pada tes wawasan kebangsaan (TWK) yang menggugurkan 75 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), di mana 51 pegawai akan diberhentikan dan 24 pegawai lainnya harus mengikuti Diklat TWK dan Bela Negara untuk kemudian dites kembali.

AHY mengatakan, korupsi tentu merugikan Indonesia, merugikan negara dan rakyat. Oleh karena itu, semua terus mendukung upaya-upaya para otoritas yang ditugaskan untuk bisa menegakkan hukum atas kasus-kasus korupsi. "Kita punya Polri, Kejaksaan, kita punya KPK. Oleh karena itu kita tidak boleh punya niat untuk melemahkan institusi-institusi tadi. Walaupun dengan catatan tentu harapan itu juga dengan konsekuensi, kita berharap lembaga-lembaga tadi juga bisa menjalankan tugas luar biasa amanah yang tidak mudah, untuk bisa menegakkan itu secara adil," kata AHY dalam keterangannya kepada wartawan, Senin (31/5/2021). Baca juga: Hentikan Polemik TWK, Komisi III DPR Harap KPK Segera Fokus Bekerja

Menurut AHY, persoalan hukum ini berat karena harus dipertanggungjawabkan di dunia dan akhirat. Jadi, pihaknya selalu menaruh respek dan apresiasi kepada tenaga ahli hukum yang adil dan amanah. Sebaliknya, rakyat juga punya harapan tinggi kepada mereka yang dianggap tidak amanah agar tidak terjadi seperti itu. Baca juga: Fahri Hamzah Sebut KPK Pernah Lakukan Malapraktik di Masa Lalu

Sehingga, kata putra sulung Presiden RI ke-6 ini, masyarakat berharap itu semua bisa berjalan dengan baik, dan juga tidak ingin ada kekisruhan-kekisruhan yang tidak perlu. "Misalnya kemudian kemarin ada isu Tes Wawasan Kebangsaan, apakah relevan dengan tugas-tugas pokoknya, untuk bertugas di KPK misalnya, saya rasa tidak relevan kalo untuk mengetahui kepribadian seseorang, karakter dan lain sebagainya wajar-wajar saja tapi jangan sampai kemudian menjadikan itu sebagai penentu apakah dia fit atau tidak untuk menjadi petugas di KPK," ujarnya.

Apalagi, AHY pun mendengar bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga sudah menyampaikan bahwa TWK tidak boleh menjadi parameter untuk mendiskualifikasi siapapun apalagi kemudian dimodifikasi alasannya, seolah-seola karena alasan tersebut tetapi ada alasan lain. Ia pun meyakini bahwa kebenaran akan terkuak dan mencari jalannya sendiri. "Nah ini nggak boleh, pada akhirnya akan mengetahui, kebenaran akan terkuak. Saya selalu meyakini kebenaran cepat atau lambat akan mencari jalannya sendiri, begitu pula dengan keadilan," ucap AHY.

Oleh karena itu, lulusan Harvard University ini menambahkan, Partai Demokrat meminta agar para penegak hukum ini bisa menjadi role model, sehingga masyarakat bisa menaruh harapan pada institusi penegak hukum.

"Jadi kami keluarga besar partai Demokrat ingin meyakinkan agar lembaga-lembaga penegak hukum itu juga bisa menjadi role model buat yang lainnya, agar masyarakat juga bisa menilai bahwa ada harapan terhadap negara nya, terhadap institusi-institusi yang memang harus menjalankan tugas-tugas yang tidak mudah tadi, menegakan kebenaran dan juga keadilan," pinta Direktur Eksekutif The Yudhoyono Institute itu.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kasus Muara Enim, Eks...
Kasus Muara Enim, Eks Penyidik KPK: WTP Penting Bagi Pemda, Malah Jadi Ajang Negosiasi
Kejagung: Sony Sanjaya...
Kejagung: Sony Sanjaya Tak Bisa Jadi Justice Collaborator Jika Menjadi Pelaku Utama
Kasus Sertifikasi K3,...
Kasus Sertifikasi K3, KPK Telusuri Aliran Uang ke Pihak Kemnaker
Kejagung Limpahkan 11...
Kejagung Limpahkan 11 Tersangka Kasus Korupsi Ekspor CPO ke Jaksa Penuntut Umum
OTT BPK, KPK: Ada Permintaan...
OTT BPK, KPK: Ada Permintaan Fee Rp1,6 Miliar untuk Ubah Hasil Audit di Muara Enim
OTT KPK di BPK Berujung...
OTT KPK di BPK Berujung 5 Tersangka, Bupati Muara Enim Edison Ikut Terjerat
Kasus Muara Enim, KPK:...
Kasus Muara Enim, KPK: Korupsi Terjadi sebelum Tahap Perencanaan-Penganggaran Dilakukan
AHY Jadi Ketua Komite...
AHY Jadi Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung Geser Luhut, Perpres Baru Diteken Prabowo
Sumatera Blackout, AHY:...
Sumatera Blackout, AHY: Sedang Diinvestigasi Permasalahan Utama
Rekomendasi
Jika Dicairkan, Aset...
Jika Dicairkan, Aset Beku Iran Jadi Oksigen Segar untuk Kebangkitan Ekonomi Iran
Akhirnya Eropa Izinkan...
Akhirnya Eropa Izinkan Fitur FSD Tesla Digunakan
Megawati Ziarah ke Makam...
Megawati Ziarah ke Makam Bung Karno, Hasto: Untuk Merawat Api Perjuangan yang Tak Pernah Padam
Berita Terkini
Presiden Jerman Kunjungi...
Presiden Jerman Kunjungi Indonesia, Dijadwalkan ke Istiqlal dan Katedral
Walhi Minta Pembahasan...
Walhi Minta Pembahasan Revisi UU HAM Ditunda
WNI Dianiaya di Malaysia,...
WNI Dianiaya di Malaysia, Kemlu Sebut 4 Pelaku Sudah Diamankan
Prabowo Panggil Purbaya...
Prabowo Panggil Purbaya hingga Bahlil ke Kertanegara, Ini yang Dibahas
PBNU Gelar Munas dan...
PBNU Gelar Munas dan Konbes di Ploso Kediri pada 20-23 Juni 2026, Presiden Prabowo Diundang
PKB Jabar Fest, Gus...
PKB Jabar Fest, Gus Muhaimin: Kita Tak Butuh Pemimpin Pencitraan
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved