Pemilih PDIP Lebih Suka Ganjar Ketimbang Puan Meskipun Sama-sama Populer
Minggu, 30 Mei 2021 - 17:26 WIB
loading...
A
A
A
Menurut dosen UIN Jakarta ini, ada alasan khusus kenapa Ganjar lebih disukai pemilih PDIP. Ganjar dinilai lebih merepresentasikan wong cilik dan juga rendah hati. Persepsi ini dilihat dari media sosial (medsos) Ganjar. Sementara Puan, elektabilitasnya tergerus sejumlah isu sensitif yang merugikan dirinya.
"Puan sedikit-sedikit mengkritik Sumatera Barat, tentang NKRI, kemudian matiin mic ketika ada orang interupsi, itu yang mengemuka, bukan apa yang dilakukan misalnya saat jadi pimpinan DPR," ungkap Adi.
Baca juga: Persepsi Negatif Polemik PDIP-Ganjar: Kader Banteng Haram Mimpi Nyapres
Oleh karena itu, Adi menambahkan bahwa Puan perlu pencitraan, karena politik saat ini memang butuh pencitraan. Jokowi pun menjadi presiden tidak terlepas dari pencitraan dan itu suatu hal yang tidak bisa dilepaskan. Tapi, dia mengingatkan bahwa pencitraan tetap 'kaki harus menyentuh ke tanah' (tetap turun ke masyarakat).
"Itu substansinya, di mana PDIP selalu merepresentasikan wong cilik. Ini titik balik yang feed back-nya cukup penting bagi PDIP. Tapi selama hanya Ganjar yang di-sliding, disebut sebagai politisi air mancur, selama itu juga ini akan dikaitkan dengan pencapresan 2024," pungkasnya.
"Puan sedikit-sedikit mengkritik Sumatera Barat, tentang NKRI, kemudian matiin mic ketika ada orang interupsi, itu yang mengemuka, bukan apa yang dilakukan misalnya saat jadi pimpinan DPR," ungkap Adi.
Baca juga: Persepsi Negatif Polemik PDIP-Ganjar: Kader Banteng Haram Mimpi Nyapres
Oleh karena itu, Adi menambahkan bahwa Puan perlu pencitraan, karena politik saat ini memang butuh pencitraan. Jokowi pun menjadi presiden tidak terlepas dari pencitraan dan itu suatu hal yang tidak bisa dilepaskan. Tapi, dia mengingatkan bahwa pencitraan tetap 'kaki harus menyentuh ke tanah' (tetap turun ke masyarakat).
"Itu substansinya, di mana PDIP selalu merepresentasikan wong cilik. Ini titik balik yang feed back-nya cukup penting bagi PDIP. Tapi selama hanya Ganjar yang di-sliding, disebut sebagai politisi air mancur, selama itu juga ini akan dikaitkan dengan pencapresan 2024," pungkasnya.
(muh)
Lihat Juga :