Pemilih PDIP Lebih Suka Ganjar Ketimbang Puan Meskipun Sama-sama Populer

Minggu, 30 Mei 2021 - 17:26 WIB
loading...
Pemilih PDIP Lebih Suka...
Ada sejumlah hal yang membuat elektabilitas Puan Maharani merosot di kalangan pemilih PDIP. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Hasil survei lembaga riset Parameter Politik Indonesia (PPI)pada Februari 2021 mencatat popularitas antara Puan Maharani dan Ganjar Pranowo setara di kalangan pemilih PDIP.

"Makanya saya yang beberapa kali diskusi ngeluarin data, misalnya data Februari lalu, saya kebetulan survei, terpilih secara terbuka Ganjar dengan Puan popularitasnya hampir sama. Di kisaran 60-62%, itu popularitas," kata Direktur Eksekutif PPI, Adi Prayitno dalam webinar yang bertajuk "Puan Iri Hati atau Ganjar Tak Tahu Diri" di kanal Youtube salah satu media daring, Minggu (30/5/2021).

Baca juga: Di Balik Perseteruan Puan dan Ganjar, Ada Benang Merah dengan Jokowi

Namun, Adi mengakui bahwa memang ada disparitas yang cukup jauh pada elektabilitas Puan dan Ganjar, di mana Ganjar lebih unggul dari pada Puan. Tetapi, elektabilitas Ganjar hanya unggul di 3 wilayah saja yakni, mayoritas pemilih PDIP di Jateng, sedikit pemilih di Jawa Timur (Jatim) dan Jawa Barta (Jabar).

"Selebihnya (daerah lain) tidak. Ini yang kemudian yang agak lucu dan perlu menjadi bahan evaluasi PDIP terutama Puan yang mewarisi trah ideologi politik Soekarno," ujarnya.

Menurut dosen UIN Jakarta ini, ada alasan khusus kenapa Ganjar lebih disukai pemilih PDIP. Ganjar dinilai lebih merepresentasikan wong cilik dan juga rendah hati. Persepsi ini dilihat dari media sosial (medsos) Ganjar. Sementara Puan, elektabilitasnya tergerus sejumlah isu sensitif yang merugikan dirinya.

"Puan sedikit-sedikit mengkritik Sumatera Barat, tentang NKRI, kemudian matiin mic ketika ada orang interupsi, itu yang mengemuka, bukan apa yang dilakukan misalnya saat jadi pimpinan DPR," ungkap Adi.

Baca juga: Persepsi Negatif Polemik PDIP-Ganjar: Kader Banteng Haram Mimpi Nyapres

Oleh karena itu, Adi menambahkan bahwa Puan perlu pencitraan, karena politik saat ini memang butuh pencitraan. Jokowi pun menjadi presiden tidak terlepas dari pencitraan dan itu suatu hal yang tidak bisa dilepaskan. Tapi, dia mengingatkan bahwa pencitraan tetap 'kaki harus menyentuh ke tanah' (tetap turun ke masyarakat).

"Itu substansinya, di mana PDIP selalu merepresentasikan wong cilik. Ini titik balik yang feed back-nya cukup penting bagi PDIP. Tapi selama hanya Ganjar yang di-sliding, disebut sebagai politisi air mancur, selama itu juga ini akan dikaitkan dengan pencapresan 2024," pungkasnya.
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Guntur Romli Tepis Tuduhan...
Guntur Romli Tepis Tuduhan BEM Bersatu: Kegilaan Logika Cocokologi yang Dipaksakan
Aliansi BEM Bersatu...
Aliansi BEM Bersatu Endus Dugaan Keterlibatan Politikus PDIP dalam Aksi Tolak MBG
Megawati Tegaskan Prabowo...
Megawati Tegaskan Prabowo Bukan Musuh: Itu Teman Saya
Jokowi Bakal Masuk PSI,...
Jokowi Bakal Masuk PSI, Deddy Sitorus PDIP: Terus Terang Kami Tidak Takut
Tiyo Eks Ketua BEM UGM...
Tiyo Eks Ketua BEM UGM Mengaku Ditawari Miliaran Rupiah dari Lembaga Berbintang, Ini Respons TNI
PDIP Dorong Program...
PDIP Dorong Program MBG Beralih ke Dapur Berbasis Sekolah
Megawati Ziarah ke Makam...
Megawati Ziarah ke Makam Bung Karno, Hasto: Untuk Merawat Api Perjuangan yang Tak Pernah Padam
SDN di NTT Dibongkar...
SDN di NTT Dibongkar untuk KDMP, Andreas PDIP: Jangan Korbankan Program Lainnya
Kondisi Fiskal dan Moneter...
Kondisi Fiskal dan Moneter RI Disentil PDIP: Utang Harus Dibayar dengan Utang
Rekomendasi
FIFGROUP Raih Lima Penghargaan...
FIFGROUP Raih Lima Penghargaan di HR Asia Awards 2026
Gading Serpong Perkuat...
Gading Serpong Perkuat Posisi sebagai Koridor Komersial
Asabri Gandeng 119 RS...
Asabri Gandeng 119 RS TNI Perluas Akses Jaminan Sosial Prajurit
Berita Terkini
Timwas Sebut Presiden...
Timwas Sebut Presiden Prabowo Ingin Antrean Haji Dipangkas Lagi
Belajar dari Inggris,...
Belajar dari Inggris, Tembakau Alternatif Bisa Hentikan Kebiasaan Merokok
Mahkamah Konstitusi...
Mahkamah Konstitusi Beri Waktu 2 Tahun untuk Revisi UU Advokat
Polisi Tahan 2 Tersangka...
Polisi Tahan 2 Tersangka Baru Kasus TPPU Tambang Emas Ilegal
PKB Instruksikan DPC...
PKB Instruksikan DPC dan DPW Berdialog dengan Mahasiswa
Ajukan Tambahan Anggaran...
Ajukan Tambahan Anggaran Rp762 Miliar, KPK: Kami Tidak Muluk-muluk
Infografis
Perbandingan Kekuatan...
Perbandingan Kekuatan Militer Iran vs Israel, Siapa Lebih Unggul?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved