Tegaskan Tidak Perjuangkan Satu Pegawai Berlabel Merah, Wakil Ketua KPK: Itu Kriteria, Bukan Orang
Sabtu, 29 Mei 2021 - 13:01 WIB
loading...
A
A
A
"Kita dapat menyepakati agar kriteria yang hijau dan kuning dicabut seluruhnya dan dari yang merah dicabut satu kriteria, setelah diaplikasikan menjadikan terangkat 24 orang dari 75 yang semula TMS (tidak memenuhi syarat) menjadi MS (memenuhi syarat) namun dengan perlu pembinaan dengan diklat wawasan berkebangsaan," ungkapnya.
Diberitakan sebelumnya, Ghufron mengungkapkan bahwa proses pembinaan 24 pegawai dari 75 pegawai yang tak lolos itu bakal dilakukan pembinaan dengan beberapa piha. "Jadi ada proses pembinaan, dan kami akan bekerja sama dengan Kemenhan untuk lakukan pembinaan wawasan kebangsaan," ungkapnya.
Ghufron pun mengklaim pihaknya telah berusaha maksimal untuk menyelamatkan 75 Pegawai KPK yang tak lolos TWK itu. Namun, pihaknya hanya berhasil menyelamatkan 24 pegawai saja dan akan dibina terlebih dahulu.
"Untuk itu kami melakukan koordinasi di BKN, tetapi sekali lagi dengan segala kerendahan hati kami mohon maaf ternyata yang masih bisa dinego kan hanya 24. Bahwa kemudian seandainya 24 enggak mau dibina, kami enggak bisa berandai-andai kalau tidak mau. Tapi kami akan nanti menunggu faktanya saja," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, Ghufron mengungkapkan bahwa proses pembinaan 24 pegawai dari 75 pegawai yang tak lolos itu bakal dilakukan pembinaan dengan beberapa piha. "Jadi ada proses pembinaan, dan kami akan bekerja sama dengan Kemenhan untuk lakukan pembinaan wawasan kebangsaan," ungkapnya.
Ghufron pun mengklaim pihaknya telah berusaha maksimal untuk menyelamatkan 75 Pegawai KPK yang tak lolos TWK itu. Namun, pihaknya hanya berhasil menyelamatkan 24 pegawai saja dan akan dibina terlebih dahulu.
"Untuk itu kami melakukan koordinasi di BKN, tetapi sekali lagi dengan segala kerendahan hati kami mohon maaf ternyata yang masih bisa dinego kan hanya 24. Bahwa kemudian seandainya 24 enggak mau dibina, kami enggak bisa berandai-andai kalau tidak mau. Tapi kami akan nanti menunggu faktanya saja," pungkasnya.
(zik)
Lihat Juga :