PAN Bilang Diveto Amien Rais saat Mau Dukung Jokowi, Begini Respons Waketum Partai Ummat

Sabtu, 29 Mei 2021 - 10:41 WIB
loading...
PAN Bilang Diveto Amien...
Waketum Partai Ummat Agung Mozin. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno membeberkan partainya pernah diminta membatalkan keputusannya (diveto) ketika ingin bergabung Koalisi Jokowi-Ma'ruf Amin pada Pemilu Presiden (Pilpres) 2019. Yang mem-veto adalah Amien Rais.

Pengakuan Eddy Soeparno itu direspons loyalis Amien Rais yang kini menjadi Waketum Partai Ummat Agung Mozin. "Tidak punya semangat reformasi atau perjuangan di saat rakyat sedang menyaksikan ketidakadilan dan kezaliman kolosal kok masih ada orang yang mengemis kekuasaan dengan membuang tokoh Amien Rais," kata Agung kepada SINDOnews, Sabtu (29/5/2021).

Pria yang akrab disapa Bang Amoz ini mengatakan, Eddy Soeparno lupa dengan nama harum Amien Rais yang semakin semerbak. "Semakin merendahkan dirinya di hadapan kekuasaan," ujarnya.

Baca juga: Refly Harun: Partai Ummat Barangkali Akan Diwaspadai Kekuasaan Politik Hari Ini

Dia juga menilai apa yang disampaikan Eddy sungguh tak elok. "Hanya untuk sekadar meyakinkan Jokowi. Saat ini Jokowi dan koalisi tidak butuh PAN," kata Amoz.

Diberitakan sebelumnya, Eddy Soeparno membeberkan bahwa partainya pernah diminta membatalkan keputusannya (diveto) ketika ingin bergabung Koalisi Jokowi-Ma'ruf Amin pada Pemilu Presiden (Pilpres) 2019. "Kejadiannya hari itu dua hari sebelum PAN mengumumkan pencapresan Prabowo-Sandi sebelum Pilpres," kata Eddy dalam sebuah diskusi yang digelar secara daring, Jumat (28/5/2021).

Baca juga: PAN Ungkap Pernah Diveto Amien Rais Ketika Ingin Gabung Jokowi-Ma'ruf di Pilpres 2019

Sebagai Sekjen, kala itu Eddy sudah berkomunikasi dengan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto untuk memberikan kabar bahwa PAN akan bergabung dengan koalisinya, yakni mengusung pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin. Namun, keputusan itu akhirnya pupus setelah mendapat arahan lain dari tokoh sentral PAN saat itu, yakni Amien Rais.

"Tetapi karena waktu itu kita diveto, kemudian kita gabung dengan Prabowo-Sandi. Waktu itu memang, meskipun Ketua Umumnya Zulkifli Hasan tapi tentu kita mendengarkan tokoh sentral kita, tokoh senior kita pada saat itu, apa pandangan beliau dan kita betul-betul memang pandangannya berbeda," katanya.

Eddy menceritakan, dalam momen itu dia pun menyampaikan alasan keinginan PAN yang akan bergabung dengan Koalisi Jokowi-Ma'ruf Amin. Menurutnya, partai berlambang matahari ini tak memiliki DNA untuk menjadi partai oposisi. "Dan saya terus terang dihujat banyak di kalangan internal kita kok sekjen sangat berani mengatakan PAN tidak punya DNA oposisi. Memang demikian adanya menurut saya," ujarnya.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kasus Tudingan Ijazah...
Kasus Tudingan Ijazah Segera Disidang, Pengacara Pastikan Jokowi Hadir
Sidang Kasus Tudingan...
Sidang Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi Digelar di PN Jakarta Timur
Jokowi Minta PSI Dukung...
Jokowi Minta PSI Dukung Prabowo-Gibran 2 Periode, AHY: Pemilu 2029 Masih Lama
Prabowo Ucapkan Selamat...
Prabowo Ucapkan Selamat Ulang Tahun Ke-65 untuk Jokowi
Mantan Wakapolri: Polisi...
Mantan Wakapolri: Polisi yang Bawa Dokter Tifa ke RS Polri Pernah Dampingi Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Temui Jokowi
Asosiasi Dosen Ilmu...
Asosiasi Dosen Ilmu Hukum dan Kriminologi Indonesia: Jokowi Apresiasi UU Polri Baru
Roy Suryo Titip Pesan...
Roy Suryo Titip Pesan ke Massa Aksi Demo: Jangan Disusupi, Aparat Harus Humanis
Jokowi Buka Suara! Soal...
Jokowi Buka Suara! Soal Kasus Laptop Nadiem: Semua Kebijakan dari Presiden
Kasus Tudingan Ijazah...
Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi Segera Disidang, Roy Suryo: Kayaknya Ini Didorong Termul yang Ngamuk
Rekomendasi
Pecahkan Rekor Piala...
Pecahkan Rekor Piala Dunia, Gol Bersejarah Lionel Messi Tuai Perdebatan
5 Poin Penting Perundingan...
5 Poin Penting Perundingan Damai Iran-AS Putaran Pertama, dari Pencairan Aset hingga Lebanon
2 Fakta Stasiun JIS:...
2 Fakta Stasiun JIS: Hanya Miliki Satu Peron dan Beroperasi hingga Pukul 21.30 WIB
Berita Terkini
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Dikabulkan Penangguhan Penahannya, Kubu Jokowi Buka Suara
Penahanan Roy Suryo...
Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangguhkan Kejaksaan, Kapolri: Kewajiban Kami Telah Selesai
37 Organisasi Tolak...
37 Organisasi Tolak Desakan MUI Agar Pelaku dan Pengkampanye LGBT Dipidana
Kasus Tudingan Ijazah...
Kasus Tudingan Ijazah Segera Disidang, Pengacara Pastikan Jokowi Hadir
Qodari: Haji 2026 Lancar,...
Qodari: Haji 2026 Lancar, Masa Tunggu Dipangkas dan Layanan Ditingkatkan
KPK Perpanjang Penahanan...
KPK Perpanjang Penahanan Eks Wamen Imipas Silmy Karim Cs selama 40 Hari
Infografis
PNS Mau Diganti dengan...
PNS Mau Diganti dengan Robot? Tjahjo: Keinginan Pak Jokowi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved