Diduga Korban Perdagangan Orang, 22 Pekerja Migran di Suriah Dipulangkan

Jum'at, 28 Mei 2021 - 22:24 WIB
loading...
Diduga Korban Perdagangan...
Puluhan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) di Suriah, akhirnya pulang ke Tanah Air. Foto: Ilustrasi/SINDOphoto
A A A
TANGERANG - Puluhan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) di Suriah, akhirnya pulang ke Tanah Air. Proses pemulangan ini tidak mudah, karena di tengah konflik.

Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran (BP2MI) Benny Ramdhani mengatakan, ada 22 PMI yang berhasil dipulangkan dari Suriah. Mereka dipulangkan dengan perjalanan udara. Baca juga: Tiba di Indonesia, Pekerja Migran Diisolasi Mandiri Selama 5 Hari di RSDC

"Suriah merupakan negara konflik yang sejak 2011, telah dilarang Republik Indonesia, dalam penempatan pekerja ke negara tersebut," katanya di Bandara Soekarno Hatta (Soetta), Tangerang, Jumat (28/5/2021).

Pemerintah Indonesia, telah menerbitkan aturan melarang penempatan PMI ke negara konflik, seperti Suriah. Aturan itu, dikeluarkan Kemenaker pada 2021.

"Pada 2015, Kemenaker membuat aturan pekerja rumah tangga diperseorangan itu tidak diperbolehkan. Artinya, pengiriman pekerja ke negara konflik, termasuk Suriah tidak diperbolehkan," pungkasnya.

Menurutnya, penempatan PMI ke wilayah negara konflik, di atas tahun 2011 dan 2015 adalah ilegal. Pihaknya menduga, ke-22 PMI ini merupakan korban TPPO. Baca juga: Menaker Paparkan Langkah Pemerintah Lindungi Pekerja Migran di Masa Pandemi

"Ya, ini jelas Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Intinya, ini tidak mungkin terjadi, jika para pelaku atau sindikat ini tidak dibekingi oleh oknum, atau memiliki atributif kekuasaan," pungkasnya.
(mhd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
10.151 WNI Eks Pekerja...
10.151 WNI Eks Pekerja Online Scam di Kamboja Minta Pulang ke Indonesia
Komisi XIII DPR Dorong...
Komisi XIII DPR Dorong Penguatan Regulasi dan Koordinasi Penanganan TPPO
Modus TPPO Semakin Kompleks,...
Modus TPPO Semakin Kompleks, Pengawasan Internal Harus Diperkuat dan Transparan
Kasus TPPO Turun Signifikan,...
Kasus TPPO Turun Signifikan, Hendarsam: Kerentanan di Daerah Migran Masih Tinggi
Ratifikasi Konvensi...
Ratifikasi Konvensi ILO 188, Perlindungan Pekerja Laut Perlu Diperkuat
Prihatin Kapal TKI Ilegal...
Prihatin Kapal TKI Ilegal Tenggelam di Malaysia, DPR: Ada Indikasi Kuat Pelanggaran HAM
Kepala FSB Rusia: Barat...
Kepala FSB Rusia: Barat akan Kerahkan ISIS Suriah dalam Perang Melawan Iran
Mahasiswa dan Pekerja...
Mahasiswa dan Pekerja Asing Kini akan Dipaksa Tinggalkan AS untuk Ajukan Green Card
Kisah Deni Maulana,...
Kisah Deni Maulana, Anak PMI Yordania yang Sukses Jadi Mahasiswa Berprestasi UGM
Rekomendasi
AS Klaim Tembak Jatuh...
AS Klaim Tembak Jatuh Banyak Drone Iran
Pertamina Hulu Rokan...
Pertamina Hulu Rokan Buka Magang Kerja 2026 untuk Lulusan D3-S1, Cek Syaratnya
Dunia Segara Akan Dengar...
Dunia Segara Akan Dengar Gema Kemenangan Iran
Berita Terkini
Menhan Jepang Temui...
Menhan Jepang Temui Presiden Prabowo di Kertanegara, Penguatan Kerja Sama Pertahanan Dibahas
Kritik Menggema Jelang...
Kritik Menggema Jelang Muktamar, Warga NU Depok Soroti Tata Kelola PBNU
BPJS Kesehatan Pastikan...
BPJS Kesehatan Pastikan Layanan Peserta Tanpa Diskriminasi
MBG Perlu Dilanjutkan...
MBG Perlu Dilanjutkan dengan Evaluasi, Perbaikan Tata Kelola, dan Efisiensi Anggaran
Demonstrasi Ketidakpastian...
Demonstrasi Ketidakpastian Hukum dalam Penanganan Perkara dr Tifa dan Roy Suryo pada Polemik Ijazah Joko Widodo
Harga Pertamax Naik,...
Harga Pertamax Naik, Pengamat UGM: Tak Bisa Ditahan Lagi Pemerintah
Infografis
13 Orang Meninggal Akibat...
13 Orang Meninggal Akibat Insiden Pemusnahan Amunisi di Garut
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved