Sangat Masuk Akal kalau Megawati Calonkan Trah Bung Karno, yang Jadi Soal...
Jum'at, 28 Mei 2021 - 13:06 WIB
loading...
A
A
A
Ditanya soal kemungkinan duet Prabowo Subianto-Puan Maharani, Salim berpikir-pikir apakah Megawati mau menerima kenyataan politik bahwa Puan Maharani hanya pantas dicalonkan menjadi wakil presiden, mendampingi Prabowo Subianto. "Saya agak ragu apakah Ibu Mega mau melakukan hal itu, mengorbitkan putrinya, trah Bung Karno, untuk hanya menjadi wakil presiden," ujarnya.
Baca juga: Ganjar Tidak Mungkin Berkonfrontasi dengan Siapa Pun di PDIP
Salim mengatakan, dalam politik ada yang disebut riil politik. Pada 2014, ketika Mega menerima dan mencalonkan Joko Widodo (Jokowi), beliau menerima kenyataan riil politik. "Paling tidak beliau berhasil mencegah Prabowo menjadi presiden. Untuk itu beliau dukung Jokowi dan berhasil. Kalkulasi Bu Mega berhasil, benar, bahwa Jokowi bisa menang dan memang menang," ujarnya.
Dia menambahkan, seandainya jelang Pilpres 2024 ada keraguan dari Mega bahwa Puan tidak mungkin jadi presiden, mungkin karena survei atau apa, apakah Mega mau menerima putrinya hanya menjadi wakil presiden dan membiarkan Prabowo menjadi presiden? "Itu satu pertanyaan. Jangan lupa, pada saat itu nanti kemungkinan ada pasangan-pasangan lain yang akan bertarung. Nah, kita lihat perkembangannya. Sehingga sekarang orang boleh menduga-duga, tetapi saya kira kalau kita mau realistis, kita lihat
perkembangan itu nanti menjelang pemilihan presiden," jelasnya.
Ditanya apakah Megawati akan merestui Ganjar, Salim mengatakan, pengalaman memilih Jokowi melawan Prabowo pada Pilpres 2014 membuktikan bahwa Mega cukup realistis. "Sehingga, kalau kenyataan di lapangan menunjukkan suara Ibu Puan itu tidak memberikan janji kepada Ibu Mega bahwa beliau akan bisa menjadi presiden, sementara Ganjar potensinya lebih besar, saya kira Ibu Mega tidak harga mati. Beliau politisi, politikus punya kalkulasi-kalkulasi dan tidak memberikan kesempatan kepada orang
lain, kekuatan lain dengan mengorbankan kader PDIP. Mungkin saja."
Baca juga: Ganjar Tidak Mungkin Berkonfrontasi dengan Siapa Pun di PDIP
Salim mengatakan, dalam politik ada yang disebut riil politik. Pada 2014, ketika Mega menerima dan mencalonkan Joko Widodo (Jokowi), beliau menerima kenyataan riil politik. "Paling tidak beliau berhasil mencegah Prabowo menjadi presiden. Untuk itu beliau dukung Jokowi dan berhasil. Kalkulasi Bu Mega berhasil, benar, bahwa Jokowi bisa menang dan memang menang," ujarnya.
Dia menambahkan, seandainya jelang Pilpres 2024 ada keraguan dari Mega bahwa Puan tidak mungkin jadi presiden, mungkin karena survei atau apa, apakah Mega mau menerima putrinya hanya menjadi wakil presiden dan membiarkan Prabowo menjadi presiden? "Itu satu pertanyaan. Jangan lupa, pada saat itu nanti kemungkinan ada pasangan-pasangan lain yang akan bertarung. Nah, kita lihat perkembangannya. Sehingga sekarang orang boleh menduga-duga, tetapi saya kira kalau kita mau realistis, kita lihat
perkembangan itu nanti menjelang pemilihan presiden," jelasnya.
Ditanya apakah Megawati akan merestui Ganjar, Salim mengatakan, pengalaman memilih Jokowi melawan Prabowo pada Pilpres 2014 membuktikan bahwa Mega cukup realistis. "Sehingga, kalau kenyataan di lapangan menunjukkan suara Ibu Puan itu tidak memberikan janji kepada Ibu Mega bahwa beliau akan bisa menjadi presiden, sementara Ganjar potensinya lebih besar, saya kira Ibu Mega tidak harga mati. Beliau politisi, politikus punya kalkulasi-kalkulasi dan tidak memberikan kesempatan kepada orang
lain, kekuatan lain dengan mengorbankan kader PDIP. Mungkin saja."
(zik)
Lihat Juga :