Anggapan PDIP Bikin Drama Naikkan Nama Ganjar Pranowo Dinilai Keliru
Jum'at, 28 Mei 2021 - 11:13 WIB
loading...
Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi meyakinkan bahwa adanya anggapan drama yang dilakukan oleh PDIP untuk menaikan nama Ganjar Pranowo merupakan tuduhan yang salah. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi meyakinkan bahwa adanya anggapan drama yang dilakukan oleh PDIP untuk menaikan nama Ganjar Pranowo merupakan tuduhan yang salah. Adapun dia menyampaikan argumen ini pada kanal YouTube Helmi Yahya Bicara dengan video berjudul "Menghitung Peluang Capres Ganjar, Anies, Prabowo, Ahok Gimana Ya?"
"Jadi kalau ada anggapan bahwa kemarin semacam drama yang sengaja diciptakan untuk menaikkan nama Ganjar, salah. Jelas itu bukan drama," ujar Muhtadi dilansir dari video unggahan Helmy Yahya Bicara, Jumat (28/05/2021). Baca juga: Duet Prabowo-PDIP Realisasi Perjanjian Batu Tulis yang Tertunda?
Menurutnya, adanya peristiwa PDIP-Ganjar menunjukkan adanya rivalitas yang kuat pada faksi internal partai. Hal ini menyusul mengenai calon yang diusung oleh PDIP dalam Pilpres 2024 mendatang.
"Memang ada rivalitas, antara faksi-faksi di internal partai, terutama terkait dengan siapa yang diusung di 2024," katanya.
Muhtadi juga menyebutkan bahwa pernyataan keras Bambang Wuryanto (Pacul) merupakan salah satu bukti adanya persaingan di dalam faksi PDIP.
"Jadi kalau ada anggapan bahwa kemarin semacam drama yang sengaja diciptakan untuk menaikkan nama Ganjar, salah. Jelas itu bukan drama," ujar Muhtadi dilansir dari video unggahan Helmy Yahya Bicara, Jumat (28/05/2021). Baca juga: Duet Prabowo-PDIP Realisasi Perjanjian Batu Tulis yang Tertunda?
Menurutnya, adanya peristiwa PDIP-Ganjar menunjukkan adanya rivalitas yang kuat pada faksi internal partai. Hal ini menyusul mengenai calon yang diusung oleh PDIP dalam Pilpres 2024 mendatang.
"Memang ada rivalitas, antara faksi-faksi di internal partai, terutama terkait dengan siapa yang diusung di 2024," katanya.
Muhtadi juga menyebutkan bahwa pernyataan keras Bambang Wuryanto (Pacul) merupakan salah satu bukti adanya persaingan di dalam faksi PDIP.
Lihat Juga :