Sekjen Gerindra: Prabowo Mungkin Ada Peluang Bersama PDIP
Kamis, 27 Mei 2021 - 15:13 WIB
loading...
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri bersama Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto. FOTO/DOK.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Partai Gerindra membuka peluang kemungkinan Prabowo Subianto dipasangkan dengan kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Alasannya, kedua pimpinan partai memiliki hubungan yang baik.
"Hubungan kita yang baik dengan PDIP, hubungan Pak Prabowo yang baik dengan Ibu Mega saya kira saudara-saudara semua sudah tahu, sejak beliau belum ditetapkan sebagai Menteri Pertahanan," kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Gerindra Ahmad Muzani kepada wartawan di Hotel Sahid, Jakarta, Kamis (27/5/2021).
"Dan sampai sekarang hubungan itu baik tidak ada masalah dan itu menjadi sebuah kemungkinan adanya peluang untuk dimungkinkannya Pak Prabowo maju bersama PDIP," ujarnya.
Baca juga: Ditanya Soal Duet Prabowo-Puan, Gerindra Masih 'Malu-malu Kucing'
Namun, Muzani menegaskan bahwa belum ada pembicaraan yang rinci mengenai rencana koalisi antara kedua partai ini. "Tapi sekali lagi pembicaraan tentang hal itu belum sampai pada hal detail," tegasnya.
Saat ditanya soal perjanjian batu tulis Gerindra dan PDIP, Muzani menjelaskan bahwa perjanjian batu tulis adalah perjanjian yang ditandatangani tahun 2009 dan itu berlaku untuk agenda politik tahun 2014. Jadi, perjanjian batu tulis adalah sejarah.
"Hubungan kita yang baik dengan PDIP, hubungan Pak Prabowo yang baik dengan Ibu Mega saya kira saudara-saudara semua sudah tahu, sejak beliau belum ditetapkan sebagai Menteri Pertahanan," kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Gerindra Ahmad Muzani kepada wartawan di Hotel Sahid, Jakarta, Kamis (27/5/2021).
"Dan sampai sekarang hubungan itu baik tidak ada masalah dan itu menjadi sebuah kemungkinan adanya peluang untuk dimungkinkannya Pak Prabowo maju bersama PDIP," ujarnya.
Baca juga: Ditanya Soal Duet Prabowo-Puan, Gerindra Masih 'Malu-malu Kucing'
Namun, Muzani menegaskan bahwa belum ada pembicaraan yang rinci mengenai rencana koalisi antara kedua partai ini. "Tapi sekali lagi pembicaraan tentang hal itu belum sampai pada hal detail," tegasnya.
Saat ditanya soal perjanjian batu tulis Gerindra dan PDIP, Muzani menjelaskan bahwa perjanjian batu tulis adalah perjanjian yang ditandatangani tahun 2009 dan itu berlaku untuk agenda politik tahun 2014. Jadi, perjanjian batu tulis adalah sejarah.
Lihat Juga :