Resmikan Gedung Baru IPDN, Menko AHY: Ciptakan Birokrasi Adaptif, Inovatif, dan Berkelanjutan
Kamis, 08 Mei 2025 - 08:08 WIB
loading...
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meresmikan tiga gedung fakultas baru Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Jatinangor. Foto: Ist
A
A
A
JATINANGOR - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meresmikan tiga gedung fakultas baru Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Jatinangor. Ketiga gedung fakultas itu yakni Fakultas Manajemen Pemerintahan, Fakultas Politik Pemerintahan, dan Fakultas Perlindungan Masyarakat.
Dalam kuliah umum yang disampaikan AHY, terdapat 3 poin besar tantangan global saat ini mengenai bagaimana membangun Indonesia hari ini dan masa depan serta beberapa pesan untuk para praja.
Baca juga: Daftar Jurusan Sekolah Kedinasan IPDN, Mana Pilihanmu?
Menurut dia, praja harus aware terkait tantangan global. “Global population di mana pada tahun 2050 diprediksi penduduk dunia menjadi 10 miliar dan peningkatan ini berbanding terbalik dengan sumber daya alam yang semakin terbatas. Inilah yang nantinya memicu eskalasi persaingan antarnegara mendapatkan SDA yang pada ujungnya akan memicu peperangan,” ujar AHY.
Perubahan iklim juga menjadi ancaman non tradisional yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan dunia dan masih banyak lagi.
“Sebagai kader pemerintahan, praja jangan hanya fokus kepada tugas administratif tapi ciptakan pula sistem birokrasi yang adaptif, inovatif, dan berkelanjutan. Berikan pelayanan publik yang cepat, tepat dan transparan”, tuturnya.
Dia meyakini praja IPDN merupakan arsitek tata kelola pemerintahan dan penjaga arah perjalanan bangsa ke depan.
Dalam kuliah umum yang disampaikan AHY, terdapat 3 poin besar tantangan global saat ini mengenai bagaimana membangun Indonesia hari ini dan masa depan serta beberapa pesan untuk para praja.
Baca juga: Daftar Jurusan Sekolah Kedinasan IPDN, Mana Pilihanmu?
Menurut dia, praja harus aware terkait tantangan global. “Global population di mana pada tahun 2050 diprediksi penduduk dunia menjadi 10 miliar dan peningkatan ini berbanding terbalik dengan sumber daya alam yang semakin terbatas. Inilah yang nantinya memicu eskalasi persaingan antarnegara mendapatkan SDA yang pada ujungnya akan memicu peperangan,” ujar AHY.
Perubahan iklim juga menjadi ancaman non tradisional yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan dunia dan masih banyak lagi.
“Sebagai kader pemerintahan, praja jangan hanya fokus kepada tugas administratif tapi ciptakan pula sistem birokrasi yang adaptif, inovatif, dan berkelanjutan. Berikan pelayanan publik yang cepat, tepat dan transparan”, tuturnya.
Dia meyakini praja IPDN merupakan arsitek tata kelola pemerintahan dan penjaga arah perjalanan bangsa ke depan.
Lihat Juga :