Klasemen Papan Survei Capres Masih Dirajai Prabowo, Ganjar dan Anies
Minggu, 23 Mei 2021 - 08:31 WIB
loading...
Nama Prabowo, Ganjar, Anies dan Ridwan Kamil masih sengit di papan atas. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Direktur Riset Indonesian Presidential Studies (IPS), Arman Salam menyatakan, saat ini survei opini publik sering dijadikan sebagai alat untuk memotret opini kekinian dalam berbagai bidang baik politik, ekonomi, sosial dan pertahanan dan keamanan, termasuk potret kinerja anggota kabinet.
Baca juga: Ini Tiga Kriteria Capres 2024 yang Bakal Diusung PDIP
Hal itu dikatakan Arman menanggapi hasil temuan lembaga survei Akar Rumput Strategic Consulting (ARSC) yang memotret menteri kabinet pemerintahan Jokowi yang menempatkan Sandiaga S Uno, Prabowo Subianto, dan Airlangga Hartarto sebagai menteri dengan elektabilitas tertinggi dan berpeluang menjadi Capres 2024.
Baca juga: Paska Isu Kudeta Demokrat, AHY Masuk 3 Besar Ketum Parpol Laik Capres 2024
"Namun dalam melakukan survei tentu harus memiliki ilmu tentang teknik sampling yang mumpuni. Termasuk dalam membuat aneka pertanyaan harus diuji validitas dan reabilitasnya agar hasilnya akurat paling tidak mendekati kondisi sesungguhnya," tutur Arman saat dihubungi, Minggu (23/5/2021).
Menurut Arman, melakukan kombinasi figur-figur Capres untuk diuji elektabilitasnya menjadi hal yang biasa saja. Namun dalam konteks analisa perlu ditegaskan kembali jika figur tersebut disegmentasikan atau dicluster secara terbatas.
Baca juga: Susi Pudjiastuti dan Risma Dinilai Sosok Perempuan yang Laik Masuk Capres 2024
Baca juga: Ini Tiga Kriteria Capres 2024 yang Bakal Diusung PDIP
Hal itu dikatakan Arman menanggapi hasil temuan lembaga survei Akar Rumput Strategic Consulting (ARSC) yang memotret menteri kabinet pemerintahan Jokowi yang menempatkan Sandiaga S Uno, Prabowo Subianto, dan Airlangga Hartarto sebagai menteri dengan elektabilitas tertinggi dan berpeluang menjadi Capres 2024.
Baca juga: Paska Isu Kudeta Demokrat, AHY Masuk 3 Besar Ketum Parpol Laik Capres 2024
"Namun dalam melakukan survei tentu harus memiliki ilmu tentang teknik sampling yang mumpuni. Termasuk dalam membuat aneka pertanyaan harus diuji validitas dan reabilitasnya agar hasilnya akurat paling tidak mendekati kondisi sesungguhnya," tutur Arman saat dihubungi, Minggu (23/5/2021).
Menurut Arman, melakukan kombinasi figur-figur Capres untuk diuji elektabilitasnya menjadi hal yang biasa saja. Namun dalam konteks analisa perlu ditegaskan kembali jika figur tersebut disegmentasikan atau dicluster secara terbatas.
Baca juga: Susi Pudjiastuti dan Risma Dinilai Sosok Perempuan yang Laik Masuk Capres 2024
Lihat Juga :