Pidato Menlu di PBB Bukti Sikap Tegas dan Konsisten Presiden Terkait Palestina

Sabtu, 22 Mei 2021 - 14:36 WIB
loading...
Pidato Menlu di PBB...
Ketua Umum Balad Jokowi, Muhammad Muchlas Rowi,mengatakan, pidato Menlu Retno Marsudi di PBB bukti sikap tegas Presiden Jokowi terkait Palestina. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Konflik bersenjata antara Israel dengan Palestina di Jalur Gaza akhirnya berakhir, setelah tercapainya gencatan senjata antara kedua belah pihak. Meski begitu, konflik yang berlangsung 11 hari tersebut telah menyebabkan kehancuran dan korban jiwa yang tak sedikit.

Ketua Umum Balad Jokowi, Muhammad Muchlas Rowi, menyambut baik gencatan senjata kedua belah pihak serta mengapresiasi keputusan kedua negara untuk mengakhiri kontak senjata sebagai upaya mengakhiri kekerasan di Wilayah Gaza. Baca juga: Muhammad Ali Taher, Raja Media Palestina yang Enggak Basa-Basi Bantu Perjuangan Kemerdekaan Indonesia

“Bersyukur meski tetap sedih dan ringkih. Satu sisi karena tercapai kesepakatan gencatan senjata, namun sisi lain ada korban jiwa yang tak sedikit dan kehancuran yang luar biasa akibat perang beberapa hari saja. Terutama adanya korban sipil, dan fasilitas umum seperti rumah sakit dan kantor beberapa media yang ikut hancur,” ujar Kang Awa, sapaan akrab Muchlas Rowi kepada awak media di Jakarta, Sabtu (22/5). Baca juga: Israel Kembali Berulah di Al-Aqsa, Fadli Zon: Memang Tidak Bisa Dipercaya

Founder MMG ini juga mengapresiasi sikap tegas Presiden Jokowi seperti disampaikan Menlu Retno Marsudi di Sidang Majelis Umum PBB di New York, Kamis kemarin. Sikap ini menjawab tudingan sebagian orang soal sikap Jokowi yang lembek dalam kasus konflik Palestina-Israel. “Presiden Jokowi melalui Menlu Retno di Sidang Majelis Umum PBB memperlihatkan sikap tegasnya soal konflik Palestina saat ini. Presiden Jokowi juga konsisten selama ini dengan tidak pernah mau membuka hubungan diplomatik dengan Israel secara khusus dengan Israel,”ujarnya.

Menurut Muchlas, ketegasan dan kekonsistenan inilah yang membuat Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh meminta Presiden Jokowi secara langsung melalui sambungan telepon untuk memobilisasi dukungan negara Islam dan internasional terhadap Palestina. “Pemimpin Hamas tentu tahu betul siapa Presiden Jokowi, sampai-sampai dia beranikan untuk menelpon secara langsung dan meminta Indonesia untuk membantu memobilisasi dukungan negara-negara Islam lainnya,” tegasnya.

Meski ada gencatan senajata, Muchlas Rowi mengingatkan jika tugas berat justru ada di hadapan mata. Muchlas mengutip pernyataan akhir Menlu Retno di Sidang PBB, untuk mengakhiri pendudukan Israel di Palestina. “Tugas berat ada di hadapan mata saat ini, yakni memastikan keadilan untuk Palestina. Semua negara Islam harus bersatu melawan tindakan ilegal Israel dan mengakhiri kependudukan di Palestina,“ tutupnya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prabowo: Saya Kalau...
Prabowo: Saya Kalau ke Luar Negeri Sangat Dihormati, Banyak Negara Minta Bantuan Kita
Dikritik Sering ke Luar...
Dikritik Sering ke Luar Negeri, Prabowo: Untuk Amankan Minyak, Gue Harus ke Mana-mana
Prabowo Sebut Indonesia...
Prabowo Sebut Indonesia Bisa Keluar dari BoP Jika Tak Bermanfaat bagi Palestina
Baznas RI Distribusikan...
Baznas RI Distribusikan 2.400 Pakaian bagi Pengungsi Gaza Palestina
Kemlu Kecam Pernyataan...
Kemlu Kecam Pernyataan Mike Huckabee Terkait Klaim Israel Atas Wilayah Timur Tengah
Di Dewan Keamanan PBB,...
Di Dewan Keamanan PBB, Menlu Sugiono Kecam Pendudukan Israel di Tepi Barat
Jerman Gagal Peroleh...
Jerman Gagal Peroleh Kursi di Dewan Keamanan PBB untuk Pertama Kali
Jerman Gagal Rebut Kursi...
Jerman Gagal Rebut Kursi DK PBB untuk Pertama Kalinya
Gagal Minta Pertanggungjawaban...
Gagal Minta Pertanggungjawaban Israel, Iran Kecam Dewan Keamanan PBB
Rekomendasi
Hattrick Messi Lawan...
Hattrick Messi Lawan Aljazair Pecahkan Rekor Sang Raja Gol di Piala Dunia
Peristiwa di Bulan Muharram...
Peristiwa di Bulan Muharram : Bahtera Nabi Nuh AS Berlabuh setelah 150 Tahun Terombang-ambing Banjir
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Berita Terkini
KPK Periksa Mantan Stafsus...
KPK Periksa Mantan Stafsus Menag Gus Yaqut terkait Kasus Kuota Haji
Kapolda Riau Gaungkan...
Kapolda Riau Gaungkan Polisi Penjaga Peradaban di Dies Natalis Ke-80 STIK Polri
Kemenhaj Ajukan Tambahan...
Kemenhaj Ajukan Tambahan Anggaran Rp1,8 Triliun untuk Tahun 2027
DPR Desak Negara Tindak...
DPR Desak Negara Tindak Keras Tanpa Kompromi Judi Online dan Teror Pinjol
Namanya Dicatut BEM...
Namanya Dicatut BEM Bersatu, FISIP Unas Tegaskan Tak Punya BEM Fakultas
Diskusi Budiman-Nusron-Sudaryono...
Diskusi Budiman-Nusron-Sudaryono di UGM Dibubarkan Mahasiswa, Foksi: Sungguh Menggelikan
Infografis
Rama Duwaji, Istri dan...
Rama Duwaji, Istri dan Otak di Balik Kemenangan Zohran Mamdani
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved