Rencana Demo Buruh Dipicu Sikap DPR yang Memaksa Bahas RUU Ciptaker
Senin, 20 April 2020 - 06:47 WIB
loading...
A
A
A
Lebih lanjut Karyono mengatakan, kreativitas organisasi buruh dalam menyampaikan aspirasi merupakan keniscayaan. Terlebih, dalam situasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang telah diberlakukan di DKI Jakarta dan sejumlah daerah mengharuskan masyarakat melakukan physical distancing.
"Maka, jika organisasi buruh masih menggunakan pola dan paradigma konvensional seperti aksi unjuk rasa turun ke jalan, maka hal itu sangat rawan terjadi penyebaran virus Corona, yang justru menimbulkan persoalan baru karena berpotensi menambah mata rantai virus Korona," katanya.
Menurut Karyono, meskipun aksi unjuk rasa yang akan digelar KSPI akan tetap mengikuti aturan social atau physical distancing dengan tetap menjaga jarak peserta aksi, memakai masker, dan membawa hand sanitizer seperti yang dikatakan Presiden KSPI Said Iqbal, bisa diprediksi hal itu sulit untuk dipraktikkan secara disiplin, apalagi aksi diikuti dalam jumlah massa yang besar.
Belum lagi, sambung dia, potensi benturan antara pihak pengunjuk rasa dengan pihak aparat keamanan sangat mungkin terjadi. Hal ini bisa berpotensi menimbulkan kerusuhan yang lebih luas di tengah frustasi sosial akibat wabah Covid-19. "Dalam situasi pandemi global saat ini dibutuhkan kearifan dan semangat gotong-royong dari semua pihak untuk menjaga stabilitas nasional," ucapnya.
"Maka, jika organisasi buruh masih menggunakan pola dan paradigma konvensional seperti aksi unjuk rasa turun ke jalan, maka hal itu sangat rawan terjadi penyebaran virus Corona, yang justru menimbulkan persoalan baru karena berpotensi menambah mata rantai virus Korona," katanya.
Menurut Karyono, meskipun aksi unjuk rasa yang akan digelar KSPI akan tetap mengikuti aturan social atau physical distancing dengan tetap menjaga jarak peserta aksi, memakai masker, dan membawa hand sanitizer seperti yang dikatakan Presiden KSPI Said Iqbal, bisa diprediksi hal itu sulit untuk dipraktikkan secara disiplin, apalagi aksi diikuti dalam jumlah massa yang besar.
Belum lagi, sambung dia, potensi benturan antara pihak pengunjuk rasa dengan pihak aparat keamanan sangat mungkin terjadi. Hal ini bisa berpotensi menimbulkan kerusuhan yang lebih luas di tengah frustasi sosial akibat wabah Covid-19. "Dalam situasi pandemi global saat ini dibutuhkan kearifan dan semangat gotong-royong dari semua pihak untuk menjaga stabilitas nasional," ucapnya.
(cip)
Lihat Juga :