Gubernur Lemhannas Minta Papua Tak Dijadikan Senjata dengan Besarkan Separatis

Kamis, 20 Mei 2021 - 13:31 WIB
loading...
Gubernur Lemhannas Minta...
Gubernur Lemhannas Agus Widjojo meminta semua pihak introspeksi terkait masalah Papua. Foto: MNC/Riezky Maulana
A A A
JAKARTA - Papua merupakan bagian dari Indonesia. Karena itu, sama sekali tidak ada pengecualian perlakuan pemerintahan Indonesia terhadap Papua, termasuk dalam hal pengawasan terhadap administrasi pembangunan dan anggaran keuangan.

"Sebagai mana persoalan apapun, harus ada instrospeksi timbal balik. Bahwa Papua itu tidak dikecualikan di dalam pelaksanaan fungsi pemerintahan yang dalam hal ini dikendalilan pemerintah pusat," kata Gubernur Nasional (Lemhannas) Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo ditemui di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (20/5/2021).

Baca juga: Densus 88 Bakal Dikerahkan ke Papua Barat, Australia: Itu Wewenang Indonesia

Menurutnya, hal-hal seperti itu harus disadari oleh seluruh pembangku kepentingan, baik di pusat maupun Papua. Dan, dia mengingatkan bahwa karakteristik Papua yang khas tidak ditunggangi.

"Jangan juga karena punya karakteristik khusus kemudian disandera, dan dijadikan kartu bahwa kami itu bisa loh membesarkan aspirasi separatis," ungkapnya.

Baca juga: Gubernur Lemhannas Sebut Pandemi Covid-19 Pengaruhi Lanskap Geopolitik di Dunia

Dia menekankan, harus ada kesadaran bahwa Papua merupakan bagian dari NKRI dan semua fungsi pemerintahan berlaku sama bagi seluruh provinsi. Tanpa adanya suatu perbedaan.

Pemerintah sebelumnya menyatakan akan mengusut 10 kasus dugaan korupsi di Papua. Sebanyak 10 kasus dugaan korupsi terbesar sudah dilaporkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Badan Intelijen Negara (BIN).
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Semangat Otsus Harus...
Semangat Otsus Harus Tercermin dalam Desain Politik Papua
Terungkap! 3 Modus Propaganda...
Terungkap! 3 Modus Propaganda Disintegrasi yang Membonceng Film Pesta Babi
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
Tutup P3N 27, Gubernur...
Tutup P3N 27, Gubernur Lemhannas Tegaskan Pemimpin Nasional Harus Berintegritas, Adaptif, dan Visioner
Tim Kolaborasi Film...
Tim Kolaborasi Film Pesta Babi Buka Suara setelah Mama Sinta Lapor Polisi
Ekonomi Indonesia Tumbuh...
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,6 %, Lemhannas Soroti Pentingnya Strategi Mitigasi Global
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
China Bakal Bangun Pusat...
China Bakal Bangun Pusat Padi dan Sekolah Vokasi di Papua
Investasi Jangka Panjang:...
Investasi Jangka Panjang: Kolaborasi Pendidikan demi Masa Depan Berkelanjutan di Papua
Rekomendasi
Berangkat Umrah, Ruben...
Berangkat Umrah, Ruben Onsu Serahkan Semua Masalah dalam Doa di Depan Ka'bah
Widyawati Pantau Tio...
Widyawati Pantau Tio Pakusadewo dari Grup WA, Bersyukur Kondisinya Kini Membaik
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Berita Terkini
Ketua BEM FH UBK yang...
Ketua BEM FH UBK yang Bertemu Gibran Ngaku Terima Uang Rp20 Juta, Wamensesneg: Nanti Saya Monitor Dulu
Prabowo Resmikan 1.151...
Prabowo Resmikan 1.151 Km Jalan Daerah: Jadi Urat Nadi Perekonomian Rakyat
Tingkatkan Layanan Kesehatan...
Tingkatkan Layanan Kesehatan di Rumah Sakit, RS Pelni Gelar Pelatihan AI
Mahasiswa UBK Desak...
Mahasiswa UBK Desak Pengurus BEM yang Bertemu Gibran Mundur dari Jabatan karena Diduga Terima Uang
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Dikabulkan Penangguhan Penahannya, Kubu Jokowi Buka Suara
Penahanan Roy Suryo...
Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangguhkan Kejaksaan, Kapolri: Kewajiban Kami Telah Selesai
Infografis
Memanas, Pakistan Ancam...
Memanas, Pakistan Ancam Serang India dengan Senjata Nuklir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved