Ketum Bulan Sabit Merah Indonesia Sarankan Ini ke Hendropriyono
Kamis, 20 Mei 2021 - 09:21 WIB
loading...
Pernyataan mantan Kepala BIN, Hendropriyono yang menyampaikan bahwa Palestina dan Israel bukan urusan Indonesia, melainkan urusan bangsa Arab dan Yahudi kembali mendapatkan tanggapan. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Pernyataan mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Hendropriyono yang menyampaikan bahwa Palestina dan Israel bukan urusan Indonesia, melainkan urusan mereka, bangsa Arab dan Yahudi kembali mendapatkan tanggapan. Kali ini, Ketua Umum DPN Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI), M Djazuli Ambari yang menanggapinya.
"Beliau perlu melihat kembali pembukaan UUD 1945 bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan," ujar Djazuli kepada SINDOnews, Kamis (20/5/2021). Baca juga: Hendropriyono Sebut Palestina Bukan Urusan Indonesia, Ini Jawaban Brigade Al-Qassam
Adapun BSMI selama ini aktif menyalurkan donasi bantuan untuk Palestina. Baru-baru ini, BSMI menyerahkan donasi bantuan untuk Palestina tahap I melalui Yayasan Mercyful Hands Charity yang berkedudukan di Gaza, Palestina.
Donasi diserahkan Ketua Umum DPN BSMI M Djazuli Ambari kepada Kepala Bagian Program Yayasan Mercyful Hands Charity) Hasan Muhammad Al Attar yang tengah berada di Jakarta, Senin (17/5/2021). Bantuan untuk obat-obatan, kursi roda dan santunan pasien langsung disalurkan kepada korban agresi Israel di RS As-Shifa Gaza, Selasa (18/5/2021).
Djazuli menuturkan pada pemberian bantuan tahap pertama, BSMI menyerahkan USD2.500 untuk pengadaan obat-obatan dan kursi roda bagi korban agresi Israel. Selain itu, kata Djazuli, BSMI juga menyerahkan bantuan senilai USD35.000 untuk pengadaan ambulans pengganti ambulans milik Mercyful Hands yang ikut hancur diterjang bom Israel.
"Alhamdulillah penyerahan donasi tahap pertama dilakukan. Ini merupakan amanah dari rakyat Indonesia yang dititipkan melalui BSMI baik di pusat maupun seluruh cabang di Indonesia. Insya Allah kita akan berikan bantuan tahap selanjutnya berkesinambungan," papar Djazuli dalam keterangannya.
Djazuli menjelaskan selain di Gaza bantuan dari BSMI juga akan diberikan di Al Quds, Yerusalem dengan bekerja sama dengan lembaga terpercaya. "Insya Allah BSMI juga bersiap sejak sekarang mendata para dokter spesialis yang siap diberangkatkan karena Gaza sangat membutuhkan. Kita fokus pada aksi kemanusiaan sehingga kita mendesak perbatasan Gaza dibuka untuk akses bantuan kemanusiaan," tutur Djazuli.
"Beliau perlu melihat kembali pembukaan UUD 1945 bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan," ujar Djazuli kepada SINDOnews, Kamis (20/5/2021). Baca juga: Hendropriyono Sebut Palestina Bukan Urusan Indonesia, Ini Jawaban Brigade Al-Qassam
Adapun BSMI selama ini aktif menyalurkan donasi bantuan untuk Palestina. Baru-baru ini, BSMI menyerahkan donasi bantuan untuk Palestina tahap I melalui Yayasan Mercyful Hands Charity yang berkedudukan di Gaza, Palestina.
Donasi diserahkan Ketua Umum DPN BSMI M Djazuli Ambari kepada Kepala Bagian Program Yayasan Mercyful Hands Charity) Hasan Muhammad Al Attar yang tengah berada di Jakarta, Senin (17/5/2021). Bantuan untuk obat-obatan, kursi roda dan santunan pasien langsung disalurkan kepada korban agresi Israel di RS As-Shifa Gaza, Selasa (18/5/2021).
Djazuli menuturkan pada pemberian bantuan tahap pertama, BSMI menyerahkan USD2.500 untuk pengadaan obat-obatan dan kursi roda bagi korban agresi Israel. Selain itu, kata Djazuli, BSMI juga menyerahkan bantuan senilai USD35.000 untuk pengadaan ambulans pengganti ambulans milik Mercyful Hands yang ikut hancur diterjang bom Israel.
"Alhamdulillah penyerahan donasi tahap pertama dilakukan. Ini merupakan amanah dari rakyat Indonesia yang dititipkan melalui BSMI baik di pusat maupun seluruh cabang di Indonesia. Insya Allah kita akan berikan bantuan tahap selanjutnya berkesinambungan," papar Djazuli dalam keterangannya.
Djazuli menjelaskan selain di Gaza bantuan dari BSMI juga akan diberikan di Al Quds, Yerusalem dengan bekerja sama dengan lembaga terpercaya. "Insya Allah BSMI juga bersiap sejak sekarang mendata para dokter spesialis yang siap diberangkatkan karena Gaza sangat membutuhkan. Kita fokus pada aksi kemanusiaan sehingga kita mendesak perbatasan Gaza dibuka untuk akses bantuan kemanusiaan," tutur Djazuli.
Lihat Juga :