Memperingati Hari Kebangkitan Nasional: Bersatu Menghalau Musuh Bersama
Rabu, 19 Mei 2021 - 16:45 WIB
loading...
A
A
A
Kenapa ketika cita-cita kemerdekaan yang mereka perjuangkan itu sudah dicapai dan dinikmati oleh generasi masa kini, justru generasi masa kini tidak memikirkan kepentingan generasi masa depan, tetapi hanya mementingkan kepentingan transaksionalnya sendiri, bahkan hanya mementingkan kepentingan kelompoknya sendiri?
Patutlah kita yang hidup di masa sekarang merasa malu pada luhurnya perjuangan generasi masa lampau yang mengorbankan jiwa dan raga untuk kemerdekaan dan kedaulatan negara dan bangsa kita saat ini. Mereka telah mewariskan kemerdekaan dan kedaultan kepada kita yang hidup di masa kini. Apa yang akan kita wariskan kepada generasi masa depan bangsa ini? Pertanyaan ini perlu direnungkan dan dijawab di peringatan Hari Kebangkitan Nasional tahun ini.
Jangan-jangan yang kita wariskan hanyalah beban ekonomi yang akan semakin menyengsarakan generasi masa depan. Hutang negara sudah ribuan triliun sementara pemasukan hanya sekitar sepertiga dari beban hutang dimaksud. Secara teori ekonomi, sudah bangkrut negara ini, sebetulnya. Bahwa kita masih bisa hidup sebagai negara, itu karena kita masih memiliki napas dan semangat untuk bertahan di tengah pendemi Covid-19 yang memunculkan banyak krisis turunannya.
Oleh karena itu, marilah, dalam memperingati Hari Kebangkitan Nasional tahun ini, kita tinggalkan dahulu semua kepentingan kelompok dan kepentingan sesaat yang hanya menguntungkan diri dan kelompok sendiri. Sebab ada kepentigan yang jauh lebih besar, yaitu menyelamatkan bahtera bangsa ini yang bocor di sana-sini di tengah hantaman gelombang dan badai krisis multidimensional saat ini.
Bagi mereka yang beruntung berada di lapisan atas piramida ekonomi, inilah saat yang terbaik untuk menunjukkan kedermawanan sosial demi mengamankan eksistensi usaha di masa depan. Sebab bukan tidak mungkin bahwa absennya empati demikian akan menciptakan bom waktu yang dapat membahayakan diri sendiri.
Bagi penyelenggara negara, inilah saatnya berkorban demi bangsa dan negara, setelah sekian lama menikmati semua fasiltas dan bayaran yang diberikan oleh negara. Tidak ada salahnya gerakan kedermawanan sosial di tengah pandemi Covi-19 ini dimulai dari lembaga-lembaga penyelenggara negara, baik di eksekutif, legislatif, maupun di yudikatif, sebagai teladan kepedulian dan solidaritas sosial. Dimulai dari para pimpinan lembaga penyelenggara negara, kementerian, BUMN, dan seterusnya.
Selain itu, semua proyek mercusuar yang menghabiskan dana besar sepatutnyalah ditunda dulu sampai kondisi perekonomian kembali normal lagi. Juga semua pengeluaran birokrasi penyelenggaraan negara yang dapat diefisienkan seharusnya ditinjau ulang. Sebab bukti tentang adanya sense of crisis adalah hadirnya sistem implementasi kebijakan yang lebih prudent tanpa mengganggu roda pemerintahan.
Semoga di Hari Kebangkitan Nasional ini kita semua bangkit dari kondisi suram dan mulai melakukan perbaikan di berbagai bidang dan tingkatan. Sebab kondisi dunia tidak akan semakin membaik, dan kita harus belajar hidup berdampingan dengan dan mengatasi berbagai krisis yang menghadang derap perjalanan kita sebagai bangsa.
Patutlah kita yang hidup di masa sekarang merasa malu pada luhurnya perjuangan generasi masa lampau yang mengorbankan jiwa dan raga untuk kemerdekaan dan kedaulatan negara dan bangsa kita saat ini. Mereka telah mewariskan kemerdekaan dan kedaultan kepada kita yang hidup di masa kini. Apa yang akan kita wariskan kepada generasi masa depan bangsa ini? Pertanyaan ini perlu direnungkan dan dijawab di peringatan Hari Kebangkitan Nasional tahun ini.
Jangan-jangan yang kita wariskan hanyalah beban ekonomi yang akan semakin menyengsarakan generasi masa depan. Hutang negara sudah ribuan triliun sementara pemasukan hanya sekitar sepertiga dari beban hutang dimaksud. Secara teori ekonomi, sudah bangkrut negara ini, sebetulnya. Bahwa kita masih bisa hidup sebagai negara, itu karena kita masih memiliki napas dan semangat untuk bertahan di tengah pendemi Covid-19 yang memunculkan banyak krisis turunannya.
Oleh karena itu, marilah, dalam memperingati Hari Kebangkitan Nasional tahun ini, kita tinggalkan dahulu semua kepentingan kelompok dan kepentingan sesaat yang hanya menguntungkan diri dan kelompok sendiri. Sebab ada kepentigan yang jauh lebih besar, yaitu menyelamatkan bahtera bangsa ini yang bocor di sana-sini di tengah hantaman gelombang dan badai krisis multidimensional saat ini.
Bagi mereka yang beruntung berada di lapisan atas piramida ekonomi, inilah saat yang terbaik untuk menunjukkan kedermawanan sosial demi mengamankan eksistensi usaha di masa depan. Sebab bukan tidak mungkin bahwa absennya empati demikian akan menciptakan bom waktu yang dapat membahayakan diri sendiri.
Bagi penyelenggara negara, inilah saatnya berkorban demi bangsa dan negara, setelah sekian lama menikmati semua fasiltas dan bayaran yang diberikan oleh negara. Tidak ada salahnya gerakan kedermawanan sosial di tengah pandemi Covi-19 ini dimulai dari lembaga-lembaga penyelenggara negara, baik di eksekutif, legislatif, maupun di yudikatif, sebagai teladan kepedulian dan solidaritas sosial. Dimulai dari para pimpinan lembaga penyelenggara negara, kementerian, BUMN, dan seterusnya.
Selain itu, semua proyek mercusuar yang menghabiskan dana besar sepatutnyalah ditunda dulu sampai kondisi perekonomian kembali normal lagi. Juga semua pengeluaran birokrasi penyelenggaraan negara yang dapat diefisienkan seharusnya ditinjau ulang. Sebab bukti tentang adanya sense of crisis adalah hadirnya sistem implementasi kebijakan yang lebih prudent tanpa mengganggu roda pemerintahan.
Semoga di Hari Kebangkitan Nasional ini kita semua bangkit dari kondisi suram dan mulai melakukan perbaikan di berbagai bidang dan tingkatan. Sebab kondisi dunia tidak akan semakin membaik, dan kita harus belajar hidup berdampingan dengan dan mengatasi berbagai krisis yang menghadang derap perjalanan kita sebagai bangsa.
(poe)
Lihat Juga :