Cegah Spekulasi Liar Peretasan, IMM Dorong Busyro Dkk Lapor Polisi

Rabu, 19 Mei 2021 - 01:38 WIB
loading...
Cegah Spekulasi Liar...
Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, Najih Prastiyo mengecam tindakan peretasan yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab terhadap para aktivis antikorupsi. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Konferensi pers menyikapi pembebastugasan 75 pegawai KPK yang tidak lolos Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) yang digelar secara virtual diganggu dan diretas hingga adanya percobaan pembajakan akun Whatsapp. Tidak kurang dari Sembilan upaya peretasan terjadi dalam konpers tersebut.Yang menjadi sasaran dan target dari peretasan dan pembajakan tersebut adalah para aktivis dan tokoh antikorupsi yang ikut terlibat dalam acara tersebut.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, Najih Prastiyo mengecam tindakan peretasan yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab ini. Menurutnya, kejadian peretasan dan pembajakan akun media sosial tersebut sebagai tindakan yang memalukan dan pengecut. “Hanya pengecut yang melakukan teror melalui peretasan akun media sosial dan sabotase pertemuan virtual tersebut. Saya rasa ini adalah bentuk ketidakdewasaan berpikir dan memalukan”, ungkap Najih dalam keterangannya, Selasa (18/5/21). Baca juga: Diretas, Akun WA Anggota ICW dan Eks Pimpinan KPK Dikirimi Video Porno

Najih melanjutkan tindakan pembajakan alat komunikasi (WhatsApp dan HP) dan peretasan akun media sosial yang terjadi kepada para aktivis dan tokoh antikorupsi ini adalah perbuatan yang ilegal yang tidak seharusnya terjadi. “Peretasan dan pembajakan akun media sosial dan alat komunikasi jelas tanpa ada indikasi, jelas merupakan suatu tindakan yang ilegal. Apalagi ini terjadi pada kondisi khusus seperti ini. Kejadiannya serentak kepada para aktivis dan tokoh anti korupsi”, ungkap Najih. Baca juga: Mantan Pimpinan KPK Bambang Widjojanto Mengaku Akun WA nya Dibajak

Untuk itu, Najih mendorong kepada para korban yang diretas maupun pihak yang kegiatannya disabotase, untuk melaporkan kepada pihak Kepolisian agar segera diusut dan dibuktikan perihal kejadian tersebut. Sehingga tidak akan terjadi tuduhan liar yang merugikan berbagai pihak, serta mendiskreditkan pihak tertentu. “Harus segera dilaporkan, agar masalah ini segera diusut dan clear. Juga untuk meminimalisir berkembangnya opini liar di masyarakat dan mendiskreditkan pihak tertentu. Tentu kita tidak mau terjadi yang seperti itu”, ungkap Najih.

Najih menambahkan, pihak Kepolisian juga perlu untuk bersikap proaktif dalam melihat kasus ini. Menurut Najih, dari kejadian ini berpotensi menimbulkan opini liar di masyarakat. Masyarakat menunggu kepastian, untuk mendapatkan gambaran yang jelas mengenai apa yang terjadi. “Yang kita khawatirkan adalah berkembangnya opini liar di masyarakat yang dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab untuk mediskreditkan pihak tertentu,” kata Najih.

Terkait dengan posisi lembaga antirasuah tersebut, kata Najih, KPK harus tetap kuat agar mampu menjalankan peran dan fungsinya secara optimal dalam mengawal pembangunan nasional. Tidak ada yang boleh melemahkan KPK baik itu secara kelembagaan maupun secara kinerja. “KPK adalah lembaga yang telah dirasakan kehadirannya sangat penting dalam mengawal pembangunan bangsa. Saya sepakat dengan apa yang disampaikan oleh bapak Presiden RI, Bapak Joko Widodo untuk memperkuat KPK. Tidak ada yang boleh melemahkan KPK secara kelembagaan maupun kinerja,” pungkas Najih
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kasus Dugaan Pemerasan...
Kasus Dugaan Pemerasan Izin Tinggal WNA, Dirjen Imigrasi Minta Buka Akses Seluas-luasnya untuk KPK
Mantan Petinggi OJK...
Mantan Petinggi OJK Ditahan Bareskrim terkait Kasus Dana Syariah Indonesia
Kantor Imigrasi Denpasar...
Kantor Imigrasi Denpasar dan 2 Lokasi Lainnya Digeledah KPK, Bukti Elektronik hingga Dokumen Disita
KPK Telusuri Pembelian...
KPK Telusuri Pembelian Aset Fadia Arafiq saat Jabat Bupati Pekalongan
KPK Buka Peluang Periksa...
KPK Buka Peluang Periksa Pihak BPK, Dalami Peran Eks Staf Ahli Bobby Adhityo Rizaldi
Slopaganda: Propaganda...
Slopaganda: Propaganda Massal di Era AI
Ungkap Kekerasan Obstetri...
Ungkap Kekerasan Obstetri di RS, Dokter Wanita Ini Ditangkap atas Tuduhan Sebar Hoaks
Kisah Mas Rushh Bangun...
Kisah Mas Rushh Bangun Personal Branding lewat Konten Keluarga
Kemenhut Bongkar Perdagangan...
Kemenhut Bongkar Perdagangan 100 Satwa Dilindungi dari Papua, 2 Oknum Aparat Ditangkap
Rekomendasi
Ini Respons KPAI usai...
Ini Respons KPAI usai Didatangi Ruben Onsu yang Adukan Polemik Hak Asuh Anak
Hadapi Perubahan Dunia...
Hadapi Perubahan Dunia Kerja, Generasi Muda Perlu Dibekali Soft Skills Sejak Dini
MNC Sekuritas dan BRI...
MNC Sekuritas dan BRI Manajemen Investasi Ajak Investor Raih Reward Reksa Dana Total Rp2,5 Juta
Berita Terkini
GIC: Ziarah Kapolri...
GIC: Ziarah Kapolri Bentuk Penghormatan Tulus terhadap Tokoh Bangsa Tanpa Kecuali
Prabowo Bertemu Profesor...
Prabowo Bertemu Profesor Imperial College London di Istana, Bahas Apa?
iPhone XS Mantan Kepala...
iPhone XS Mantan Kepala Dinas Perizinan Jogja Dilelang KPK: Laku Rp34 Juta, tapi Belum Dilunasi Pemenang Lelang
Kebangkitan Sepak Bola...
Kebangkitan Sepak Bola Asia: Pelajaran untuk Pembangunan Ekonomi
Memahami Urgensi Koperasi...
Memahami Urgensi Koperasi Desa Merah Putih
Polda Metro Singgung...
Polda Metro Singgung Ada Mantan Pejabat Berupaya Hambat Kasus Roy Suryo
Infografis
Krisis Kepercayaan pada...
Krisis Kepercayaan pada F-35 Dorong Eropa Kembangkan Jet Tempur Gen 6
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved