Peran Perantau Dinilai Beri Dampak Positif bagi Kemajuan Daerahnya
Senin, 17 Mei 2021 - 13:57 WIB
loading...
A
A
A
Dia menambahkan, struktur di dalam gereja untuk pelayanan diakonia perlu independen, mobile, lepas dari birokrasi sinode atau majelis. "Rumuskan hal yang akan dilakukan dan rencana ke depannya. Ingat Matius 25:31-46," ujarnya.
Dia mengungkapkan bahwa hasil penelitian, anggota jemaat gereja bersedia memberi persembahan lebih besar sepanjang program gereja atau lembaga bagus. Dia pun membeberkan sejumlah hal yang bisa dilakukan masyarakat Batak perantau.
Salah satunya, menyalurkan persembahan ke wilayah KDT atau miskin. Kata dia, tidak semua melalui gereja jika gereja tidak berperan. Kemudian, bangun atau ikut lembaga yang kredibel dan konkrit programnya.
"Sinergikan gereja atau lembaga lokal sebagai mitra kerja sama: gereja kota-kota, gereja dengan parachurch, Bumdes, Pemkab, Perkumpulan Marga-marga, BPODT dan lain-lain," ungkapnya.
Selanjutnya, jelajahi ladang pelayanan sosial dan penginjilan khususnya di KDT. Dia mengatakan, mulailah dengan hal kecil dan sederhana dulu.
"Buat program yang konkret berdasarkan kebutuhan lokal. Mari kita berbagi dan bersinergi demi kemajuan KDT oleh kita yang diberkati menjadi berkat," ungkapnya.
Ketua Perkumpulan Gaja Toba Semesta Dr Ir Budi Situmorang mengungkapkan kontribusi masyarakat perantau Batak sangat minim dalam upaya memajukan KDT.
"Mereka lebih banyak kepada watch dog, atau pengamat atau LSM. Sebagai fasilitator sekarang mulai banyak," katanya dalam kesempatan sama.
Dia mengungkapkan bahwa hasil penelitian, anggota jemaat gereja bersedia memberi persembahan lebih besar sepanjang program gereja atau lembaga bagus. Dia pun membeberkan sejumlah hal yang bisa dilakukan masyarakat Batak perantau.
Salah satunya, menyalurkan persembahan ke wilayah KDT atau miskin. Kata dia, tidak semua melalui gereja jika gereja tidak berperan. Kemudian, bangun atau ikut lembaga yang kredibel dan konkrit programnya.
"Sinergikan gereja atau lembaga lokal sebagai mitra kerja sama: gereja kota-kota, gereja dengan parachurch, Bumdes, Pemkab, Perkumpulan Marga-marga, BPODT dan lain-lain," ungkapnya.
Selanjutnya, jelajahi ladang pelayanan sosial dan penginjilan khususnya di KDT. Dia mengatakan, mulailah dengan hal kecil dan sederhana dulu.
"Buat program yang konkret berdasarkan kebutuhan lokal. Mari kita berbagi dan bersinergi demi kemajuan KDT oleh kita yang diberkati menjadi berkat," ungkapnya.
Ketua Perkumpulan Gaja Toba Semesta Dr Ir Budi Situmorang mengungkapkan kontribusi masyarakat perantau Batak sangat minim dalam upaya memajukan KDT.
"Mereka lebih banyak kepada watch dog, atau pengamat atau LSM. Sebagai fasilitator sekarang mulai banyak," katanya dalam kesempatan sama.
Lihat Juga :