IDI Tegaskan Vaksin AstraZeneca Aman dan Boleh Digunakan
Selasa, 18 Mei 2021 - 09:17 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Kemenkes Sebut Vaksin AstraZeneca Aman, Penghentian Sementara Hanya pada Kelompok CTMAV547
"Dalam catatan saya, misalnya di Inggris. Kejadiannya 10,5 per satu juta dosis dari dosis pertama. Sekitar 242 kejadian. Data itu sampai 28 April 2021. Silakan tambahkan bagi yang punya data," tuturnya.
Sedangkan masalah pembekuan darah untuk kemungkinan terjadi di bagian tubuh mana saja, Zubairi mengungkapkan, bagian otak yang paling sering terjadi.
"Ternyata, yang paling sering itu timbul pembekuan darah di pembuluh darah vena otak. Istilahnya CVST atau cerebral venous sinus thrombosis. Ini bisa menyebabkan kematian disertai penurunan jumlah trombosis," papar Zubairi.
"Kecenderungan itu sering terjadi pada orang dengan lupus (odapus). Studi menyatakan odapus juga berisiko mengalami gangguan jantung. Sebab itu, odapus harus memenuhi syarat sebelum menerima AstraZeneca," tutup Zubairi.
"Dalam catatan saya, misalnya di Inggris. Kejadiannya 10,5 per satu juta dosis dari dosis pertama. Sekitar 242 kejadian. Data itu sampai 28 April 2021. Silakan tambahkan bagi yang punya data," tuturnya.
Sedangkan masalah pembekuan darah untuk kemungkinan terjadi di bagian tubuh mana saja, Zubairi mengungkapkan, bagian otak yang paling sering terjadi.
"Ternyata, yang paling sering itu timbul pembekuan darah di pembuluh darah vena otak. Istilahnya CVST atau cerebral venous sinus thrombosis. Ini bisa menyebabkan kematian disertai penurunan jumlah trombosis," papar Zubairi.
"Kecenderungan itu sering terjadi pada orang dengan lupus (odapus). Studi menyatakan odapus juga berisiko mengalami gangguan jantung. Sebab itu, odapus harus memenuhi syarat sebelum menerima AstraZeneca," tutup Zubairi.
(maf)
Lihat Juga :