PDIP: Perbandingan Larangan Mudik dengan Masuknya WN China Enggak Sesuai
Selasa, 18 Mei 2021 - 06:38 WIB
loading...
A
A
A
"Mengingat juga saat ini ketergantungan kita dalam masa pandemi ini terhadap asing masih cukup tinggi antara lain, 90 persen bahan obat-obatan dan alat kesehatan kita masih impor, bahkan vaksin semunyanya dari impor. Dan ini tentu kita juga butuh WNA untuk berkoordinasi soal ini misalnya," kata Rahmad saat dihubungi, Selasa (18/5/2021).
Rahmad pun mengajak semua pihak untuk mmebandingkan larangan mudik di Tanah Air dengan kedatangan WNA tersebut. Dan kritikan ini menimbulkan stigma seolah ada diskriminasi yang dilakukan oleh pemerintah terhadap warganya sendiri dan WNA. Padahal, kebijakan ini dilakukan untuk mengendalikan Covid-19?
"Ayolah, apakah pantas dan adil serta apple to apple soal ini (kedatangan ratusan WNA) dibandingkan dengan larangan mudik," ucapnya. Baca juga: Ditjen Imigrasi Benarkan 85 WN China Masuk Indonesia Melalui Bandara Soetta
Namun demikian, politikus PDIP ini mendorong pemerintah untuk memberlakukan screening ketat terhadap seluruj WNA yang akan masuk ke Indonsesia sesuai ketentuan yang telah ditetapkan dan dengan melihat situasi dan kondisi asal negara WNA itu. Sehingga, Indonesia perlu memantau dan waspada terhadap negara-negara yang mengalamo lonjakan kasus Covid-19.
Seperti misalnya, Rahmad menguraikan, Indonesia harus ekstra hati-hati dengan Thailand dan Malaysia yang mengalami lonjakan kasus Covid-19 secara serius, maka WNA dari sana harus di-screening ketat dan wajib mengikuti aturan masuk ke Indonesia dan wajib karantina 14 hari.
Selanjutnya dari India, sebaiknya Indonesia menutup sementara mengingat situasi penyebaran Covid-19 di sana sangat mengkawatirkan bagi Indonesia
Rahmad pun mengajak semua pihak untuk mmebandingkan larangan mudik di Tanah Air dengan kedatangan WNA tersebut. Dan kritikan ini menimbulkan stigma seolah ada diskriminasi yang dilakukan oleh pemerintah terhadap warganya sendiri dan WNA. Padahal, kebijakan ini dilakukan untuk mengendalikan Covid-19?
"Ayolah, apakah pantas dan adil serta apple to apple soal ini (kedatangan ratusan WNA) dibandingkan dengan larangan mudik," ucapnya. Baca juga: Ditjen Imigrasi Benarkan 85 WN China Masuk Indonesia Melalui Bandara Soetta
Namun demikian, politikus PDIP ini mendorong pemerintah untuk memberlakukan screening ketat terhadap seluruj WNA yang akan masuk ke Indonsesia sesuai ketentuan yang telah ditetapkan dan dengan melihat situasi dan kondisi asal negara WNA itu. Sehingga, Indonesia perlu memantau dan waspada terhadap negara-negara yang mengalamo lonjakan kasus Covid-19.
Seperti misalnya, Rahmad menguraikan, Indonesia harus ekstra hati-hati dengan Thailand dan Malaysia yang mengalami lonjakan kasus Covid-19 secara serius, maka WNA dari sana harus di-screening ketat dan wajib mengikuti aturan masuk ke Indonesia dan wajib karantina 14 hari.
Selanjutnya dari India, sebaiknya Indonesia menutup sementara mengingat situasi penyebaran Covid-19 di sana sangat mengkawatirkan bagi Indonesia
Lihat Juga :