Pilpres 2024, Gatot Nurmantyo-Rizal Ramli Layak Jadi Capres-Cawapres Alternatif
Selasa, 11 Mei 2021 - 15:12 WIB
loading...
A
A
A
Lebih lanjut dia mengatakan, calon alternatif di dalam pemilu sama halnya dengan calon independen di pilkada serentak. "Untuk bisa sukses, mereka minimal harus punya syarat popularitas minimal sebesar 80 persen. Faktanya untuk meningkatkan elektabilitas lebih menguntungkan bagi calon yang diusung oleh partai politik," katanya.
Bahkan, lanjut dia, tokoh alternatif berpeluang eksis jika sebuah partai politik membuka konvensi terbuka dalam mencari figur politik alternatif untuk diusung. "Itu sebab figur alternatif seperti GN dan RR bisa saja maju dan berpasangan sebagai pasangan calon, hanya jika terpilih dalam konvensi parpol dan diusung oleh parpol," tuturnya.
Kata Igor, Dahlan Iskan misalnya dulu adalah pemenang konvensi Partai Demokrat tahun 2014, tetapi tetap tidak diusung oleh Partai Demokrat. "Kendala lainnya bagi calon alternatif adalah presidential threshold (PT) yang membatasi tokoh masyarakat untuk bisa berlaga dalam kompetisi pemilu," imbuhnya.
Dia menambahkan, ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold sebesar 20 persen menghanguskan tampilnya Capres alternatif yang kompeten. "Rizal Ramli dikenal sebagai pakar ekonomi, dan hanya populer di TV. Gatot Nurmantyo populer sebagai inisiator KAMI, aksinya hanya marak di awal saja, tetapi sekarang nyaris tak terdengar. Tokoh alternatif kuat di wacana, tetapi lemah di akar rumput," pungkasnya.
Bahkan, lanjut dia, tokoh alternatif berpeluang eksis jika sebuah partai politik membuka konvensi terbuka dalam mencari figur politik alternatif untuk diusung. "Itu sebab figur alternatif seperti GN dan RR bisa saja maju dan berpasangan sebagai pasangan calon, hanya jika terpilih dalam konvensi parpol dan diusung oleh parpol," tuturnya.
Kata Igor, Dahlan Iskan misalnya dulu adalah pemenang konvensi Partai Demokrat tahun 2014, tetapi tetap tidak diusung oleh Partai Demokrat. "Kendala lainnya bagi calon alternatif adalah presidential threshold (PT) yang membatasi tokoh masyarakat untuk bisa berlaga dalam kompetisi pemilu," imbuhnya.
Dia menambahkan, ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold sebesar 20 persen menghanguskan tampilnya Capres alternatif yang kompeten. "Rizal Ramli dikenal sebagai pakar ekonomi, dan hanya populer di TV. Gatot Nurmantyo populer sebagai inisiator KAMI, aksinya hanya marak di awal saja, tetapi sekarang nyaris tak terdengar. Tokoh alternatif kuat di wacana, tetapi lemah di akar rumput," pungkasnya.
(zik)
Lihat Juga :