Masyarakat Diminta Saling Ingatkan Tak Sebar Hoaks dan Cegah Perpecahan
Senin, 10 Mei 2021 - 22:14 WIB
loading...
Masyarakat diminta untuk saling mengingatkan untuk tidak turut menyebarkan hoaks dan memicu perpecahan. Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Akademisi lulusan Harvard University yang juga pengurus Muhammadiyah Surakarta, Sukidi mengingatkan, sejak Wali Songo hingga Soekarno , hidup rukun sudah menjadi jati diri masyarakat Indonesia.
Dalam suasana Ramadhan saat ini, semangat itu perlu diingatkan, khususnya agar bisa hidup bersama antar umat beragama.
Sukidi menyampaikan hal itu saat mengisi acara Ngabuburit Bersama Badan Kebudayaan Nasional Pusat (BKNP) PDI Perjuangan, Senin (10/5/2021) bertajuk Toleransi sebagai Jati Diri Hidup Bangsa Indonesia yang dipandu KH Zuhairi Misrawi
Sukidi menyesalkan akhir-akhir ini kehidupan toleransi seringkali ternodai karena adanya gesekan politik. Makin memanasnya kondisi masyarakat ini juga disebabkan oleh fenomena hoaks. Bahkan terkesan ingin memecah belah persatuan bangsa demi kepentingan kelompok, padahal sangat merugikan rakyat.
Menurut Sukidi, Bung Karno sering mewanti-wanti akan terjadinya hal seperti ini. “Bung Karno memberikan contoh untuk hidup rukun. Maka salah satu cita-cita Bung Karno adalah hidup damai para rakyat Indonesia dengan adanya Sila Pertama, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa. Bukan hanya agama Islam saja yang dimasukkan dalam Pancasila,” kata Sukidi.Baca juga: Tengku Zulkarnain di Mata Yusril: Teguh Pendirian, Saya Bersaksi Dia Orang Baik
Dalam suasana Ramadhan saat ini, semangat itu perlu diingatkan, khususnya agar bisa hidup bersama antar umat beragama.
Sukidi menyampaikan hal itu saat mengisi acara Ngabuburit Bersama Badan Kebudayaan Nasional Pusat (BKNP) PDI Perjuangan, Senin (10/5/2021) bertajuk Toleransi sebagai Jati Diri Hidup Bangsa Indonesia yang dipandu KH Zuhairi Misrawi
Sukidi menyesalkan akhir-akhir ini kehidupan toleransi seringkali ternodai karena adanya gesekan politik. Makin memanasnya kondisi masyarakat ini juga disebabkan oleh fenomena hoaks. Bahkan terkesan ingin memecah belah persatuan bangsa demi kepentingan kelompok, padahal sangat merugikan rakyat.
Menurut Sukidi, Bung Karno sering mewanti-wanti akan terjadinya hal seperti ini. “Bung Karno memberikan contoh untuk hidup rukun. Maka salah satu cita-cita Bung Karno adalah hidup damai para rakyat Indonesia dengan adanya Sila Pertama, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa. Bukan hanya agama Islam saja yang dimasukkan dalam Pancasila,” kata Sukidi.Baca juga: Tengku Zulkarnain di Mata Yusril: Teguh Pendirian, Saya Bersaksi Dia Orang Baik
Lihat Juga :