Kunjungi Lanal Tegal, KSAL: Karisidenan Pekalongan Banyak Lahirkan Pejuang Marinir
Minggu, 09 Mei 2021 - 23:25 WIB
loading...
KSAL Laksamana TNI Yudo Margono mengunjungi Lanal Tegal, Jawa Tengah. Foto/Dispenal
A
A
A
JAKARTA - Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono mengatakan, wilayah Pantai Utara (Pantura) termasuk Tegal, Pemalang hingga Batang banyak meninggalkan sejarah tentang pembentukan KKO atau Marinir.
Hal itu diungkapkan Yudo saat melaksanakan Kunjungan Kerja (Kunker) ke Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Tegal pada Sabtu 5 Mei 2021. Kedatangan KSAL disambut Komandan Lanal Tegal Letkol (Mar) Ridwan Azis dan para Perwira Lanal Tegal di Mako Lanal Tegal, Kota Tegal, Jawa Tengah. Baca juga: KSAL: Rasa Hormat dan Bangga Pada KRI Nanggala 402 Tak Akan Lekang oleh Waktu
Pada kunjungan ini, KSAL juga bersilaturahmi bersama Forkopimda dan tokoh agama setempat dan bersepakat untuk menata ulang makam-makam para pejuang yang ada di Kampung Kalibakung, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal. Selain itu juga meluruskan sejarah perjuangan Karisidenan Pekalongan yang meliputi Kabupaten Pekalongan dan Kota Pekalongan, Kabupaten Tegal dan Kota Tegal, Kabupaten Brebes, Kabupaten Pemalang dan Kabupaten Batang sebagai cikal bakal lahirnya pejuang-pejuang bahari, cikal bakal lahirnya TNI AL dan KKO (Marinir).
Kontribusi masyarakat dan para ulama yang bahu membahu menjadi satu wadah pejuang bangsa adalah merupakan bukti sejarah yang mengindikasikan bahwa ulama dan masyarakat juga melahirkan tentara rakyat yakni TNI dan sebagai tauladan dari masa ke masa. Kesatuan ini penting untuk terus dipupuk di tengah erosi nasionalisme yang digerogoti kekuatan-kekuatan lain yang mengancam NKRI. Baca juga: Heboh Soal Bipang Ambawang, Komunikasi Publik Pemerintah Dianggap Mundur Luar Biasa
Dalam kesempatan itu, Yudo juga menekankan supaya Lanal Tegal dapat membantu pemerintah dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui Kampung Bahari Nusantara (KBN) dengan program-program melalui 5 klaster yaitu Klaster Pertahanan, dimana masyarakat dapat diberdayakan sebagai komponen pendukung dalam pertahanan Negara.
Hal itu diungkapkan Yudo saat melaksanakan Kunjungan Kerja (Kunker) ke Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Tegal pada Sabtu 5 Mei 2021. Kedatangan KSAL disambut Komandan Lanal Tegal Letkol (Mar) Ridwan Azis dan para Perwira Lanal Tegal di Mako Lanal Tegal, Kota Tegal, Jawa Tengah. Baca juga: KSAL: Rasa Hormat dan Bangga Pada KRI Nanggala 402 Tak Akan Lekang oleh Waktu
Pada kunjungan ini, KSAL juga bersilaturahmi bersama Forkopimda dan tokoh agama setempat dan bersepakat untuk menata ulang makam-makam para pejuang yang ada di Kampung Kalibakung, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal. Selain itu juga meluruskan sejarah perjuangan Karisidenan Pekalongan yang meliputi Kabupaten Pekalongan dan Kota Pekalongan, Kabupaten Tegal dan Kota Tegal, Kabupaten Brebes, Kabupaten Pemalang dan Kabupaten Batang sebagai cikal bakal lahirnya pejuang-pejuang bahari, cikal bakal lahirnya TNI AL dan KKO (Marinir).
Kontribusi masyarakat dan para ulama yang bahu membahu menjadi satu wadah pejuang bangsa adalah merupakan bukti sejarah yang mengindikasikan bahwa ulama dan masyarakat juga melahirkan tentara rakyat yakni TNI dan sebagai tauladan dari masa ke masa. Kesatuan ini penting untuk terus dipupuk di tengah erosi nasionalisme yang digerogoti kekuatan-kekuatan lain yang mengancam NKRI. Baca juga: Heboh Soal Bipang Ambawang, Komunikasi Publik Pemerintah Dianggap Mundur Luar Biasa
Dalam kesempatan itu, Yudo juga menekankan supaya Lanal Tegal dapat membantu pemerintah dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui Kampung Bahari Nusantara (KBN) dengan program-program melalui 5 klaster yaitu Klaster Pertahanan, dimana masyarakat dapat diberdayakan sebagai komponen pendukung dalam pertahanan Negara.
Lihat Juga :