WN China Masuk Saat Mudik Dilarang, Epidemiolog: Memprihatinkan dan Berbahaya

Sabtu, 08 Mei 2021 - 17:37 WIB
loading...
A A A
Baca juga: Jalur Perbatasan Bogor-Sukabumi Sepi Pemudik

Menurut dia, masyarakat yang mematuhi larangan mudik lebaran itu melakukannya dengan kesadaran. "Dengan harapan bisa turut mengendalikan, juga ada pengorbanan di situ," imbuhnya.

Dia mengatakan, jangan sampai pemerintah terkesan melonggarkan pintu masuk bagi warga negara asing. Sementara di dalam negeri, kata dia, sedang dilakukan pengetatan atau pembatasan kegiatan masyarakat.

"Karena bicara dari luar, kecuali WNI ya, kalau warga negara asing ya situasi sangat masih belum terkendali kemudian pembenarannya kecuali dia diplomat, dia pebisnis, kabinnya, kerjasama bilateral lah segala macam, tapi kalau penduduk, pekerja atau apapun, ya harusnya ditunda dulu lah, karena ini berisiko sekali, China itu belum dalam kategori terkendali," ungkapnya.

Sehingga, menurut dia, bukan tidak mungkin warga negara China itu berpotensi membawa varian baru virus Covid-19. "Itu lah sebabnya di tengah situasi serius seperti itu harus dibatasi termasuk empati supaya masyarakat tidak merasa saya harus mematuhi pembatasan, ini ada pintu masuk kok kesannya longgar, tidak etis, kesan empatinya tidak ada, ini sesuatu yang memprihatinkan, dan berbahaya," pungkasnya.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
KPK: Silmy Karim Kantongi...
KPK: Silmy Karim Kantongi Rp100 Juta per Pekan dari Pemerasan Izin Tinggal WNA
OTT di Imigrasi Jakbar...
OTT di Imigrasi Jakbar Terkait Pengurusan Izin Tinggal WNA
321 WNA Kelola 75 Situs...
321 WNA Kelola 75 Situs Judol di Hayam Wuruk, Bareskrim Telusuri Aliran Dana hingga Sponsor
Imigrasi Perketat Pengawasan...
Imigrasi Perketat Pengawasan Aktivitas Warga Asing di Bali
Pemerintah Bakal Pulangkan...
Pemerintah Bakal Pulangkan 2 Narapidana asal Inggris
WNA di Pucuk BUMN: Lompatan...
WNA di Pucuk BUMN: Lompatan atau Tantangan Kedaulatan
Erupsi Gunung Dukono,...
Erupsi Gunung Dukono, BNPB Sebut 2 WNA Masih dalam Pencarian
WNA Inggris Buronan...
WNA Inggris Buronan Interpol Ditangkap di Bali
Kasus Uang Palsu Black...
Kasus Uang Palsu Black Dolar, 2 WNA Liberia Ditangkap di Jakarta Barat
Rekomendasi
Mitsubishi Triton Ralliart...
Mitsubishi Triton Ralliart Merapat, Nissan Tendang Navara Nismo
9 Negara yang Memiliki...
9 Negara yang Memiliki Anggaran Terbesar Mengembangkan Bom Nuklir
Kilau Emas Antam Kembali...
Kilau Emas Antam Kembali Meredup, Hari Ini Turun Rp20 Ribu ke Rp2.713.000 per Gram
Berita Terkini
Prabowo Minta Menkes...
Prabowo Minta Menkes Perluas CKG-Perkuat Penanggulangan TBC
Konflik PPP Banten Dinilai...
Konflik PPP Banten Dinilai Lebih dari Sekadar Pergantian Ketua
4 Oknum Prajurit TNI...
4 Oknum Prajurit TNI Terdakwa Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus Hari Ini Divonis
3 Guru Besar Kedokteran...
3 Guru Besar Kedokteran Bakal Jadi Saksi Ahli Dokter Tifa
Kasus Mega Korupsi BGN...
Kasus Mega Korupsi BGN dan Kitas-Kitap
Luhut: Bansos ke Depan...
Luhut: Bansos ke Depan Tak Lagi Barang, Diberi Cash Transfer Rp5,4 Juta per Orang
Infografis
Perbandingan Jet Tempur...
Perbandingan Jet Tempur J-15 China dan F-15 Jepang, Mana Lebih Hebat?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved