Ramai Kabar Novel Baswedan Tak Lulus Tes, Ini Sederet Fakta Kiprahnya di KPK
Sabtu, 08 Mei 2021 - 12:21 WIB
loading...
A
A
A
Banyak prestasi ditoreh oleh pria yang pernah mengalami teror siraman air keras pada tahun 2017 silam. Beragam kasus besar pernah dibongkar pria kelahiran Semarang, Jawa Tengah, 22 Juni 1977 itu. Salah satunya, Novel Baswedan berperan besar dalam melacak pelarian Nunun Nurbaetie pada kasus suap cek perjalanan dalam pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia 2004 (DGSBI 2004).
Tak hanya melacak, lulusan Akademi Kepolisian 1998 itu juga membawa Nunun Nurbaetie pulang dari pelariannya ke Tanah Air. Nunun Nurbaetie telah dianggap terbukti bersalah oleh Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta karena melakukan tindak pidana korupsi dengan memberi suap ke sejumlah anggota DPR 1999-2004 terkait pemenangan Miranda S Goeltom sebagai DGSBI 2004.Baca juga: Heboh Kabar Novel Baswedan Tak Lulus Tes, Ketua KPK: Kami Tak Ingin Menyebar Isu
Sepupu Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ini pun pernah menjadi inisiator dalam membongkar kasus dugaan korupsi Simulator SIM di Korlantas Mabes Polri. Kasus itu menyeret sejumlah petinggi Polri. Novel juga memimpin penggeledahan Markas Korlantas Polri di Cawang, Jakarta Timur pada 30 Juli 2012 serta memeriksa para perwira polisi yang jadi saksi kasus tersebut. Terbongkarnya kasus itu membuat hubungan KPK dengan Polri tegang yang dikenal dengan istilah Cicak vs Buaya jilid II.
Selain itu, kasus korupsi Wisma Atlet SEA Games di Palembang tahun 2011 juga pernah ditangani oleh Novel yang masuk KPK pada Januari 2007 saat Lembaga antirasuah itu dipimpin Taufiequrachman Ruki.
Dia menjadi penjemput Muhammad Nazaruddin, yang lari ke Cartagena Kolombia. Sedangkan prestasi lainnya yakni mengungkap kasus suap jual beli perkara Pilkada yang melibatkan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Akil Mochtar saat itu.Baca juga: LBH Muhammadiyah Siap Advokasi 75 Pegawai KPK
Tak hanya melacak, lulusan Akademi Kepolisian 1998 itu juga membawa Nunun Nurbaetie pulang dari pelariannya ke Tanah Air. Nunun Nurbaetie telah dianggap terbukti bersalah oleh Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta karena melakukan tindak pidana korupsi dengan memberi suap ke sejumlah anggota DPR 1999-2004 terkait pemenangan Miranda S Goeltom sebagai DGSBI 2004.Baca juga: Heboh Kabar Novel Baswedan Tak Lulus Tes, Ketua KPK: Kami Tak Ingin Menyebar Isu
Sepupu Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ini pun pernah menjadi inisiator dalam membongkar kasus dugaan korupsi Simulator SIM di Korlantas Mabes Polri. Kasus itu menyeret sejumlah petinggi Polri. Novel juga memimpin penggeledahan Markas Korlantas Polri di Cawang, Jakarta Timur pada 30 Juli 2012 serta memeriksa para perwira polisi yang jadi saksi kasus tersebut. Terbongkarnya kasus itu membuat hubungan KPK dengan Polri tegang yang dikenal dengan istilah Cicak vs Buaya jilid II.
Selain itu, kasus korupsi Wisma Atlet SEA Games di Palembang tahun 2011 juga pernah ditangani oleh Novel yang masuk KPK pada Januari 2007 saat Lembaga antirasuah itu dipimpin Taufiequrachman Ruki.
Dia menjadi penjemput Muhammad Nazaruddin, yang lari ke Cartagena Kolombia. Sedangkan prestasi lainnya yakni mengungkap kasus suap jual beli perkara Pilkada yang melibatkan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Akil Mochtar saat itu.Baca juga: LBH Muhammadiyah Siap Advokasi 75 Pegawai KPK
Lihat Juga :