DPR Minta 75 Pegawai KPK Tak Lolos Wawasan Kebangsaan Diberi Kesempatan

Jum'at, 07 Mei 2021 - 16:39 WIB
loading...
DPR Minta 75 Pegawai...
Anggota Komisi III DPR Arsul Sani meminta 75 pegawai KPK yang tak lulus tes wawasan kebangsaan diberikan kesempatan. FOTO/DOK.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Publik menyoroti 75 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) yang tak lolos Tes Wawasan Kebangsaan
dalam rangkaian tes alih status menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN). Apalagi kemudian diketahui soal yang diujikan menyinggung hal-hal yang bersifat pribadi.

Menanggapi hal ini, Anggota Komisi III DPR Arsul Sani menegaskan, dirinya tidak sepakat jika yang ditanyakan ke pegawai ASN menyangkut keislaman dan salat. "Kalau soal pertanyaan silakan dipertanyakan. Saya juga melihat kalau pertanyaannya Islammu, sholatmu pake Qunut atau enggak kalau subuh, pakai usholli atau nggak, saya nggak setuju soal itu," kata Arsul kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (7/5/2021).

Namun, Arsul juga tidak sepakat dengan pernyataan mantan juru bicara (jubir) KPK bahwa para pegawai KPK ini patriot, sehingga tidak perlu diragukan lagi wawasan kebangsaannya. Ia pun mencontohkan dirinya dan beberapa Anggota DPR yang masih melakukan pelatihan dan pemantapan wawasan kebangsaan di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), meskipun sudah melakukan itu sebelumnya.

Baca juga: Soal Nasib 75 Pegawai KPK, Menpan RB: Tidak Benar Ada Lempar Tanggung Jawab

"Kami, saya nih kurang patriot apasih, di 2014 ketika mau masuk ke DPR, 3 minggu saya di Lemhannas, kemarin saat saya mau jadi anggota DPR, 5 hari saya di Lemhanas. Saya tidak mengeluh, saya tidak merasa nasionalisme dan kebangsaan itu masih diragukan. Tidak, memang perlu," ujarnya.

"Kalau kita bicara aparatur, memang harus wawasan kebangsaan. Wong rakyat aja nggak boleh apalagi aparatur yang selain mengatakan saya NKRI, saya Pancasila tetapi berpikir juga ideologi yang lain,” imbuh Arsul.

Menurutnya, 75 yang tidak lolos dari jumlah total pegawai 1.300 orang bukanlah jumlah yang banyak. Namun, politikus PPP ini pun tidak setuju jika mereka dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS) kemudian dibersihkan dan tidak diberi kesempatan.

"Saya tidak setuju kalau karena TMS, bukan tidak lolos, untuk dibersihkan, tapi diberi kesempatan dilakukan pembinaan agar wawasan kebangsaannya itu naik, ter-improve, sehingga menjadi MS, bukan diberhentikan," katanya.

Baca juga: Gerakan Perempuan Minta Jokowi Batalkan Tes ASN Pegawai KPK

Wakil Ketua MPR ini pun mencontohkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang masih memberikan kesempatan pada calon legislatif (Caleg) yang TMS untuk memenuhi kelengkapan berkasnya selama beberapa hari. Jadi, soal kesempatan mereka menjadi ASN itu hanya soal kebijakan di KPK.

"Why not? (kenapa tidak 75 orang itu jadi pegawai KPK) Kalau itu kebijakan (KPK)," kata Arsul.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Presiden Prabowo Hadiri...
Presiden Prabowo Hadiri Resepsi Pernikahan Putri Ketua KPK
KPK Telusuri Dugaan...
KPK Telusuri Dugaan Permintaan Uang oleh Kanim Ngurah Rai dan Denpasar saat Periksa 2 Biro Jasa
Penyidik KPK Limpahkan...
Penyidik KPK Limpahkan Berkas Perkara Budiman Bayu Prasojo Tersangka Bea Cukai ke JPU
KPK Cecar Maruf Cahyono...
KPK Cecar Ma'ruf Cahyono terkait Penerimaan Uang selama Jabat Sekjen MPR
KPK Ungkap Dugaan Intervensi...
KPK Ungkap Dugaan Intervensi BPK Pusat dalam Kasus Perubahan Opini Audit Pemkab Muara Enim
KPK Belum Menahan Eks...
KPK Belum Menahan Eks Sekjen MPR Ma'ruf Cahyono usai Pemeriksaan, Ini Alasannya
KPK Ungkap Biro Jasa...
KPK Ungkap Biro Jasa Harus Setor Rp100 Ribu hingga Rp2,5 Juta untuk Pengurusan Izin Tinggal WNA di Bali
KPK Pajang Ducati Noel...
KPK Pajang Ducati Noel dan Aset Mewah Lain dari Kasus K3
Ratusan Mahasiswa Trisakti...
Ratusan Mahasiswa Trisakti Bergerak dari Tugu 12 Mei Reformasi Menuju Gedung DPR
Rekomendasi
Tiara Andini dan Alshad...
Tiara Andini dan Alshad Ahmad Sama-sama di Los Angeles, Warganet Ramai Berspekulasi
Timnas Iran Pulang Tanpa...
Timnas Iran Pulang Tanpa Kekalahan
Rencana Batasan Tar-Nikotin...
Rencana Batasan Tar-Nikotin dan Penyeragaman Kemasan Dinilai Ancam Industri Kretek Nasional
Berita Terkini
Koalisi Masyarakat Sipil...
Koalisi Masyarakat Sipil Desak Pemerintah Hentikan Latsarmil KDMP setelah 5 Peserta Meninggal
Kapolri: Hari Bhayangkara...
Kapolri: Hari Bhayangkara Jadi Momentum Evaluasi dan Mendengar Masukan Masyarakat
Prabowo Terima Usulan...
Prabowo Terima Usulan Rektor, Keuntungan BUMN untuk Riset dan Inovasi
Hadiri Pekan Olahraga...
Hadiri Pekan Olahraga Polri dan CFD, Kapolri: Momentum Perkuat Kedekatan dengan Masyarakat
Jokowi Injak Kepala...
Jokowi Injak Kepala Kerbau saat Terima Gelar Adat, PDIP: Bagian Adat atau Simbol Perendahan Politik?
MUI Susun Naskah Akademik...
MUI Susun Naskah Akademik RUU Pidana LGBT, Dorong Masuk Prolegnas
Infografis
5 Tips Packing Mudik...
5 Tips Packing Mudik Agar Koper Tak Kelebihan Muatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved