Waketum Partai Ummat Ungkap Kedekatan Emosional dan Historis Amien Rais dengan Warga Muhammadiyah

Rabu, 05 Mei 2021 - 07:32 WIB
loading...
Waketum Partai Ummat...
M Amien Rais. Foto/Dok SINDOnews
A A A
JAKARTA - Wakil Ketua Umum Partai Ummat Agung Mozin menilai, di antara tokoh partai politik yang ada, hanya M Amien Rais yang mempunyai kedekatan emosional dan historis dengan warga Muhammadiyah .

"Sampai dengan detik ini, belum ada tokoh partai politik mana pun yang mempunyai kedekatan emosional dan historis dengan warga Muhammadiyah, selain Pak Amien Rais. Apalagi, tagline 'melawan kezaliman' dan 'menegakkan keadilan' itu adalah tagline yang sehari-hari yang didengar warga Muhammadiyah," kata Agung Mozin kepada SINDOnews, Selasa (4/5/2021).

Pria yang akrab disapa Bang Amoz itu mengatakan, dengan tagline Partai Ummat itu, Amien Rais selalu dekat warga Muhammadiyah. Apalagi, Amien merupakan mantan orang nomor satu di Muhammadiyah.

Baca juga: Figur Amien Rais dan MS Kaban di Partai Ummat Bisa Jadi Magnet Politik Pemilih PAN dan PBB

"Pak Amien Rais, setiap hari, pagi, malam, bisa masuk ke jantung hatinya warga Muhammadiyah yang ada di seberang lautan dan di balik-balik gunung, yang menginginkan tegaknya negeri ini dengan tata kelola yang penuh keadilan," pungkasnya.

Diketahui, Amien Rais merupakan ketua umum PP Muhammadiyah 1995-1998. Pada masa awal Reformasi, Amien Rais mendirikan Partai Amanat Nasional (PAN). Amien pun kemudian memimpin partai tersebut.

Baca juga: Sebut Sudah Tidak di PAN, Amien Rais: Saya Dikeluarkan Anak Buah karena Tidak Setuju Gabung Rezim

Belakangan, terjadi dinamika politik di PAN. Amien Rais mengaku dikeluarkan dari PAN. Bersama sejumlah eks kader PAN dan elemen masyarakat yang sejalan dengan dirinya, Amien mendirikan Partai Ummat. Partai baru tersebut dideklarasikan 17 Ramadhan 1442 Hijriah bertepatan dengan 29 April 2021.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kader Muhammadiyah Uji...
Kader Muhammadiyah Uji Penetapan Awal Bulan Hijriah oleh Menag ke MK
Masjid Dekat Rumah Amien...
Masjid Dekat Rumah Amien Rais Dapat Kiriman Sapi Kurban dari Pak TIW saat Iduladha
Muktamar XIX Pemuda...
Muktamar XIX Pemuda Muhammadiyah, Affandi Komitmen Tingkatkan Kapasitas Intelektual
Tanwir II Pemuda Muhammadiyah...
Tanwir II Pemuda Muhammadiyah Dorong Kader Rebut Ruang Strategis Bangsa
Lembaga Falakiyah PBNU...
Lembaga Falakiyah PBNU Rilis Data Hilal, Iduladha Berpotensi Serentak 27 Mei 2026
Muhammadiyah Iduladha...
Muhammadiyah Iduladha 27 Mei 2026, Pemerintah Sidang Isbat 17 Mei
Pramono Sebut Modernisasi...
Pramono Sebut Modernisasi Halalbihalal Dilakukan oleh Muhammadiyah
Gubernur Pramono Ungkap...
Gubernur Pramono Ungkap Modernisasi Halal Bihalal oleh Muhammadiyah
Jemaah Salat Idulfitri...
Jemaah Salat Idulfitri di Muhammadiyah Menteng Membeludak ke Jalan, Polisi Terapkan Rekayasa Lalin
Rekomendasi
Urgensi Pendekatan Humanis...
Urgensi Pendekatan Humanis dalam Penataan Kota dan Relokasi UMKM
Purbaya Buka Suara Soal...
Purbaya Buka Suara Soal Penolakan Rencana Tambah Layer Cukai Rokok
Head-to-Head Inggris...
Head-to-Head Inggris vs Ghana: The Three Lions Tak Pernah Kalah dari Afrika
Berita Terkini
SPI Jadi yang Pertama...
SPI Jadi yang Pertama Beri Naskah Analisis RUU Advokat ke Pemerintah
Hadiri Munas-Konbes...
Hadiri Munas-Konbes NU 2026, Prabowo Apresiasi Peran Strategis NU bagi Bangsa
2 Peserta Latsarmil...
2 Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Kemhan: Bakal Dievaluasi Menyeluruh
Nanik S Deyang Bakal...
Nanik S Deyang Bakal Diperiksa di Kasus Dugaan Korupsi MBG? Kejagung: Iya Berpotensi
Akademisi Dukung Langkah...
Akademisi Dukung Langkah Kejagung Jerat Pihak Pasif dan Korporasi di Kasus BGN
Sidang Putusan Perkara...
Sidang Putusan Perkara Chromebook Digelar 30 Juni, Nadiem: Saya Harap Keputusannya Bebas
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved