Matakin: Pancasila Harta yang Paling Berharga
Selasa, 04 Mei 2021 - 23:05 WIB
loading...
Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (Matakin) saat menerima kunjungan silaturahmi pejabat Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) di Klenteng Kong Miao, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Selasa sore (4/5/2021).
A
A
A
JAKARTA - Pancasila merupakan harta paling berharga yang dimiliki Indonesia. Karena itu harus dirawat dan dijaga. Caranya antara lain, dengan memanfaatkan kekayaan seni dan budaya di tanah air. Hal ini disampaikan Budi Santoso Tanuwibowo Ketua Umum Dewan Kerohanian Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (Matakin) saat menerima kunjungan silaturahmi pejabat Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dengan Dewan Matakin di Klenteng Kong Miao, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Selasa sore (4/5/2021).
Dalam kunjungan, rombongan BPIP dipimpin langsung oleh Kepala BPIP Yudian Wahyudi, yang didampingi Deputi Bidang Pengendalian dan Evaluasi Rima Agristina, Deputi Bidang Pendidikan dan Pelatihan Baby Siti Salamah beserta jajarannya.
Budi Santoso dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kunjungan BPIP dan siap mendukung berbagai program yang dilakukan BPIP dan kunjungan ini menunjukkan orang makin sadar bahwa Pancasila adalah harta yang paling berharga yang selama ini disia-siakan.
"Saya berkunjung ke rumah pengasingan Bung Karno di Ende, NTT. Di sana, saya juga duduk di bawah pohon sukun dan memandang laut di depannya. Dari sana, kami bisa ikut menyelami gejolak batin Bung Karno. Bagaimana bangsa yang kaya raya bisa dijajah oleh negara yang kecil selama ratusan tahun, bahkan mudah diadudomba,"katanya.
Karena itu Ia bersyukur pendiri bangsa akhirnya merumuskan Pancasila sebagai dasar negara yang bisa menyatukan beragam suku, bahasa, dan agama. "Suku bangsa yang berbeda akhirnya punya satu tujuan yang sama," kata Budi.
Dalam kunjungan, rombongan BPIP dipimpin langsung oleh Kepala BPIP Yudian Wahyudi, yang didampingi Deputi Bidang Pengendalian dan Evaluasi Rima Agristina, Deputi Bidang Pendidikan dan Pelatihan Baby Siti Salamah beserta jajarannya.
Budi Santoso dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kunjungan BPIP dan siap mendukung berbagai program yang dilakukan BPIP dan kunjungan ini menunjukkan orang makin sadar bahwa Pancasila adalah harta yang paling berharga yang selama ini disia-siakan.
"Saya berkunjung ke rumah pengasingan Bung Karno di Ende, NTT. Di sana, saya juga duduk di bawah pohon sukun dan memandang laut di depannya. Dari sana, kami bisa ikut menyelami gejolak batin Bung Karno. Bagaimana bangsa yang kaya raya bisa dijajah oleh negara yang kecil selama ratusan tahun, bahkan mudah diadudomba,"katanya.
Karena itu Ia bersyukur pendiri bangsa akhirnya merumuskan Pancasila sebagai dasar negara yang bisa menyatukan beragam suku, bahasa, dan agama. "Suku bangsa yang berbeda akhirnya punya satu tujuan yang sama," kata Budi.
Lihat Juga :