Dorong Transformasi Pendidikan, Jokowi Apresiasi Program Merdeka Belajar

Selasa, 04 Mei 2021 - 17:23 WIB
loading...
Dorong Transformasi...
Presiden Jokowi mengapresiasi penuh Program Merdeka Belajar yang diinisiasi Kemendikbudristek. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengapresiasi penuh Program Merdeka Belajar yang diinisiasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) dalam mentransformasi dunia pendidikan saat ini.

Pernyataan tersebut secara tegas disampaikan Presiden dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2021. “Peran guru dan sekolah saat ini lebih sebagai fasilitator pendidikan untuk memfasilitasi merdeka belajar dari anak didiknya,” ucapnya dalam Peresmian Pembukaan Musrenbangnas Tahun 2021 di Jakarta, Selasa (4/5/2021). Baca juga: Kampus Merdeka Siapkan Mahasiswa untuk Hadapi Tantangan Global

Dalam pidatonya, Jokowi mengatakan layanan pendidikan berbasis daring muncul dimana-mana sehingga akses pembelajaran dapat diperoleh dari berbagai sumber. Hal ini sebagai jawaban dan menunjukkan bahwa pembelajaran jarak jauh menjadi sebuah kebutuhan dan keniscayaan. “Pandemi telah mengakselerasi secara cepat penggunaan edutech (teknologi pendidikan),” ungkap Jokowi. Baca juga: Guru, Kodrat Anak, dan Merdeka Belajar

Kebijakan Merdeka Belajar yang diusung Kemendikbudristek telah berjalan selama satu setengah tahun. Selama periode tersebut, telah lahir 10 program dalam kebijakan Merdeka Belajar. Program ini merupakan inisiatif Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim untuk memberikan suasana belajar yang bahagia dan lebih baik bagi murid maupun para guru. Program tersebut dinilai menjadi salah satu terobosan dan inovasi untuk berpikir serta berekspresi yang bertujuan memerdekakan guru dan siswa.

Presiden pun mengimbau dilakukannya perencanaan dan respons yang cepat dalam mengantisipasi berbagai perkembangan akibat disrupsi yang kini mengubah situasi dunia. “Harus responsif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, kembalinya kesini,” tegas Jokowi.

Sebelumnya, Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Lestari Moerdijat, menilai Program Merdeka Belajar harus digaungkan dengan melakukan sejumlah penyesuaian dengan perkembangan kondisi pandemi yang dihadapi saat ini. Gagasan dan gerakan Merdeka Belajar sebaiknya difokuskan kepada beberapa isu seperti infrastruktur dan teknologi; kebijakan, prosedur dan pendanaan; kepemimpinan, masyarakat dan budaya; serta kurikulum, pedagogi dan asesmen. "Empat fokus program itu harus segera mendapat prioritas, terutama dalam mendorong proses belajar yang produktif dan berkesinambungan," ujarnya.

Dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional 2021 Wakil Ketua Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat, Agustina Wilujeng Pramestuti, menyatakan harapan dari momentum Hardiknas 2021 adalah Merdeka Belajar, Kampus Merdeka dan Pelajar Pancasila. "Semoga menjadi titik awal keberhasilan pembangunan karakter generasi muda dalam mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berbhineka tunggal ika,” ucapnya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Namanya Disebut dalam...
Namanya Disebut dalam Pleidoi Nadiem, Jokowi: Yang Saya Tahu Pak Nadiem Orang Baik
Kasus Chromebook Dinilai...
Kasus Chromebook Dinilai Janggal, Kuasa Hukum Sebut Nadiem Makarim Dikriminalisasi
Respons Pleidoi Nadiem,...
Respons Pleidoi Nadiem, Jaksa: Tidak Berdasarkan Fakta Persidangan
Bacakan Pleidoi, Nadiem:...
Bacakan Pleidoi, Nadiem: Proyek Chrome Hemat Negara Rp3,9 Triliun, Bukan Merugikan
Nadiem Bacakan Pledoi:...
Nadiem Bacakan Pledoi: Usai Terima Bintang Mahaputra Adipradana Dihadiahi Jeruji Besi
Ruang Sidang Sempat...
Ruang Sidang Sempat Gelap Gulita saat Nadiem Makarim Bacakan Pleidoi
Jejak Pendidikan Nadiem...
Jejak Pendidikan Nadiem Makarim, Eks Menteri Lulusan Harvard yang Dituntut 18 Tahun Penjara
Kesaksian Guru di Tarakan:...
Kesaksian Guru di Tarakan: Chromebook Era Nadiem Makarim Tak Berfungsi dan Jadi Beban Aset
Ketegaran Franka Franklin...
Ketegaran Franka Franklin Usai Putusan Praperadilan Nadiem Makarim Ditolak
Rekomendasi
Pra SPMB 2026 Dibuka,...
Pra SPMB 2026 Dibuka, Pemkot Tangsel Siapkan 9.976 Kuota untuk SMP Negeri
Mayoritas Penduduk di...
Mayoritas Penduduk di 36 Negara Anggap Israel Tidak Baik
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
Berita Terkini
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Imigrasi Nonaktifkan...
Imigrasi Nonaktifkan Pejabat yang Diperiksa KPK, Pastikan Pelayanan Publik Tetap Berjalan
Dua Truk Towing Masuk...
Dua Truk Towing Masuk Rumah Silmy Karim saat KPK Lakukan Penggeledahan
Panitia Mubes Kosgoro...
Panitia Mubes Kosgoro 1957 Terima Dokumen Lengkap Caketum La Ode Safiul Akbar
Islah Bahrawi Mengaku...
Islah Bahrawi Mengaku Dapat Intimidasi dari OTK, Rumah Diintai hingga Aktivitasnya Dibuntuti
Infografis
Kaleidoskop 2025: 6...
Kaleidoskop 2025: 6 Program Utama Pemerintahan Prabowo-Gibran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved