Megawati Soekarnoputri Diplot di BRIN, Mardani PKS Nilai Bukan Contoh Baik
Senin, 03 Mei 2021 - 15:32 WIB
loading...
Mardani Ali Sera menilai penempatan Megawati Soekarnoputri sebagai ketua Dewan Pengarah BRIN tidak memberi contoh yang baik. Foto/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Penempatan Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila ( BPIP ) Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional ( BRIN ) menuai kritik. Walaupun niatnya baik, namun penempatan itu dinilai tidak memberikan contoh baik.
"Niatnya mungkin baik. Tapi penempatan Ketua Umum Parpol sebagai lembaga pengarah BRIN tidak memberi contoh baik," ujar Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera kepada SINDOnews, Senin (3/5/2021).
Baca juga: BRIN Punya Dewan Pengarah, PKS Nilai Kurang Masuk Akal
Menurut Mardani, Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada 2 Mei 2021 harus diresapi untuk menata kembali aspek riset guna menghadirkan berbagai inovasi. "Riset merupakan sesuatu yang all out, diperlukan pemimpin yang memiliki kopetensi dan punya integritas serta kualitas. Sudah adakah di negeri kita?" kata Mardani.
Menurut dia, secara fundamental perlu memiliki pirinsip bersama, bangsa ini akan maju apabila pengetahuan menjadi modal utamanya. "Harus jadi isu publik, mulai dari level RT hingga Presiden pikiran nya mesti tentang pengetahuan," ujarnya.
"Niatnya mungkin baik. Tapi penempatan Ketua Umum Parpol sebagai lembaga pengarah BRIN tidak memberi contoh baik," ujar Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera kepada SINDOnews, Senin (3/5/2021).
Baca juga: BRIN Punya Dewan Pengarah, PKS Nilai Kurang Masuk Akal
Menurut Mardani, Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada 2 Mei 2021 harus diresapi untuk menata kembali aspek riset guna menghadirkan berbagai inovasi. "Riset merupakan sesuatu yang all out, diperlukan pemimpin yang memiliki kopetensi dan punya integritas serta kualitas. Sudah adakah di negeri kita?" kata Mardani.
Menurut dia, secara fundamental perlu memiliki pirinsip bersama, bangsa ini akan maju apabila pengetahuan menjadi modal utamanya. "Harus jadi isu publik, mulai dari level RT hingga Presiden pikiran nya mesti tentang pengetahuan," ujarnya.
Lihat Juga :