Fahri Hamzah Kritisi Penggeledahan Ruang Azis Syamsuddin Tanpa Status Tersangka

Senin, 03 Mei 2021 - 07:16 WIB
loading...
Fahri Hamzah Kritisi...
Mantan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menilai bahwa penggeledahan ruang kerja pimpinan Azis Syamsuddin merupakan bukti beralihnya fungsi DPR sebagai lembaga pengawasan, menjadi lembaga yang diawasi. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Penggeledahan yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di salah satu ruang kerja pimpinan DPR, Azis Syamsuddin pada Rabu (28/4) lalu menuai beragam respons publik.

Mantan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menilai bahwa penggeledahan itu merupakan bukti beralihnya fungsi DPR sebagai lembaga pengawasan, menjadi lembaga yang diawasi. Terlebih, penggeledahan itu dilakukan terhadap seseorang yang belum ditetapkan sebagai tersangka. "Ini perlu dicermati, karena itu penggeledahan ruang pimpinan DPR itu, tanpa tersangka sebenarnya adalah puncak dari beralihnya fungsi DPR sebagai pengawas dan menjadi lembaga yang diawasi," kata Fahri kepada wartawan, Minggu (2/5/2021) Baca juga: Duh, Anak Indonesia Sudah Kenal Medsos Sebelum Usia Enam Tahun

Fahri menilai, DPR itu nyaris mengalami kematian total, karena èlan vital atau daya vitalnya sebagai wakil rakyat untuk menjaga jalannya pemerintahan itu berhenti. Kekhawatiran itu diperparah ketika tidak adanya perlawanan yang diperlihatkan dari para anggota DPR yang memilki fungsi dalam melakukan pengawasan terhadap jalannya pemerintahan, atas penggeledahan itu. "Dan itu kembali kalau kita tarik ke belakang, akarnya itu ada pada krisis partai politik (parpol), di antara krisis ialah ketika parpol berhenti menjadi lembaga pemikiran dan menjelma menjadi elemen kekuasaan," terang mantan anggota Komisi III DPR itu.

Padahal, Wakil Ketua Umum DPN Partai Gelora ini menjelaskan, parpol sejatinya merupakan lembaga think tank atau mesin pemikiran untuk memproduksi ide-ide, baik untuk membuat Undang-Undang (UU), mengawasi negara, maupun untuk menjalankan pemerintahan. "Nah, sekarang karena dia menjelma menjadi alat kekuasaan, terutama dalam pilkada dan dalam formasi kekuasaan, akhirnya kemudian krisis terjadi, parpol jangankan memikirkan bangsa, memikirkan apa yang terjadi pada dirinya sendirinya saja sudah tidak sanggup," paparnya.

Sehingga, dia menambahkan, kondisi parpol ini menunjukkan bahwa terjadi krisis yang sangat besar sekali di tubuh parpol, dan diperlukan reformasi parpol. "Krisis ini adalah krisis yang besar sekali, makannya diperlukan reformasi parpol di Indonesia," pungkas politikus asal Nusa Tenggara Barat itu.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
KPK Buka Peluang Periksa...
KPK Buka Peluang Periksa Pihak BPK, Dalami Peran Eks Staf Ahli Bobby Adhityo Rizaldi
KPK Telusuri Dugaan...
KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus Kuota Haji dari Kemenag ke Pansus DPR
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Evaluasi Harga BBM Non-Subsidi Pascaanjloknya Harga Minyak Dunia
Singgung Peran KPRP,...
Singgung Peran KPRP, Pakar: Kritik Mahfud MD Terhadap UU Polri Sangat Aneh
Telusuri Aset Tersangka...
Telusuri Aset Tersangka Kasus Kuota Haji, KPK Periksa Pengelola Apartemen
Bos Maktour Mengaku...
Bos Maktour Mengaku Kelelahan, Kembali Absen dari Pemeriksaan KPK
Ketua DPW Partai Perindo...
Ketua DPW Partai Perindo Sulsel Abdul Hayat Gani, dari Birokrasi ke Politik yang Melayani
Hadapi Pemilu 2029,...
Hadapi Pemilu 2029, PSI Perkuat Konsolidasi Akar Rumput di Kalimantan
Konsolidasi Kekuatan...
Konsolidasi Kekuatan di Jawa Barat, Perindo Targetkan Basis Kemenangan dan Model Nasional
Rekomendasi
PLN EPI Tuntaskan Hot...
PLN EPI Tuntaskan Hot Tap WNTS-Pemping, Gas Natuna Siap Mengalir ke Dalam Negeri
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Davina Karamoy Dicecar...
Davina Karamoy Dicecar 30 Pertanyaan Terkait Kasus Hanania Travel
Berita Terkini
Glory Harimas Sihombing...
Glory Harimas Sihombing Jadi Tersangka Baru Korupsi MBG
Sony Sanjaya Beberkan...
Sony Sanjaya Beberkan Ada Pengadaan Fiktif CCTV dan Sidik Jari Rp300 Miliar di Program MBG
Sony Sonjaya Diperiksa...
Sony Sonjaya Diperiksa Kejagung 9 Jam, Daftar Nama terkait Jual Beli Titik SPPG Bertambah Jadi 41 Orang
Yusril Dialog dengan...
Yusril Dialog dengan BEM SI, Janji Sampaikan 5 Tuntutan ke Presiden
Soal Rupiah, Tomkur:...
Soal Rupiah, Tomkur: Perlu Koordinasi Kebijakan Lintas Sektor
Soal Pengadaan 21 Ribu...
Soal Pengadaan 21 Ribu Motor Listrik Era Dadan Hindayana, Begini Kata BGN
Infografis
7 Fakta Kasus Hogi Minaya:...
7 Fakta Kasus Hogi Minaya: Suami Bela Istri, Berujung Tersangka
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved