Lewat Pantun Enggak Mudik, Masyarakat Diingatkan Ancaman Lonjakan Covid-19
Jum'at, 30 April 2021 - 15:13 WIB
loading...
A
A
A
Jika ini terjadi, dikhawatirkan tren penurunan kasus Covid-19 yang sudah terjadi, kembali akan meningkat signifikan. Fenomena ini pun akan kontraproduktif terhadap program vaksinasi yang sedang gencar dijalankan.
Kampanye dengan menyuguhkan pantun ini diharapkan menjadi sebuah kampanye yang menghibur. Selain itu, diharapkan akan muncul berbagai kreativitas untuk melahirkan pantun-pantun lainnya dan menjadi gerakan kampanye bersama melalui pembacaan pantun oleh para tokoh, selebritas dan masyarakat umum lainnya di berbagai platform media berita dan media sosial.
Adapun kampanye sebelumnya, Yuk Lindungi Mereka dimaksudkan untuk membantu upaya percepatan vaksinasi bagi para Lansia, sebagai kelompok masyarakat yang paling rentan menghadapi pandemi ini.
Data Kementerian Kesehatan menunjukkan, 50% dari penderita Covid-19 yang meninggal dunia berasal dari kelompok Lansia (di atas 60 tahun). Karena itu, kampanye ini mengajak para anggota keluarga dan masyarakat dapat bersama-sama menyokong upaya untuk melindungi para Lansia.
Vaksinasi memang tidak membuat penerimanya kebal penuh terhadap bahaya terpapar virus Covid-19. Namun, akan menurunkan risiko terpapar dan menularkan virus ini kepada orang lain, kalau terpapar bergejala ringan, dan cepat dalam proses pemulihannya. Dengan begitu, mengurangi risiko fatal khususnya pada kelompok lansia.
Baca juga: Langgar Larangan Mudik, Travel Gelap Bakal Didenda hingga Ditahan
Kampanye dengan menyuguhkan pantun ini diharapkan menjadi sebuah kampanye yang menghibur. Selain itu, diharapkan akan muncul berbagai kreativitas untuk melahirkan pantun-pantun lainnya dan menjadi gerakan kampanye bersama melalui pembacaan pantun oleh para tokoh, selebritas dan masyarakat umum lainnya di berbagai platform media berita dan media sosial.
Adapun kampanye sebelumnya, Yuk Lindungi Mereka dimaksudkan untuk membantu upaya percepatan vaksinasi bagi para Lansia, sebagai kelompok masyarakat yang paling rentan menghadapi pandemi ini.
Data Kementerian Kesehatan menunjukkan, 50% dari penderita Covid-19 yang meninggal dunia berasal dari kelompok Lansia (di atas 60 tahun). Karena itu, kampanye ini mengajak para anggota keluarga dan masyarakat dapat bersama-sama menyokong upaya untuk melindungi para Lansia.
Vaksinasi memang tidak membuat penerimanya kebal penuh terhadap bahaya terpapar virus Covid-19. Namun, akan menurunkan risiko terpapar dan menularkan virus ini kepada orang lain, kalau terpapar bergejala ringan, dan cepat dalam proses pemulihannya. Dengan begitu, mengurangi risiko fatal khususnya pada kelompok lansia.
Baca juga: Langgar Larangan Mudik, Travel Gelap Bakal Didenda hingga Ditahan
Lihat Juga :