Penetapan KKB Papua sebagai KST Diyakini Sudah Melalui Pertimbangan Matang
Jum'at, 30 April 2021 - 06:32 WIB
loading...
A
A
A
"Tentu mereka dicekam ketakutan juga, hal ini harus ditanggulangi. Penyelesaian masalah Papua seyogyanya tidak dikelola base on dendam satu ke dendam yang lain," sambung Nuning.
Di sisi lain, Nuning juga melihat gerakan separatisme di Papua memiliki jaringan yang sangat fragmented. Artinya, tidak terdapat satu komando yang terstruktur dan setiap kelompok memiliki pimpinan sendiri. Ia menilai organisasi yang structure-less ini disebabkan faktor sosial budaya pada masyarakat Papua yang masih kental dengan semangat primordial kesukuan. Maka, lembaga Adat sangat berperan di Papua.
Dia menambahkan, memang mengherankan segala pendekatan ipoleksosbud sudah dilakukan oleh pemerintah, tapi masih saja Papua tak kunjung usai masalahnya. Hal itu dinilai karena masih adanya pemantik yang bersifat pragmatis di dalam tubuh KKB atau KST. Baca juga: Polri Bahas Pelibatan Densus 88 Tumpas Teroris KKB Papua
"Jaringan bersenjata ini beranggotakan masyarakat yang terikat kesukuan dengan persenjataan terbatas. Sumber utama pengadaan senjata melalui perampasan dan pencurian senjata apparat TNI dan Polri, serta membeli dari jaringan penjualan senjata dari PNG dan Filipina Selatan," papar Nuning.
Di sisi lain, Nuning juga melihat gerakan separatisme di Papua memiliki jaringan yang sangat fragmented. Artinya, tidak terdapat satu komando yang terstruktur dan setiap kelompok memiliki pimpinan sendiri. Ia menilai organisasi yang structure-less ini disebabkan faktor sosial budaya pada masyarakat Papua yang masih kental dengan semangat primordial kesukuan. Maka, lembaga Adat sangat berperan di Papua.
Dia menambahkan, memang mengherankan segala pendekatan ipoleksosbud sudah dilakukan oleh pemerintah, tapi masih saja Papua tak kunjung usai masalahnya. Hal itu dinilai karena masih adanya pemantik yang bersifat pragmatis di dalam tubuh KKB atau KST. Baca juga: Polri Bahas Pelibatan Densus 88 Tumpas Teroris KKB Papua
"Jaringan bersenjata ini beranggotakan masyarakat yang terikat kesukuan dengan persenjataan terbatas. Sumber utama pengadaan senjata melalui perampasan dan pencurian senjata apparat TNI dan Polri, serta membeli dari jaringan penjualan senjata dari PNG dan Filipina Selatan," papar Nuning.
(kri)
Lihat Juga :