Alquran Mukjizat Sepanjang Zaman
Jum'at, 30 April 2021 - 05:30 WIB
loading...
A
A
A
“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah. Yang mengajarkan (manusia) dengan (perantaraan) pena. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.” (QS Al-Alaq, 1-5).
Begitu selesai Muhammad mengikuti Jibril membaca lima ayat Surat Al-Qalam tersebut, Jibril kemudian menghilang entah ke mana. Muhammad masih merasa ketakutan. Tubuhnya menggigil hebat. Keringat dingin mengalir deras dari pori-pori tubuhnya dan pacu jantungnya seakan berlarian.
Kemudian Muhammad pun bergegas pulang menemui Khadijah, istrinya, dengan hati yang diliputi rasa galau, cemas, dan ketakutan. Begitu sampai di rumah, ia masuk kamar dan merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Katanya, “Selimuti aku, selimuti aku sekarang.”
Khadijah pun segera menyelimuti seluruh tubuh Muhammad rapat-rapat. Setelah rasa takutnya mereda, beliau menceritakan peristiwa yang dialaminya dan mengatakan, “Aku takut diriku. Aku khawatir sekali tadi.”
Khadijah kemudian mengatakan dengan lembut untuk membesarkan hati suaminya:
“Tidak, sayangku. Demi Allah, Dia tidak akan pernah merendahkanmu. Engkaulah orang yang akan mempersatukan dan mempersaudarakan umat manusia, memikul beban penderitaan orang lain, bekerja untuk mereka yang papa, menjamu tamu dan menolong orang-orang yang menderita demi kebenaran.”
Begitu selesai Muhammad mengikuti Jibril membaca lima ayat Surat Al-Qalam tersebut, Jibril kemudian menghilang entah ke mana. Muhammad masih merasa ketakutan. Tubuhnya menggigil hebat. Keringat dingin mengalir deras dari pori-pori tubuhnya dan pacu jantungnya seakan berlarian.
Kemudian Muhammad pun bergegas pulang menemui Khadijah, istrinya, dengan hati yang diliputi rasa galau, cemas, dan ketakutan. Begitu sampai di rumah, ia masuk kamar dan merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Katanya, “Selimuti aku, selimuti aku sekarang.”
Khadijah pun segera menyelimuti seluruh tubuh Muhammad rapat-rapat. Setelah rasa takutnya mereda, beliau menceritakan peristiwa yang dialaminya dan mengatakan, “Aku takut diriku. Aku khawatir sekali tadi.”
Khadijah kemudian mengatakan dengan lembut untuk membesarkan hati suaminya:
“Tidak, sayangku. Demi Allah, Dia tidak akan pernah merendahkanmu. Engkaulah orang yang akan mempersatukan dan mempersaudarakan umat manusia, memikul beban penderitaan orang lain, bekerja untuk mereka yang papa, menjamu tamu dan menolong orang-orang yang menderita demi kebenaran.”
Lihat Juga :