'Impact Ranking' dan Peran Universitas dalam Pencapaian SDGs

Kamis, 29 April 2021 - 12:31 WIB
loading...
A A A
Partisipasi Kampus Indonesia
Sejak pertama kali pemeringkatan ini dirilis (2019), terdapat 450 universitas dari 76 negara yang berpartisipasi dalam Impact Rankings dan sebanyak 7 universitas berasal dari Indonesia (meliputi UI, Undip, UGM, IPB, ITB, Unpad, dan UNY). Pada 2020 partisipasi bertambah menjadi 768 universitas dari 85 negara dan 9 universitas berasal dari Indonesia. Pada 2020 UNY sudah tidak masuk radar Impact Rankings yang mana digantikan oleh UB, Unair, dan ITS.

Menariknya, pada 2021 jumlah partisipasi meningkat pesat menjadi 1.115 universitas dari 94 negara/wilayah dan sebanyak 18 universitas berasal dari Indonesia. Partisipasi kampus di Indonesia naik dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya. Adapun beberapa pendatang baru pada tahun ini adalah Unhas, UNS, Telkom University, Universitas Bakrie, Universitas Lampung, UMY, USU, dan Institut Teknologi PLN.

ITS yang baru bergabung tahun lalu dengan peringkat terakhir di Indonesia, kini telah menempati peringkat #1 di Indonesia dan peringkat #64 di dunia. ITS telah mengalahkan pemain lama, seperti UI, Undip, UGM, IPB, dan ITB. Capaian mengesankan juga diraih Unhas yang baru bergabung tahun ini dengan perolehan peringkat #2 di Indonesia dan #79 di dunia. Sama seperti ITS, Unhas juga mengalahkan para pemain lama.

Di samping capaian mengesankan, yang perlu menjadi perhatian kita bersama adalah rendahnya partisipasi perguruan tinggi di Indonesia. Dari 2.136 perguruan tinggi di Indonesia (Kemendikbud, 2020), hanya 18 perguruan tinggi yang masuk dalam radar pemeringkatan Impact Rankings 2021. Padahal, jika semua kampus berbondong-bondong untuk berpartisipasi dalam pemeringkatan ini, ketercapaian SDGs 2030 menjadi sebuah keniscayaan. Lantas, apa yang perlu dipersiapkan oleh perguruan tinggi yang belum masuk radar Impact Rankings?

Akselerasi Kinerja Publikasi Bertema SDGs
Agar dapat masuk dalam radar Impact Rankings, universitas perlu meningkatkan jumlah publikasi internasional terindeks scopus yang membahas isu-isu SDGs. Penelitian tersebut perlu memasukkan keywords SDG dalam judul, abstrak, dan kata kunci paper. Misalnya, SDG 1 dapat memasukkan "extreme poverty'', "poverty alleviation", atau kata lain yang masuk dalam daftar keywords masing-masing SDG yang telah diklasifikasikan oleh Elsevier. Selain kuantitas, kualitas publikasi juga menjadi poin penting penilaian. Kualitas publikasi dilihat dari jumlah sitasi yang dihasilkan oleh luaran publikasi. Untuk meningkatkan jumlah sitasi, para peneliti dapat melakukan riset kolaborasi bersama top scientits, melakukan publikasi di jurnal top tier, atau bisa juga mengangkat hot issues dalam publikasinya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menjaga Kampus Tetap...
Menjaga Kampus Tetap Relevan Tanpa Menjadi 'Pabrik'
Indonesia Kompeten 2045,...
Indonesia Kompeten 2045, Wamenaker Dorong Kampus Perkuat Sertifikasi Kompetensi
UPI YAI dan Shinawatra...
UPI YAI dan Shinawatra University Thailand Kerja Sama Tingkatkan Kualitas Pendidikan
Prabowo Minta Kampus...
Prabowo Minta Kampus Bentuk Tim Bantu Pemda Selesaikan Masalah di Daerah
Hardiknas 2026, SPK...
Hardiknas 2026, SPK Ungkap Upah Dosen Rendah hingga Minim Perlindungan
Mendiktisaintek Ungkap...
Mendiktisaintek Ungkap Prabowo Instruksikan Kampus Cari Alternatif untuk Kurangi Ketergantungan Elpiji
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
MNC University Perkuat...
MNC University Perkuat Kolaborasi dengan Sekolah Mitra melalui Pra-Rapat Kerja Tahun Ajaran 2026/2027
UI Tembus 15 Besar Dunia...
UI Tembus 15 Besar Dunia di Ajang Emerald Excellence Awards 2026
Rekomendasi
PBB Mulai Evakuasi 11.000...
PBB Mulai Evakuasi 11.000 Pelaut yang Terdampar di Selat Hormuz
7 Fakta Menarik Inggris...
7 Fakta Menarik Inggris Buntu Lawan Ghana di Piala Dunia 2026: Harry Kane Mandul
Premier Padel Valladolid...
Premier Padel Valladolid P2 2026 Tayang di VISION+, Cek Jadwal Lengkapnya
Berita Terkini
Pengacara Sony Sonjaya...
Pengacara Sony Sonjaya Sayangkan Permohonan JC Ditolak Kejagung
Presiden Prabowo: Saya...
Presiden Prabowo: Saya Tahu Siapa yang Bayar Demo
KPK Kembali Periksa...
KPK Kembali Periksa Mantan Dirjen PHU Hilman Latief terkait Kasus Kuota Haji
Ditjen Polpum Dorong...
Ditjen Polpum Dorong Standarisasi Anggaran Kesbangpol Berbasis Risiko dan Kebutuhan Daerah
Kelakar Prabowo soal...
Kelakar Prabowo soal Nama Panglima TNI dan Kapolri: Susah Diganti
Dear You dan Ketakutan...
Dear You dan Ketakutan yang Salah Arah
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved