Kuasa Hukum Munarman Sebut Banyak Kesalahan Prosedur Penegakan Hukum
Rabu, 28 April 2021 - 08:04 WIB
loading...
A
A
A
"Klien kami justru pada beberapa kesempatan selalu memperingatkan kepada masyarakat luas akan bahaya situs-situs dan atau ajakan-ajakan yang mengarah kepada aksi-aksi terorisme dan tindakan inkonstitusional lainnya," kata dia.
Selain itu, ihwal penemuan berupa cairan dan serbuk saat penggeledahan oleh Densus 88 Polri di gedung eks sekretariat DPP FPI, Hariadi menyebut itu merupakan deterjen dan obat pembersih toilet. "Yang dahulu biasa digunakan untuk program kerja bakti bersih-bersih tempat wudhu dan toilet masjid dan musholla," ujarnya.
Baca juga: Sebut Temuan Polisi Bukan Bahan Bom, Kubu Munarman: Itu Deterjen dan Pembersih Toilet!
Kemudian terhadap buku-buku yang disita di rumah kliennya, Hariadi mengatakan buku-buku tersebutmerupakan koleksi intelektual yang mengisi perpustakaan pribadi kliennya. Sebab itu, pihaknya bakal melakukan upaya perlawanan hukum.
"Berdasarkan banyaknya kesalahan prosedur penegakan hukum yang mengamputasi Hak Asasi klien kami, karenanya kami akan melakukan perlawanan hukum sesuai sistem peradilan pidana yang berlaku di Republik Indonesia," kata dia
Selain itu, ihwal penemuan berupa cairan dan serbuk saat penggeledahan oleh Densus 88 Polri di gedung eks sekretariat DPP FPI, Hariadi menyebut itu merupakan deterjen dan obat pembersih toilet. "Yang dahulu biasa digunakan untuk program kerja bakti bersih-bersih tempat wudhu dan toilet masjid dan musholla," ujarnya.
Baca juga: Sebut Temuan Polisi Bukan Bahan Bom, Kubu Munarman: Itu Deterjen dan Pembersih Toilet!
Kemudian terhadap buku-buku yang disita di rumah kliennya, Hariadi mengatakan buku-buku tersebutmerupakan koleksi intelektual yang mengisi perpustakaan pribadi kliennya. Sebab itu, pihaknya bakal melakukan upaya perlawanan hukum.
"Berdasarkan banyaknya kesalahan prosedur penegakan hukum yang mengamputasi Hak Asasi klien kami, karenanya kami akan melakukan perlawanan hukum sesuai sistem peradilan pidana yang berlaku di Republik Indonesia," kata dia
Lihat Juga :