Tantangan Mengelola SDM Berskala Besar

Rabu, 28 April 2021 - 05:00 WIB
loading...
Tantangan Mengelola...
Muhamad Ali (Foto: Istimewa)
A A A
Muhamad Ali
Pemerhati Human Capital Management

FESTIVE moment Idul Fitri akan segera tiba. Sepertinya, kita akan menjalani hari raya terbesar di Republik ini dengan suasana dan nuansa yang berbeda. Untuk kali kedua, perayaan Idul Fitri dihadang oleh pandemi. Tahun lalu, suasana Idul Fitri itu sudah kita alami. Keluarga-keluarga memilih atau dipaksa untuk berdiam di rumah. Silaturahmi ditiadakan. Mengunjungi kerabat terdekat pun terhambat. Yang paling ditunggu-tunggu jutaan orang, mudik atau pulang kampung, juga tidak bisa dilakukan.

Idul Fitri kali ini juga demikian. Pemerintah sudah menerbitkan larangan bepergian jarak jauh antarkota untuk keperluan mudik dalam rangka Lebaran. Angkutan umum, baik darat, laut, maupun udara, dilarang beroperasi selama hampir dua pekan untuk membatasi pergerakan manusia selama musim Lebaran.

Sebagaimana kebijakan pada umumnya, sebagian menggerutu dan menyalahkan pemerintah. Menuduh pemerintah tidak konsisten dan seterusnya. Sebagian memahaminya lantaran Covid-19 belum sepenuhnya dapat dikendalikan.

Lalu, tiba-tiba muncullah kasus India yang mengalami lonjakan kasus Covid-19 akibat pelonggaran kebijakan pertemuan terbuka, mengizinkan diselenggarakannya upacara keagamaan yang berpusat di Sungai Gangga dan dihadiri oleh jutaan orang. Setelah itu, kasus penularan melonjak hingga 30 kali lipat, kematian meningkat drastis, membuat sistem kesehatan di India praktis lumpuh total, dan Covid-19 dipastikan akan membuat India makin kelimpungan.

Harus diakui, kebijakan pembatasan bepergian bukanlah kebijakan yang menyenangkan. Bukan kebijakan populis. Data yang baru saja dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) tentang kondisi ekonomi selama triwulan pertama 2021 juga memperlihatkan, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) memberikan kontribusi penting terhadap aktivitas konsumsi masyarakat sehingga membuat konsumsi sebagai motor pertumbuhan ekonomi nasional terganggu.

Peliknya Mengelola SDM Berskala Besar
Di sektor pekerjaan formal, mengelola sumber daya manusia (SDM) dengan jumlah yang sangat besar pada situasi pandemi seperti sekarang sungguh tidak mudah. Ketergantungan terhadap kebijakan dan keputusan pemerintah sangat menentukan kelangsungan hidup dari korporasi-korporasi dengan jumlah tenaga kerja puluhan ribu orang.

Bagi para eksekutif di korporasi atau bisnis yang melibatkan sumber daya manusia berjumlah ribuan, kondisi makroekonomi yang masih belum bersahabat tentu harus diterjemahkan dalam keputusan-keputusan operasional, seperti pengelolaan kapasitas produksi, manajemen aktivitas pemasaran, sampai dengan keputusan bagaimana sistem kerja bagi para pekerja. Dalam momen menjelang Lebaran, kewajiban untuk memberikan tunjangan hari raya (THR) juga menambah tantangan yang harus diputuskan segera.

Itu baru satu faktor. Faktor yang lain adalah bagaimana beradaptasi terhadap protokol-protokol kesehatan yang tidak hanya bersifat mandatori, tetapi juga mengalami perubahan dari waktu ke waktu akibat perkembangan penanganan pandemi di level regional maupun nasional beserta dengan keputusan yang mengikutinya.

Salah satu contoh yang paling layak untuk diangkat adalah bagaimana pemerintah memberikan relaksasi pajak terhadap jenis kendaraan roda empat tertentu, dengan tujuan untuk tetap menjaga sektor ini tidak mengalami mati suri akibat tekanan ekonomi pandemi. Tidak terbayangkan apabila para eksekutif di sektor industri automotif ini harus mengambil keputusan pahit, yakni merumahkan pekerjanya. Ratusan ribu orang akan segera terdampak, dan perekonomian akan berada pada tingkat yang lebih rumit.

Beberapa sektor industri manufaktur yang juga mengalami tekanan tak kalah hebat adalah sektor industri sandang atau lebih dikenal sebagai industri tekstil dan produk tekstil. Dalam suasana menjelang Lebaran, umumnya industri ini terlihat cerah. Tapi, tidak kali ini. Sebagian besar tentu akibat pandemi. Sektor ini juga menjadi sandaran pekerja dengan jumlah yang mencapai puluhan ribu untuk satu manufaktur saja. Apabila kebijakan atau keputusan yang diambil salah sedikit saja, efeknya bisa menjadi domino dalam waktu singkat.

Beruntung, berdasarkan laporan BPS yang baru dirilis tentang kinerja ekonomi triwulan I/2021,kinerja ekspor yang menonjol juga menjadi penyokong ekonomi Indonesia hari ini. Sepanjang triwulan I/2021, nilai ekspor kita mencapai USD48,90 miliar, melonjak sekitar 17,11% dibanding triwulan yang sama tahun lalu. Sektor yang mengalami pertumbuhan ekspor antara lain besi baja, minyak sawit, batu bara, komponen kendaraan, dan komponen mesin.

Terlepas dari problematika di atas, kita tentu berharap bahwa anomali Lebaran selama dua tahun terakhir ini segera berakhir, dan kita bisa merayakan Lebaran dan menikmati liburan dengan lebih normal dibandingkan dua kali Lebaran terakhir ini. Semoga saja demikian.
(bmm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prabowo Lantik Pimpinan...
Prabowo Lantik Pimpinan Lembaga Universitas RI Sore Ini
Penguatan Kualitas Lulusan...
Penguatan Kualitas Lulusan Terus Digencarkan SGU
Di Forum BRICS 2026,...
Di Forum BRICS 2026, KSPSI AGN Dorong AI Berpihak pada Pekerja
Indonesia Berkomitmen...
Indonesia Berkomitmen dalam Transisi Energi Melindungi Lingkungan dan Pekerja
Kepala BPOM: Masa Depan...
Kepala BPOM: Masa Depan Indonesia Ditentukan SDM Unggul, Bukan Lagi Kekayaan SDA
ASPEK Indonesia Temui...
ASPEK Indonesia Temui Pimpinan UNI Global Union di Jenewa
Tinggalkan Jas dan Dasi,...
Tinggalkan Jas dan Dasi, Pekerja Kantoran di Jepang Boleh Pakai Celana Pendek dan Kaus Oblong
3 Pekerja Proyek Tewas...
3 Pekerja Proyek Tewas di Gorong-gorong, Pramono Ungkap 1 Korban Merupakan WNA
Menutup Kesenjangan...
Menutup Kesenjangan Komunikasi Talenta Indonesia untuk Genjot Kinerja Bisnis di Era AI
Rekomendasi
China Targetkan 1,6...
China Targetkan 1,6 Juta Truk Listrik pada Tahun 2030
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Bangun Budaya Sadar Bencana di Lingkungan Sekolah
Berita Terkini
3 Tersangka Kasus Suap...
3 Tersangka Kasus Suap Dana Hibah Pokmas Jatim Beri Rp6,9 M agar Dapat Jatah
Penjelasan Menteri PU...
Penjelasan Menteri PU Dody Hanggodo tentang Isu Tak Mau Salaman dengan Bawahan dan Pakai Private Jet
Kuntadi Jadi Jampidsus,...
Kuntadi Jadi Jampidsus, Yusril: Tugas Pokoknya Selesaikan Kasus Febrie Adriansyah
Celoteh Hotman Paris,...
Celoteh Hotman Paris, Pakar: Penghinaan Wartawan Bisa Diproses Hukum
Jaksa Agung Mutasi 8...
Jaksa Agung Mutasi 8 Kepala Kejaksaan Tinggi, Ada Kajati Aceh hingga Sulsel
Ditjen Imigrasi Siapkan...
Ditjen Imigrasi Siapkan Satu Jenis Paspor Nasional, Nomor Tak Berubah Seumur Hidup
Infografis
Kaleidoskop 2025: 6...
Kaleidoskop 2025: 6 Momen Besar yang Guncang Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved