Agar Sekolah Bisa Dibuka Juli, Orang Tua Jangan Nekat Mudik

Sabtu, 24 April 2021 - 20:09 WIB
loading...
Agar Sekolah Bisa Dibuka...
Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda. Dok SINDONEWS
A A A
JAKARTA – Ancaman meningkatnya kasus aktif Covid-19 pasca libur lebaran bisa membuyarkan rencana pembukaan sekolah untuk pembelajaran tatap muka di bulan Juli. Orang tua peserta didik diharapkan untuk melindungi anak-anak mereka salah satunya dengan tidak nekat mudik lebaran.

“Rencana pembukaan sekolah untuk pembelajaran tatap muka di Bulan Juli mendatang harus menjadi tanggung jawab bersama. Peran serta orang tua siswa menjadi faktor penting agar rencana itu bisa terwujud. Salah satunya dengan tidak nekat mudik lebaran,” ujar Ketua Komisi X Syaiful Huda dalam Diskusi Taman Makara#1 bertajuk Education Vs Health : The Risk and The Returns of Reopening School, Sabtu (24/4/2021).

Dalam acara yang dihelat Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia (UI) tersebut juga menghadirkan Dicky Budiman, Epidemolog Grifitf University, Australia. Kegiatan ini disiarkan secara virtual melalui berbagai platform media sosial. (Baca Juga :Tes Covid-19 Akan Dilakukan di SMA yang Jalani Pembelajaran Tatap Muka)

Huda menjelaskan pembukaan sekolah untuk pembelajaran tatap muka saat ini mendesak untuk segera dilakukan. Banyak fakta menunjukkan jika peserta didik harus segera melakukan pembelajaran tatap muka. Di antaranya anak kian asing dengan ekosistem sekolah, munculnya banyak pekerja di bawah umur, hingga maraknya pernikahan dini. “Situasi ini menuntut pemerintah untuk segera membuka sekolah untuk pembelajaran tatap muka, agar anak peserta didik tidak kian asing dengan sekolah mereka,” katanya.

Presiden Jokowi, kata Huda telah menargetkan pembukaan sekolah pada tahun ajaran baru 2021/2022, Juli mendatang. Kendati demikian salah syaratnya adalah selesainya vaksinasi sebanyak 5 juta tenaga pendidik dan tenaga kependidikan. Vaksinasi tersebut juga harus diiringi dengan persiapan sekolah dalam menerapkan protokol Kesehatan secara ketat. “Maka selama dua bulan ini pemerintah khususnya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) harus mengawal proses vaksinasi dan simulasi persiapan sekolah dalam menerapkan protocol Kesehatan jika pembelajaran tatap muka benar-benar dilakukan,” katanya. (Baca Juga :Persiapan Sekolah Tatap Muka, 2.000 Tenaga Pendidik di Kota Depok Divaksin)

Kendati demikian, lanjut Huda persiapan yang dilakukan oleh pemerintah itu akan sia-sia saja, jika tidak diimbangi kesadaran orang tua peserta didik untuk menjaga anak-anak mereka. Termasuk menahan diri untuk tidak mudik lebaran atau melakukan perjalanan wisata selama libur lebaran. “Banyak studi yang menunjukkan peningkatan kasus pasca libur Panjang. Kita melihat indikasi masih banyaknya warga yang nekat mudik meskipun pemerintah telah melakukan pembatasan dan pelarangan. Ini sangat berbahaya bagi potensi pembukaan sekolah untuk pembelajaran tatap muka Juli mendatang,” katanya. (Baca Juga :Kasus Covid-19 Naik, Uji Coba Sekolah Tatap Muka di Jakarta Tetap Dilanjutkan)

Politikus PKB tersebut menegaskan orang tua merupakan supporting system utama bagi keselamatan peserta didik dalam melakukan pembelajaran tatap muka. Jika orang tua teledor atau abai terhadap berbagai potensi penularan maka hampir dipastikan peserta didik akan rentan terjangkit Covid-19. “Maka saya berulang menegaskan jika dalam pembelajaran tatap muka peran orang tua sangat penting. Bahkan untuk memastikan keselamatan peserta didik, mereka harus mengantar sendiri anak mereka saat pergi maupun pulang sekolah. Jika perlu mereka bisa jalan kaki bersama,” pungkasnya.
(war)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AMI: Kebudayaan sebagai...
AMI: Kebudayaan sebagai Solusi Krisis Kepribadian Bangsa
Komisi X DPR RI Minta...
Komisi X DPR RI Minta Pemerintah Tak Pangkas Dana Pendidikan
Tragedi Siswa SD di...
Tragedi Siswa SD di NTT Bunuh Diri karena Orang Tua Tak Mampu Beli Buku dan Pena, Alarm Keras Bagi Negara
Kunjungi BRIN, Verrell...
Kunjungi BRIN, Verrell Bramasta: Komisi X Komitmen Kawal Kebijakan Riset dan Inovasi
Tutup 2025, Kinerja...
Tutup 2025, Kinerja Anggota X DPR Verrell Bramasta Diapresiasi Publik
Tanggap Darurat Bencana,...
Tanggap Darurat Bencana, DPR Apresiasi Berbagai Inovasi BRIN
Salah Fatal, Komisi...
Salah Fatal, Komisi X DPR Desak Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR Diulang
Kunjungi Tiga Kabupaten...
Kunjungi Tiga Kabupaten di Jabar, Anggota DPR Verrell Cek Fasilitas Pendidikan
Desak UI Tindak Tegas,...
Desak UI Tindak Tegas, DPR Minta Pelaku Chat Mesum FHUI Dijerat UU TPKS
Rekomendasi
15.080 Peserta Siap...
15.080 Peserta Siap Ikuti Riau Bhayangkara Run 2026
Bhakti TNI, Satgas Yonif...
Bhakti TNI, Satgas Yonif 631/Antang Bangun MCK di Dagai Puncak Jaya
Pulang Ibadah dari Tanah...
Pulang Ibadah dari Tanah Suci, Bolehkah Memakai Gelar Haji?
Berita Terkini
Vesak Festival 2026,...
Vesak Festival 2026, Stafsus Menag Doakan Presiden Prabowo Diberi Kekuatan Memimpin Bangsa
Relawan Sebut Prabowo...
Relawan Sebut Prabowo Sedang Memimpin Perang Besar Melawan Mafia Ekonomi dan SDA
Ajakan Tobat Ekologis...
Ajakan Tobat Ekologis Menteri Jumhur Sangat Tepat dan Relevan
KPK Sebut Penerimaan...
KPK Sebut Penerimaan Murid Baru Masih Dibayangi Pungli
Ditetapkan Tersangka...
Ditetapkan Tersangka oleh KPK, Bupati Cilacap Syamsul Ajukan Praperadilan
Langkah Berani Kejagung...
Langkah Berani Kejagung Sentuh Korupsi MBG Jadi Sinyal Kuat Penegakan Hukum Tanpa Impunitas
Infografis
Hal yang Wajib Diperhatikan...
Hal yang Wajib Diperhatikan Orang Tua sebelum Titipkan Anak ke Daycare
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved