Pemerintahan Jalan Lebih 1 Tahun, Perubahan Struktur Kabinet Dipertanyakan
Sabtu, 24 April 2021 - 11:56 WIB
loading...
Kabinet Indonesia Maju Joko Widodo-Maruf Amin. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Ekonom senior Fadhil Hasan mempertanyakan alasan utama pemerintah melakukan perubahan struktur kabinet dengan membentuk kementerian baru di saat pandemi Covid-19 belum mereda dan saat pemerintahan sudah berjalan lebih dari satu tahun.
Menurut Fadhil, pembentukan struktur kabinet dan penunjukan menteri biasanya terjadi saat awal pemerintahan.
“Saya kira ini pertama kali dalam sejarah kepemimpinan Presiden yang memimpin dua periode, terjadi perubahan dalam struktur kabinet bukan di awal masa kepemimpinannya melainkan disaat pemerintahan sudah berjalan lebih dari satu tahun. Yang sering kita lihat selama ini adalah pergantian dan/atau perubahan para pembantu Presiden disebabkan karena salah tempat, kurang cocok, atau terkena kasus lainnya. Jadi ini sesuatu yang mengejutkan dan tidak biasa ” tutur Fadhil dalam siaran pers yang diterima SINDOnews, Sabtu (24/4/2021).Baca juga: Jokowi Bikin 2 Kementerian Baru, Siap-siap Kabinet Dirombak Setelah Lebaran?
Menurut Fadhil, penggabungan atau penambahan kementerian yang tidak tepat secara timely menunjukkan buruknya perencanaan dan pengorganisasian pemerintahan saat ini.
“Sebagaimana kita ketahui bahwa kementerian memiliki program yang didedikasikan untuk memenuhi janji politik pemerintah. Dengan adanya perubahan struktur di tengah berjalannya pemerintahan akan menggangu program kerja yang dirancang sebelumnya. Ini pertanda buruknya perencanaan dan pengorganisasian pemerintahan," tuturnya.
Seperti diketahui, DPR telah menyepakati pembentukan dua kementerian baru yang diajukan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dua kementerian baru tersebut adalah Kementerian Investasi dan Penciptaan Lapangan Kerja, serta Kementerian Pendidikan, Kebudayaan dan Ristek.Baca juga: Tok! DPR Setujui Pembentukan Dua Kementerian Baru, BKPM Bubar?
Menurut Fadhil, pembentukan struktur kabinet dan penunjukan menteri biasanya terjadi saat awal pemerintahan.
“Saya kira ini pertama kali dalam sejarah kepemimpinan Presiden yang memimpin dua periode, terjadi perubahan dalam struktur kabinet bukan di awal masa kepemimpinannya melainkan disaat pemerintahan sudah berjalan lebih dari satu tahun. Yang sering kita lihat selama ini adalah pergantian dan/atau perubahan para pembantu Presiden disebabkan karena salah tempat, kurang cocok, atau terkena kasus lainnya. Jadi ini sesuatu yang mengejutkan dan tidak biasa ” tutur Fadhil dalam siaran pers yang diterima SINDOnews, Sabtu (24/4/2021).Baca juga: Jokowi Bikin 2 Kementerian Baru, Siap-siap Kabinet Dirombak Setelah Lebaran?
Menurut Fadhil, penggabungan atau penambahan kementerian yang tidak tepat secara timely menunjukkan buruknya perencanaan dan pengorganisasian pemerintahan saat ini.
“Sebagaimana kita ketahui bahwa kementerian memiliki program yang didedikasikan untuk memenuhi janji politik pemerintah. Dengan adanya perubahan struktur di tengah berjalannya pemerintahan akan menggangu program kerja yang dirancang sebelumnya. Ini pertanda buruknya perencanaan dan pengorganisasian pemerintahan," tuturnya.
Seperti diketahui, DPR telah menyepakati pembentukan dua kementerian baru yang diajukan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dua kementerian baru tersebut adalah Kementerian Investasi dan Penciptaan Lapangan Kerja, serta Kementerian Pendidikan, Kebudayaan dan Ristek.Baca juga: Tok! DPR Setujui Pembentukan Dua Kementerian Baru, BKPM Bubar?
(dam)