Eksodus WN India ke Indonesia, Pemerintah Harus Ambil Tindakan Tegas
Jum'at, 23 April 2021 - 13:42 WIB
loading...
Anggota Komisi IX DPR dari Fraksi PAN, Saleh Partaonan Daulay. FOTO/DOK.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Anggota Komisi IX DPR dari Fraksi PAN, Saleh Partaonan Daulay meminta pemerintah melakukan langkah-langkah antisipatif terkait masuknya warga negara India secara besar-besaran ke Indonesia. Pasalnya, kasus positif Covid-19 di India diberitakan semakin tinggi. Per 21 April 2021, penambahan terpapar Covid-19 mencapai 314.644 kasus.
"Jumlah ini sangat tinggi. Telah menjadi perhatian dunia dan WHO. Apalagi, yang meninggal dunia sudah mencapai 185.000 orang," kata Ketua Fraksi PAN DPR ini kepada wartawan, Jumat (23/4/2021).
Atas dasar fakta tersebut, menurut Saleh, sudah semestinya pemerintah Indonesia mengambil kebijakan tegas atas masuknya warga negara India ke Indonesia. Pihaknya tidak mau jika kedatangan orang-orang tersebut membawa kasus baru ke Indonesia, dikhawatirkan WN India tersebut ada yang terpapar varian baru Covid-19.
Baca juga: Ramai WN India Masuk Indonesia, Begini Penjelasan Imigrasi Bandara Soetta
"Yang varian lama saja kan kita belum bisa tangani. Tentu harus diantisipasi secara ketat agar tidak ada varian baru yang muncul," ujarnya.
"Belum lagi, tugas kemenkes untuk melakukan vaksinasi sangat terkendala. Embargo vaksin menyebabkan target pelaksanaan vaksinasi jadi meleset. Sampai sejauh ini, belum kelihatan solusi tuntas yang diambil Kemenkes untuk mengatasi persoalan yang ada," ujar mantan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah ini.
"Jumlah ini sangat tinggi. Telah menjadi perhatian dunia dan WHO. Apalagi, yang meninggal dunia sudah mencapai 185.000 orang," kata Ketua Fraksi PAN DPR ini kepada wartawan, Jumat (23/4/2021).
Atas dasar fakta tersebut, menurut Saleh, sudah semestinya pemerintah Indonesia mengambil kebijakan tegas atas masuknya warga negara India ke Indonesia. Pihaknya tidak mau jika kedatangan orang-orang tersebut membawa kasus baru ke Indonesia, dikhawatirkan WN India tersebut ada yang terpapar varian baru Covid-19.
Baca juga: Ramai WN India Masuk Indonesia, Begini Penjelasan Imigrasi Bandara Soetta
"Yang varian lama saja kan kita belum bisa tangani. Tentu harus diantisipasi secara ketat agar tidak ada varian baru yang muncul," ujarnya.
"Belum lagi, tugas kemenkes untuk melakukan vaksinasi sangat terkendala. Embargo vaksin menyebabkan target pelaksanaan vaksinasi jadi meleset. Sampai sejauh ini, belum kelihatan solusi tuntas yang diambil Kemenkes untuk mengatasi persoalan yang ada," ujar mantan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah ini.
Lihat Juga :