DPR Dukung Rencana Erick Thohir Beli Peternakan Sapi di Belgia
Kamis, 22 April 2021 - 13:00 WIB
loading...
A
A
A
Stok sapi hidup dalam negeri banyak tetapi yang siap potong masih belum cukup untuk memenuhi kebutuhan daging nasional. Hal ini karena peternak domestik masih menggunakan sistem yang tradisional, yaitu hanya akan menjual sapi ketika butuh uang dan dalam momen tertentu saja.
Sehingga ketersediaan daging pun tidak bisa dikontrol oleh pemerintah. Anggota Komisi VI DPR yang menjadi mitra kerja Kementerian BUMN ini menegaskan bahwa kepemilikan perternakan sapi di luar negeri harus dengan tujuan sebagai penyokong industri peternakan sapi dalam negeri.
Peternakan tersebut nantinya diharapkan bisa menghasilkan indukan serta bakalan sapi yang berkualitas sehingga dapat mendukung dan membantu peternak domestik untuk mengembangkan peternakan secara lebih efisien. “Jadi, orientasi peternakan itu nantinya tidak hanya untuk menyediakan daging sapi saja, tetapi yang lebih penting adalah indukan serta bakalan sapi yang bagus dan harganya lebih murah,” jelasnya.
Sejauh ini, banyak peternak lokal yang sudah mengembangkan sapi-sapi luar negeri seperti Limosin dan Simental. Sapi-sapi tersebut cukup digemari karena mampu menghasilkan penambahan berat harian yang cepat sehingga lebih menguntungkan. Akan tetapi, biasanya bibit sapi seperti ini jumlahnya tidak banyak di pasaran dan harganya masih cukup tinggi.
“Berkenaan dengan ide kepemilikan peternakan di luar negeri tersebut, Kementerian BUMN diharapkan bisa lebih proaktif lagi untuk mencari bibit sapi berkualitas. Jika perlu Pak Menteri juga harus menjajaki komunikasi dengan negara- negara produsen sapi selain Belgia seperti Australia dan Selandia Baru," katanya. Baca juga: Erick Thohir Incar Peternakan Sapi di Belgia
Dia menilai kedua negara tersebut mungkin lebih menjanjikan karena secara jarak tidak terlalu jauh dari negara kita. "Selain itu negara-nagara tersebut juga lebih maju teknologi peternakannya, sehingga dengan beli peternakan di sana, diharapkan ada alih teknologi dan bisa diterapkan untuk mendukung peternakan dalam negeri,” pungkasnya.
Sehingga ketersediaan daging pun tidak bisa dikontrol oleh pemerintah. Anggota Komisi VI DPR yang menjadi mitra kerja Kementerian BUMN ini menegaskan bahwa kepemilikan perternakan sapi di luar negeri harus dengan tujuan sebagai penyokong industri peternakan sapi dalam negeri.
Peternakan tersebut nantinya diharapkan bisa menghasilkan indukan serta bakalan sapi yang berkualitas sehingga dapat mendukung dan membantu peternak domestik untuk mengembangkan peternakan secara lebih efisien. “Jadi, orientasi peternakan itu nantinya tidak hanya untuk menyediakan daging sapi saja, tetapi yang lebih penting adalah indukan serta bakalan sapi yang bagus dan harganya lebih murah,” jelasnya.
Sejauh ini, banyak peternak lokal yang sudah mengembangkan sapi-sapi luar negeri seperti Limosin dan Simental. Sapi-sapi tersebut cukup digemari karena mampu menghasilkan penambahan berat harian yang cepat sehingga lebih menguntungkan. Akan tetapi, biasanya bibit sapi seperti ini jumlahnya tidak banyak di pasaran dan harganya masih cukup tinggi.
“Berkenaan dengan ide kepemilikan peternakan di luar negeri tersebut, Kementerian BUMN diharapkan bisa lebih proaktif lagi untuk mencari bibit sapi berkualitas. Jika perlu Pak Menteri juga harus menjajaki komunikasi dengan negara- negara produsen sapi selain Belgia seperti Australia dan Selandia Baru," katanya. Baca juga: Erick Thohir Incar Peternakan Sapi di Belgia
Dia menilai kedua negara tersebut mungkin lebih menjanjikan karena secara jarak tidak terlalu jauh dari negara kita. "Selain itu negara-nagara tersebut juga lebih maju teknologi peternakannya, sehingga dengan beli peternakan di sana, diharapkan ada alih teknologi dan bisa diterapkan untuk mendukung peternakan dalam negeri,” pungkasnya.
(kri)
Lihat Juga :